Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Luar Biasa! 98 Persen Warga Jember Sudah Nikmati Berobat Gratis Cukup Pakai KTP, Target 100 Persen di 2026

Maulana RJ • Jumat, 14 November 2025 | 14:15 WIB

"Pemkab Jember menargetkan 100 persen cakupan UHC. Dengan demikian, tidak ada lagi warga yang terpinggirkan dari akses layanan medis hanya karena kendala finansial." MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember.
"Pemkab Jember menargetkan 100 persen cakupan UHC. Dengan demikian, tidak ada lagi warga yang terpinggirkan dari akses layanan medis hanya karena kendala finansial." MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember.

Radar Jember - Program layanan berobat gratis bermodal KTP melalui Universal Health Coverage (UHC) Pemkab Jember, terus menunjukkan cakupan peningkatan.

Belum genap setahun sejak diluncurkan 1 April 2025 lalu, program yang telah mendapatkan predikat sebagai UHC Prioritas ini telah dimanfaatkan oleh 2,5 juta, dari total 2,6 juta jiwa penduduk Jember atau sekitar 98 persen lebih.

"Sampai dengan 1 Oktober 2025 total peserta UHC Kabupaten Jember adalah 2.592.381 orang atau 98,74 persen dari total penduduk," urai Bupati Jember Muhammad Fawait, saat menyampaikan nota RAPBD 2026, di Gedung DPRD Jember (10/11).

Meski menjadi UHC terbesar kedua setelah Surabaya, Gus Fawait, sapaan akrabnya, menargetkan cakupan UHC Jember bisa full 100 persen.

Salah satu upayanya yakni dengan meluncurkan pelayanan home care bagi masyarakat yang mengidap penyakit kronis hingga disabilitas, yang ditarget efektif berjalan per 1 Januari 2026.

"Ke depan, Pemkab Jember menargetkan 100 persen cakupan UHC agar seluruh penduduk tanpa terkecuali untuk mendapatkan perlindungan kesehatan. Dengan demikian, tidak ada lagi warga yang terpinggirkan dari akses layanan medis hanya karena kendala finansial," katanya.

Dalam kesempatan berbeda, ia menegaskan bahwa Pemkab Jember mengalokasikan anggaran cukup besar demi UHC ini, mencapai Rp 366,8 miliar.

“Kami sudah bayari mahal-mahal UHC ini, kurang lebih, hampir Rp 400 miliar, satu miliar, itu seribu juta,” ucapnya saat berjumpa a kader Posyandu, di Desa Mayangan, Gumukmas (3/11).

Dalam beberapa kali kesempatan, ia tak absen menyosialisasikan UHC ini demi memperluas jangkauan layanan.

Bahkan, masyarakat diminta aktif mengawasi langsung melalui Kanal Wadul Guse, jika mendapati ada layanan yang kurang memuaskan di lapangan.

"Program ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memperbaiki IPM (Indeks Pembangunan Manusia, Red), menurunkan angka kemiskinan akibat beban biaya kesehatan, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat Jember secara keseluruhan," imbuh Gus Fawait. (mau/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Wadul Guse #uhc #Gus Fawait