BACA JUGA : Puluhan Sapi dari Bima dan Bali, Lolos Penyekatan di Jember
Jenis senam yang dilombakan merupakan senam khas Jember guna mengangkat budaya baru Jember, yakni senam Wes Wayahe Jember Bangkit dan senam Watu Ulo. Dalam perlombaan tersebut RSD Kalisat berhasil meraih juara ketiga lomba senam Watu Ulo. Tim tersebut dilatih oleh Ema Rahmawati dan berisi tujuh orang anggota, yakni Ekky Ryan Fikas Septiyani, Ika Wahyu Wardhani, Yesi Eka Qurnia, Rusyana, Kurnia Budiarti, Diana Wulandari, dan Melda Ria Anggari. “Kami tidak menyangka sama sekali. Jujur, kemenangan ini sangat terasa luar biasa. Usaha memang tidak mengkhianati hasil,” papar Ismatulizah selaku manajer tim line dance RSD Kalisat kepada Jawa Pos Radar Jember.
Izah mengaku bahwa setelah kemenangannya, tim tarinya didapuk oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memandu acara tari pada kegiatan launching J-Pasti Kuereen, yaitu program layanan kesehatan gratis di puskesmas dan RS daerah kelas III, pada 1 Juni yang lalu.
Setiap harinya tim tari terus digembleng dengan latihan. Selama ini, tim line dance RSD Kalisat kerap ditunjuk untuk tampil di beberapa kegiatan Pemkab Jember. “Kemenangan ini tidak luput dari kegigihan rekan-rekan serta didukung drg Umi Kusmiati dan Direktur RSD Kalisat drg Nur Cahyo. Sebagai abdi negara, jika sudah ada aturan sebisa mungkin kami melakukan yang terbaik. Begitu juga dengan adanya gelaran tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, drg Nur Cahyo menyampaikan bahwa prestasi yang diraih itu tidak terlepas dari kaderisasi yang baik dari tim line dance di RSD Kalisat. Selain itu, tim tersebut sudah dimiliki oleh RSD Kalisat cukup lama.
Selain bersyukur, drg Nur Cahyo mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang masih bisa dicapai oleh RSD Kalisat di kancah Kabupaten Jember. Dirinya akan terus mendukung segala kegiatan RSD Kalisat yang positif. “Tim line dance harus terus rutin berlatih agar selalu siap setiap saat, jika memang harus tampil. Sekaligus juga melakukan kaderisasi,” paparnya. (c2) Editor : Safitri