alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Peraih Medali Emas Tidak Naik Kelas

- Atlet Drum Band Merupakan Siswa SMAN 2 Jember

- Dukungan Sekolah terhadap Porprov Dipertanyakan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Pagi itu merupakan hari yang membanggakan bagi atlet drum band Jember. Namun, hari yang bahagia itu justru membuat hati Muhammad Ihsan Maulana seperti mendidih. Di satu sisi bersiap menerima pengalungan medali emas, di sisi lain dia gemetar karena rapor merah menunjukkan dirinya tidak naik kelas.

BACA JUGA : Antusiasme Peternak Tinggi, 300 Dosis Vaksin Sapi Ludes Dua Hari

Ihsan yang merupakan siswa SMAN 2 Jember datang ke Alun-Alun Jember bersama tim drum band. Sementara itu, sang ibu, Fitriah Dasianah Fatmawati, mengambil rapor milik putranya ke sekolah. Perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Sumbersari ini pun seperti tak percaya begitu mengetahui anaknya tidak naik kelas. Dia sempat protes, namun usaha itu tak membuahkan hasil.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak lama setelah di sekolah, Fatma kemudian datang ke alun-alun. Dia mencari Ihsan, buah hatinya. Saat itu, Fatma gemetar memberikan rapor kepada anaknya. Dia tahu, sebelum Ihsan membuka nilai yang menyatakan dirinya tidak naik kelas.

Di tengah suasana hati yang keruh, Ihsan seperti tak percaya. Hari yang membahagiakan bagi seluruh tim drum band Jember juga membahagiakannya. Akan tetapi, raut wajahnya tak bisa lepas dari rapor yang baru saja dia lihat.

Fatma mengaku, dirinya di sekolah hanya bertemu dengan wali kelas, guru BK, serta guru yang membidangi kurikulum. Namun, sejauh ini belum ada kejelasan. Dia pun pasrah atas apa yang dialami putranya. Ihsan yang selama ini giat berlatih bersama tim drum band ternyata tidak dihargai di sekolahnya. Lantas, apa gunanya ikut ajang perlombaan sekelas Porprov, jika harus mempertaruhkan pendidikan?

- Advertisement -

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Pagi itu merupakan hari yang membanggakan bagi atlet drum band Jember. Namun, hari yang bahagia itu justru membuat hati Muhammad Ihsan Maulana seperti mendidih. Di satu sisi bersiap menerima pengalungan medali emas, di sisi lain dia gemetar karena rapor merah menunjukkan dirinya tidak naik kelas.

BACA JUGA : Antusiasme Peternak Tinggi, 300 Dosis Vaksin Sapi Ludes Dua Hari

Ihsan yang merupakan siswa SMAN 2 Jember datang ke Alun-Alun Jember bersama tim drum band. Sementara itu, sang ibu, Fitriah Dasianah Fatmawati, mengambil rapor milik putranya ke sekolah. Perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Sumbersari ini pun seperti tak percaya begitu mengetahui anaknya tidak naik kelas. Dia sempat protes, namun usaha itu tak membuahkan hasil.

Tak lama setelah di sekolah, Fatma kemudian datang ke alun-alun. Dia mencari Ihsan, buah hatinya. Saat itu, Fatma gemetar memberikan rapor kepada anaknya. Dia tahu, sebelum Ihsan membuka nilai yang menyatakan dirinya tidak naik kelas.

Di tengah suasana hati yang keruh, Ihsan seperti tak percaya. Hari yang membahagiakan bagi seluruh tim drum band Jember juga membahagiakannya. Akan tetapi, raut wajahnya tak bisa lepas dari rapor yang baru saja dia lihat.

Fatma mengaku, dirinya di sekolah hanya bertemu dengan wali kelas, guru BK, serta guru yang membidangi kurikulum. Namun, sejauh ini belum ada kejelasan. Dia pun pasrah atas apa yang dialami putranya. Ihsan yang selama ini giat berlatih bersama tim drum band ternyata tidak dihargai di sekolahnya. Lantas, apa gunanya ikut ajang perlombaan sekelas Porprov, jika harus mempertaruhkan pendidikan?

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Pagi itu merupakan hari yang membanggakan bagi atlet drum band Jember. Namun, hari yang bahagia itu justru membuat hati Muhammad Ihsan Maulana seperti mendidih. Di satu sisi bersiap menerima pengalungan medali emas, di sisi lain dia gemetar karena rapor merah menunjukkan dirinya tidak naik kelas.

BACA JUGA : Antusiasme Peternak Tinggi, 300 Dosis Vaksin Sapi Ludes Dua Hari

Ihsan yang merupakan siswa SMAN 2 Jember datang ke Alun-Alun Jember bersama tim drum band. Sementara itu, sang ibu, Fitriah Dasianah Fatmawati, mengambil rapor milik putranya ke sekolah. Perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Sumbersari ini pun seperti tak percaya begitu mengetahui anaknya tidak naik kelas. Dia sempat protes, namun usaha itu tak membuahkan hasil.

Tak lama setelah di sekolah, Fatma kemudian datang ke alun-alun. Dia mencari Ihsan, buah hatinya. Saat itu, Fatma gemetar memberikan rapor kepada anaknya. Dia tahu, sebelum Ihsan membuka nilai yang menyatakan dirinya tidak naik kelas.

Di tengah suasana hati yang keruh, Ihsan seperti tak percaya. Hari yang membahagiakan bagi seluruh tim drum band Jember juga membahagiakannya. Akan tetapi, raut wajahnya tak bisa lepas dari rapor yang baru saja dia lihat.

Fatma mengaku, dirinya di sekolah hanya bertemu dengan wali kelas, guru BK, serta guru yang membidangi kurikulum. Namun, sejauh ini belum ada kejelasan. Dia pun pasrah atas apa yang dialami putranya. Ihsan yang selama ini giat berlatih bersama tim drum band ternyata tidak dihargai di sekolahnya. Lantas, apa gunanya ikut ajang perlombaan sekelas Porprov, jika harus mempertaruhkan pendidikan?

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/