alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Peserta Diklat Calon Kepsek Minim, Karena Tidak Ada Kenaikan Pangkat ?

Diklat Calon Kepala Sekolah Belum Jawab Kebutuhan Kepsek

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Pendidikan dan pelatihan (diklat) calon kepala sekolah (cakep) dinilai belum menjawab kebutuhan kepala sekolah (kepsek). Sebab, tahun ini, diklat itu hanya diikuti oleh 60 calon kepsek. Perinciannya, 28 orang untuk jenjang SD dan 32 orang dari SMP. Padahal, posisi kosong untuk tingkat mencapai 161 formasi, sedangkan kebutuhan SMP sebanyak 49 formasi.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Syaiful Bahri mengatakan, meski jumlah peserta diklat masih jauh dari posisi yang kosong, namun pihaknya optimis kebutuhan kepsek akan dapat terpenuhi pada tahun ini. Khususnya untuk jenjang SMP. Sehingga, pada tahun depan sudah tidak ada lagi kepsek yang rangkap jabatan di sekolah lain. Kekosongan kepsek ini disebabkan terlambatnya diklat tahun 2018 lalu. “Insyaallah tahun depan sudah terpenuhi kepala sekolah untuk SMP,” ungkapnya.

Namun, berbeda lagi dengan kepsek SD. Sebab, jumlah kebutuhannya yang banyak tidak dibarengi dengan tingginya pendaftar. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan kepsek SD terancam tidak terpenuhi seluruhnya. Imbasnya, kepsek SD bakal tetap ada yang merangkap hingga tahun depan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Ismail mengatakan, kurangnya kepsek terjadi lantaran selama lima tahun belakangan tidak ada kenaikan pangkat. Padahal idealnya, kata dia, dalam satu tahun ada dua kali kenaikan pangkat. Dampaknya, otomatis tidak ada regenerasi kepala sekolah. Selain itu, juga faktor kematian mendadak.

Ismail mengungkapkan, 60 peserta jenjang SD yang saat ini menjalani diklat adalah peserta yang diseleksi pada 2018 lalu. Saat itu, setidaknya terdapat 275 calon kepsek yang mengikuti pendaftaran. Antara jumlah yang lulus dan jumlah peserta memang terpaut jauh. Padahal kebutuhannya cukup banyak.

- Advertisement -

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Pendidikan dan pelatihan (diklat) calon kepala sekolah (cakep) dinilai belum menjawab kebutuhan kepala sekolah (kepsek). Sebab, tahun ini, diklat itu hanya diikuti oleh 60 calon kepsek. Perinciannya, 28 orang untuk jenjang SD dan 32 orang dari SMP. Padahal, posisi kosong untuk tingkat mencapai 161 formasi, sedangkan kebutuhan SMP sebanyak 49 formasi.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Syaiful Bahri mengatakan, meski jumlah peserta diklat masih jauh dari posisi yang kosong, namun pihaknya optimis kebutuhan kepsek akan dapat terpenuhi pada tahun ini. Khususnya untuk jenjang SMP. Sehingga, pada tahun depan sudah tidak ada lagi kepsek yang rangkap jabatan di sekolah lain. Kekosongan kepsek ini disebabkan terlambatnya diklat tahun 2018 lalu. “Insyaallah tahun depan sudah terpenuhi kepala sekolah untuk SMP,” ungkapnya.

Namun, berbeda lagi dengan kepsek SD. Sebab, jumlah kebutuhannya yang banyak tidak dibarengi dengan tingginya pendaftar. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan kepsek SD terancam tidak terpenuhi seluruhnya. Imbasnya, kepsek SD bakal tetap ada yang merangkap hingga tahun depan.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Ismail mengatakan, kurangnya kepsek terjadi lantaran selama lima tahun belakangan tidak ada kenaikan pangkat. Padahal idealnya, kata dia, dalam satu tahun ada dua kali kenaikan pangkat. Dampaknya, otomatis tidak ada regenerasi kepala sekolah. Selain itu, juga faktor kematian mendadak.

Ismail mengungkapkan, 60 peserta jenjang SD yang saat ini menjalani diklat adalah peserta yang diseleksi pada 2018 lalu. Saat itu, setidaknya terdapat 275 calon kepsek yang mengikuti pendaftaran. Antara jumlah yang lulus dan jumlah peserta memang terpaut jauh. Padahal kebutuhannya cukup banyak.

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Pendidikan dan pelatihan (diklat) calon kepala sekolah (cakep) dinilai belum menjawab kebutuhan kepala sekolah (kepsek). Sebab, tahun ini, diklat itu hanya diikuti oleh 60 calon kepsek. Perinciannya, 28 orang untuk jenjang SD dan 32 orang dari SMP. Padahal, posisi kosong untuk tingkat mencapai 161 formasi, sedangkan kebutuhan SMP sebanyak 49 formasi.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Syaiful Bahri mengatakan, meski jumlah peserta diklat masih jauh dari posisi yang kosong, namun pihaknya optimis kebutuhan kepsek akan dapat terpenuhi pada tahun ini. Khususnya untuk jenjang SMP. Sehingga, pada tahun depan sudah tidak ada lagi kepsek yang rangkap jabatan di sekolah lain. Kekosongan kepsek ini disebabkan terlambatnya diklat tahun 2018 lalu. “Insyaallah tahun depan sudah terpenuhi kepala sekolah untuk SMP,” ungkapnya.

Namun, berbeda lagi dengan kepsek SD. Sebab, jumlah kebutuhannya yang banyak tidak dibarengi dengan tingginya pendaftar. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan kepsek SD terancam tidak terpenuhi seluruhnya. Imbasnya, kepsek SD bakal tetap ada yang merangkap hingga tahun depan.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Ismail mengatakan, kurangnya kepsek terjadi lantaran selama lima tahun belakangan tidak ada kenaikan pangkat. Padahal idealnya, kata dia, dalam satu tahun ada dua kali kenaikan pangkat. Dampaknya, otomatis tidak ada regenerasi kepala sekolah. Selain itu, juga faktor kematian mendadak.

Ismail mengungkapkan, 60 peserta jenjang SD yang saat ini menjalani diklat adalah peserta yang diseleksi pada 2018 lalu. Saat itu, setidaknya terdapat 275 calon kepsek yang mengikuti pendaftaran. Antara jumlah yang lulus dan jumlah peserta memang terpaut jauh. Padahal kebutuhannya cukup banyak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/