alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Ujian Praktik Dilakukan secara Mandiri

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Maret mendatang, semua sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan bakal melakukan ujian praktik. Ujian yang diperuntukkan siswa kelas akhir ini akan dilakukan secara daring. Yakni, siswanya membuat video atas pelajaran praktiknya. Beberapa mata pelajaran yang diujikan adalah IPS, IPA, Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Penjaskes.

Salah satu sekolah yang bakal melangsungkan ujian praktik adalah SDN Jambearum 02. Salah satu guru Bahasa Inggris kelas VI, Ulfa Nur Jannah, mengungkapkan bahwa nantinya ujian akan dilaksanakan dalam satu pekan. Setiap siswa harus menyetorkan video praktik dari materi tematik yang diberikan. “Teknis dan waktu belum ditentukan, menunggu dari kecamatan. Yang jelas, bulan Maret ini,” kata Ulfa, Minggu (28/2) kemarin.

Wali kelas VI, Lutfiah, mengatakan bahwa model ini menjadi tantangan untuk para guru. Sebab, selama pandemi berlangsung, efektivitas pengumpulan tugas sangat rendah. Banyak murid yang meremehkan tugas tersebut. “Tugasnya banyak terbengkalai. Ada beberapa siswa yang sampai tidak mengerjakan tematik 6, 7, 8. Padahal sudah kelas VI. Apalagi kalau bikin video,” kata Lutfiah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, pantauan wali murid dalam penyelesaian tugas sangat minim. Tak jarang, Lutfiah melakukan kunjungan kepada murid yang tidak mengumpulkan tugas secara daring. Ketika melakukan kunjungan, Lutfiah menjelaskan bahwa para wali murid tidak mengetahui adanya tugas dari sekolah. “Di kelas saya itu ada empat anak. Saya kunjungi orang tuanya, ternyata banyak yang tidak mengerti kalau ada tugas,” lanjutnya. Padahal, lanjut dia, mereka telah difasilitasi smartphone dan akses internet.

Berkenaan dengan fakta ini, pakar pendidikan Universitas Muhammadiyah, Wahyu Dyah Laksmi, menjelaskan bahwa bentuk perhatian wali murid terhadap kegiatan pembelajaran daring sangat penting. Ini sebagai kontrol pengganti guru di rumah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Maret mendatang, semua sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan bakal melakukan ujian praktik. Ujian yang diperuntukkan siswa kelas akhir ini akan dilakukan secara daring. Yakni, siswanya membuat video atas pelajaran praktiknya. Beberapa mata pelajaran yang diujikan adalah IPS, IPA, Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Penjaskes.

Salah satu sekolah yang bakal melangsungkan ujian praktik adalah SDN Jambearum 02. Salah satu guru Bahasa Inggris kelas VI, Ulfa Nur Jannah, mengungkapkan bahwa nantinya ujian akan dilaksanakan dalam satu pekan. Setiap siswa harus menyetorkan video praktik dari materi tematik yang diberikan. “Teknis dan waktu belum ditentukan, menunggu dari kecamatan. Yang jelas, bulan Maret ini,” kata Ulfa, Minggu (28/2) kemarin.

Wali kelas VI, Lutfiah, mengatakan bahwa model ini menjadi tantangan untuk para guru. Sebab, selama pandemi berlangsung, efektivitas pengumpulan tugas sangat rendah. Banyak murid yang meremehkan tugas tersebut. “Tugasnya banyak terbengkalai. Ada beberapa siswa yang sampai tidak mengerjakan tematik 6, 7, 8. Padahal sudah kelas VI. Apalagi kalau bikin video,” kata Lutfiah.

Menurut dia, pantauan wali murid dalam penyelesaian tugas sangat minim. Tak jarang, Lutfiah melakukan kunjungan kepada murid yang tidak mengumpulkan tugas secara daring. Ketika melakukan kunjungan, Lutfiah menjelaskan bahwa para wali murid tidak mengetahui adanya tugas dari sekolah. “Di kelas saya itu ada empat anak. Saya kunjungi orang tuanya, ternyata banyak yang tidak mengerti kalau ada tugas,” lanjutnya. Padahal, lanjut dia, mereka telah difasilitasi smartphone dan akses internet.

Berkenaan dengan fakta ini, pakar pendidikan Universitas Muhammadiyah, Wahyu Dyah Laksmi, menjelaskan bahwa bentuk perhatian wali murid terhadap kegiatan pembelajaran daring sangat penting. Ini sebagai kontrol pengganti guru di rumah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Maret mendatang, semua sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan bakal melakukan ujian praktik. Ujian yang diperuntukkan siswa kelas akhir ini akan dilakukan secara daring. Yakni, siswanya membuat video atas pelajaran praktiknya. Beberapa mata pelajaran yang diujikan adalah IPS, IPA, Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Penjaskes.

Salah satu sekolah yang bakal melangsungkan ujian praktik adalah SDN Jambearum 02. Salah satu guru Bahasa Inggris kelas VI, Ulfa Nur Jannah, mengungkapkan bahwa nantinya ujian akan dilaksanakan dalam satu pekan. Setiap siswa harus menyetorkan video praktik dari materi tematik yang diberikan. “Teknis dan waktu belum ditentukan, menunggu dari kecamatan. Yang jelas, bulan Maret ini,” kata Ulfa, Minggu (28/2) kemarin.

Wali kelas VI, Lutfiah, mengatakan bahwa model ini menjadi tantangan untuk para guru. Sebab, selama pandemi berlangsung, efektivitas pengumpulan tugas sangat rendah. Banyak murid yang meremehkan tugas tersebut. “Tugasnya banyak terbengkalai. Ada beberapa siswa yang sampai tidak mengerjakan tematik 6, 7, 8. Padahal sudah kelas VI. Apalagi kalau bikin video,” kata Lutfiah.

Menurut dia, pantauan wali murid dalam penyelesaian tugas sangat minim. Tak jarang, Lutfiah melakukan kunjungan kepada murid yang tidak mengumpulkan tugas secara daring. Ketika melakukan kunjungan, Lutfiah menjelaskan bahwa para wali murid tidak mengetahui adanya tugas dari sekolah. “Di kelas saya itu ada empat anak. Saya kunjungi orang tuanya, ternyata banyak yang tidak mengerti kalau ada tugas,” lanjutnya. Padahal, lanjut dia, mereka telah difasilitasi smartphone dan akses internet.

Berkenaan dengan fakta ini, pakar pendidikan Universitas Muhammadiyah, Wahyu Dyah Laksmi, menjelaskan bahwa bentuk perhatian wali murid terhadap kegiatan pembelajaran daring sangat penting. Ini sebagai kontrol pengganti guru di rumah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/