Kontraktor Mengaku Sudah Diizinkan

JUMAI/RADAR JEMBER MANDEG DULU: Sisi bagian kanan jalan inilah yang rencananya akan dilebarkan.

RADARJEMBER.ID – Kok bisa pekerjaan pelebaran jalan ditolak? Diduga, persoalan ini dipicu belum tuntasnya pembicaraan antara Pemkab Jember dengan pihak PTPN 12 terkait pengelolaan Bandara Notohadinegoro.

IKLAN

Regar Awuy, selaku kontraktor mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah berkoordinasi dengan pihak PTPN 12, termasuk juga menghubungi pihak manajer dan administrator. “Jumat (24/8), kami sudah coba izin akan mendatangkan alat berat untuk pelebaran jalan ini,” ucapnya, kemarin. Saat itu, kata dia, diperbolehkan mendatangkan alat berat untuk memulai pekerjaan.

Namun, saat Selasa (28/8) pihaknya mendatangkan alat berat ke lokasi, justru mendapatkan penghalangan. Bahkan, alat berat tidak boleh turun di lokasi pelebaran. Pihaknya pun mengaku kaget, namun tidak bisa berbuat banyak. “Kami menunggu keputusan PTPN 12 dengan Pemkab Jember,” jelasnya. Meskipun terlambat, namun dia yakin bisa menyelesaikan pengerjaan itu tepat waktu hingga Desember 2018 mendatang.

Sementara itu, Siswono, Ketua Komisi C DPRD Jember mengaku sudah mengetahui kabar tersebut. “Iya kami mendapatkan kabar itu. Ini kami masih coba untuk melakukan komunikasi,” jelas Siswono yang mengaku masih berada di luar kota.

Dia sendiri mengira semua persoalan sudah tuntas, karena beberapa waktu lalu dari pihak kontraktor sudah mendapatkan akses untuk memulai pekerjaan tersebut. Namun, jika kondisinya seperti ini, pihaknya berjanji untuk mempertemukan semua pihak yang berkepentingan dengan proyek pelebaran jalan bandara ini. “Rabu depan (5/9) akan kami undang dan mempertemukan semua,” terangnya.

Baik itu Pemkab Jember, terutama bagian hukum, BPN, PTPN 12, Kontraktor, maupun DPU Bina Marga dan Sumber Daya Air selaku pengguna anggaran dalam kegiatan itu. Dia menuturkan, seharusnya masalah ini sudah selesai dibahas saat perencanaan proyek yang lalu, terutama mengeklirkan dengan pihak PTPN 12. “Bukan pas mau ada pengerjaan malah ada kejadian seperti ini,” jelasnya. Pihaknya pun berharap masalah ini tidak berlarut dan segera ada titik temu.

Termasuk juga solusi agar jalan masuk ke Bandara Notohadinegoro ini bisa segera dilaksanakan. Sebab, ini akan dapat mengubah wajah bandara bagi para tamu yang hendak datang ke Jember. “Kalau jalan yang sekarang kan tidak layak. Jika ada yang salipan, yang satu kendaraan pasti turun dari aspal jalan,” terangnya.

Namun, di satu pihak juga berharap pengerjaan ini tidak ada masalah hukum di kemudian hari. Termasuk menghindari gesekan Pemkab Jember dengan PTPN 12 yang seharusnya bersinergi membangun Bandara Notohadinegoro Jember.

Reporter : Rangga Mahardika
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: mron Hidayatullah
Fotografer: Jumai,

Reporter :

Fotografer :

Editor :