RADARJEMBER.ID - Pemerintah Kabupaten Jember telah merevitalisasi 12 pasar tradisional pada 2018 lalu. Revitalisasi ini merupakan realisasi 22 Janji Kerja Bupati dan Wakil Bupati, yang termuat dalam janji kedelapan. Pemerintah daerah menargetkan, revitalisasi pasar mampu mengerek pendapatan masyarakat, serta membangkitkan ekonomi daerah.
Belasan pasar yang telah direvitalisasi itu tak hanya di kawasan kota, tapi juga tersebar di sejumlah kecamatan pinggiran. Di kawasan kota meliputi Pasar Tanjung, Pasar Tegalboto, Pasar Tegal Besar, Pasar Kreyongan, Pasar Mangli, Pasar Bungur, dan Pasar Gebang.
Sedangkan di kecamatan pinggiran meliputi Pasar Manggisan di Kecamatan Tanggul, Pasar Petung di Kecamatan Bangsalsari, Pasar Menampu di Kecamatan Gumukmas, Pasar Umbulsari di Kecamatan Umbulsari, serta Pasar Kalisat di Kecamatan Kalisat.
Bupati Jember dr Hj Faida MMR menyatakan, program revitalisasi tersebut juga akan ditindaklanjuti dengan memperbaiki manajemen serta menggerakkan masyarakat agar membeli produk lokal. Termasuk. bakal memaksimalkan produk pertanian Jember agar terserap di pasar tradisional.
Upaya memaksimalkan produk pertanian itu akan dimulai dengan memperbaiki akses petani terhadap pasar tradisional. Sehingga diharapkan dapat memutus mata rantai distribusi produk pertanian. Jika itu terwujud, maka produk petani bisa dibeli lebih mahal, karena terhindar dari tengkulak. Harapannya, ada efek domino bagi peningkatan kesejahteraan. Tak hanya bagi pedagang, tapi juga para petani. “Tentu dengan harga yang wajar. Biar semua happy,” terangnya.
Bupati meyakini, program revitalisasi pasar tersebut bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Pendapatan pedagang bakal meningkat lantaran masyarakat mulai kembali berdatangan dan meramaikan pasar. “Dengan pasar yang lebih nyaman, tidak becek seperti sebelumnya, pembeli jadi lebih tertarik datang,” katanya.
Tak hanya itu, bupati menegaskan, sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, revitalisasi pasar ini juga menambah eksistensi pasar rakyat semakin kuat. Sehingga daya saingnya terhadap toko-toko modern dapat meningkat. “Kondisi pasar yang jauh lebih bersih dan nyaman bakal menjadi pendorong bagi masyarakat berkunjung dan berbelanja di pasar tradisional,” yakinnya.
Rupanya, program revitalisasi pasar ini dipandang tepat oleh para pedagang, karena dinilai mampu meningkatkan dan menggeliatkan ekonomi rakyat. Program yang satu ini juga dianggap meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan utama mereka, serta membuat konsumen kembali memilih pasar tradisional sebagai tempat berbelanja.
Seperti diungkapkan Indriati, pedagang bumbu di Pasar Kreongan. Dia mengaku, setelah pasar dibangun oleh pemerintah kondisinya mulai ramai. Padahal sebelumnya pasar sepi pembeli. Meningkatnya jumlah pengunjung tersebut dikatakannya juga berdampak positif bagi omset pedagang. “Dulu becek. Tapi sekarang bagus sekali dan cantik. Makanya banyak pembeli yang datang ke pasar,” ujar perempuan asal Gebang ini.
Pengakuan serupa juga disampaikan Kholil, pedagang yang lain. Menurut penjual ikan laut yang selama 10 tahun berdagang di pasar tersebut, revitalisasi ini menjadikan pasar tradisional yang dia tempati menjadi lebih modern. “Sudah bagus. Dan sekarang juga sudah enak,” tuturnya.
Menurut dia, revitalisasi pasar itu cukup penting. Karena masyarakat saat ini cenderung memilih tempat berbelanja yang nyaman. Karena itulah, Kolil menambahkan, perbaikan fasilitas pasar sangat diperlukan agar pasar rakyat semakin ramai pembeli. “Makanya, saat mendengar pasar akan dibangun saya sangat mendukung. Karena program ibu bupati tersebut menurut saya sangat bagus,” tandasnya. (kl/rus)
Editor : Radar Digital