Petinggi Dispendik bakal Diperiksa, Pihak CV dan Organisasi TK Dihadirkan

HAFID ASNAN/RAME BUKU PANAS: Tumpukan kardus inilah yang berisi buku pengadaan dari BOP TK yang diindikasi bermasalah. Satu kardus nilainya sampai Rp 6,5 juta

LUMAJANG  RADARJEMBER.ID – Bisa jadi, para petingi Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang tak bisa tidur nyenyak hari-hari ini. Sebab, pasca operasi tangkap tangan (OTT) Jumat (28/9) di TK Dharma Wanita Kunir, mereka bakal ikut diperiksa.

IKLAN

Sejak OTT, sejumlah pihak sudah diperiksa. Antara lain kepala TK penerima BOP DAK, dan juga pada pihak K3TK. Pemeriksaan hari pertama itu dilakukan sampai tengah malam.

Namun Sabtu kemarin rupanya ada jeda pemeriksaan. Kantor Inspektorat Lumajang sepi. Di kantor yang tepat berada di belakang rumah dinas Wabup itu tak tampak aktivitas. Hanya ada tumpukan kardus berisi buku pesanan dari alokasi BOP DAK dan nama-nama sekolah penerima.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menegaskan, pihaknya akan serius mengusut kasus itu. Dia juga mengaku sudah bagi tugas dengan Wabup Indah Amperawati. “Langsung sama Bunda Indah kalau soal itu (OTT, Red.),” jawabnya ketika ditanya detail terkait tindak lanjut OTT.

Wabup Indah menegaskan, masalah tersebut tidak akan dibiarkan. “Karena itu kaitan dengan dinas, dan mereka menyebut dinas, maka beberapa aparatur dinas akan diperiksa. Yang jelas bupati dan saya sudah berkomitmen mengusut kasus ini sampai tuntas,” jelasnya.

Bersalah atau tidak, yang jelas menurut dia akan terus dikembangkan. Dan indikasinya sejauh ini, kata dia, adalah penyalahgunaan kewenangan. Makanya, perkara ini akan diusut sampai ke akarnya.

Menyikapi kebobrokan ini, Indah menegaskan, rencananya akan ada pembinaan tersendiri untuk dinas pendidikan. “Mulai dari kepala dinas sampai yang paling bawah. Sampai kepala PAUD akan kami kumpulkan. Termasuk staf-staf,” tegasnya.

Untuk dana BOP DAK sendiri, menurut Indah, besaran nilainya bervariasi. Nominalnya sesuai dengan jumlah murid. Dan itu adalah dana dari pusat (APBN). Semua uang itu harusnya jadi kewenangan dari sekolah masing-masing. Peruntukannya adalah sesuai kebutuhan dan arahan dari pemerintah pusat. “Tidak boleh pemerintah daerah main-main,” jelasnya.

Kalaupun nantinya berujung pada penilaian lain dari pusat yang negatif, dia tidak khawatir. “Bisa jadi begitu, makanya kami akan mencari titik masalahnya. Penyakitnya di mana, dan itu akan dicarikan solusi. Soal itu pelanggaran hukum, itu beda lagi penanganannya,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan sendiri masih belum bisa dirilis. Sebab, Inspektur Inspektorat Kabupaten Lumajang sampai siang kemarin masih belum laporan. “Karena belum selesai. Tapi kemarin malam disampaikan pemeriksaan sampai jam 12 malam. Dan pemeriksaan akan dilanjutkan. Itu memang belum selesai,” ujarnya.

Tidak khawatir gembos di inspektorat? Indah membantah. “Oh tidaklah. Ini semua dalam kendali kami. Kendali langsung. Tidak akan gembos. Kalau gembos dan inspektorat bermain-main, maka akan berurusan dengan kami (bupati dan Wabup),” tegasnya.

Berkaca dari kejadian ini, semua perangkat daerah bakal dievaluasi. “Iya kami akan evaluasi. Bupati dan saya akan melakukan pembinaan tersendiri untuk OPD-OPD yang terindikasi dan yang punya perlakuan sama,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Jumat (28/09) dilakukan OTT di TK Dharma Wanita Kunir. Ada sekitar 23 TK yang akan melakukan transaksi fee dan pembelian buku TK dari alokasi BOP DAK. Hasil OTT senilai Rp 157.650.000.

Reporter & Fotografer: Hafid Asnan
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :