alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Camat Kalisat Bagikan Alat Kesehatan

Gandeng Stakeholder dalam Upaya Turunkan AKI/AKB dan Stunting

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWAT, RADARJEMBER.ID – Masalah stunting serta tingginya Angka Kematian Ibu/ Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) di Kabupaten Jember masih membutuhkan penanganan serius. Penanganan masalah tersebut tentu membutuhkan campur tangan dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, akademisi, pengusaha, dan masyarakat luas.
Hal tersebut juga telah dilakukan oleh pemerintah tingkat kecamatan, salah satunya Kecamatan Kalisat. Di mana telah dilakukan giat Rakor Satgas AKI/AKB dan Stunting bersama P3N Kecamatan Kalisat serta penyerahan alat kesehatan berupa timbangan digital untuk bayi dan alat ukur tinggi badan, Kamis (27/5).
Camat Kalisat Regar Jeane mengatakan, AKI/AKB dan stunting adalah tanggung jawab bersama. Untuk mengatasinya, perlu kerja sama dengan berbagai stakeholder.
Dalam giat yang dilakukan tersebut, kecamatan Kalisat menggandeng beberapa pengusaha serta mudin atau penghulu dari KUA. Kemudian juga Kapolsek Kalisat, Danramil Kalisat, Plt Kepala Puskesmas Kalisat dan Koordinator DP3AKB Kecamatan Kalisat.
“Mudin adalah salah satu ujung tombak akselerasi yang akan kita lakukan. Mereka menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat agar tidak dilakukan pernikahan dini. Untuk dapat dibangun komitmen dalam mencegah AKI/AKB dan stunting,” ujarnya. Penyerahan timbangan digital tersebut dilakukan pada dua posyandu di Kalisat.
Salah satu pengusaha, Darrys Pratama mengatakan, dirinya melihat angka stunting di Kecamatan Kalisat masih tinggi. Kemudian, dirinya mencoba berdiskusi dengan pihak kecamatan, dan mencari solusi bersama-sama. Akhirnya, dia tergerak untuk ikut berpartisipasi dalam penangan masalah tersebut.
“Setelah saya coba mengobrol dengan camat, lalu kita mencari solusinya. Akhirnya bisa membantu sebisa kita saja, yaitu alat timbang berat badan dan alat ukur tinggi badan,” katanya.
Sebagai pelaku usaha, dirinya merasa bahwa masalah stunting, AKI/AKB harus segera dituntaskan. bahkan, dia mengajak agar pelaku usaha lainnya jugadapat membantu maslah tersebut.
“Saya kan pelaku usaha lainnya ikut tergerak agar kita bisa mempercepat kemajuan dan kemakmuran di wilayah kita khususnya di Kalisat. Kalau bukan kita siapa lagi yang bisa membantu saudara kita,” tutupnya.

- Advertisement -

KALIWAT, RADARJEMBER.ID – Masalah stunting serta tingginya Angka Kematian Ibu/ Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) di Kabupaten Jember masih membutuhkan penanganan serius. Penanganan masalah tersebut tentu membutuhkan campur tangan dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, akademisi, pengusaha, dan masyarakat luas.
Hal tersebut juga telah dilakukan oleh pemerintah tingkat kecamatan, salah satunya Kecamatan Kalisat. Di mana telah dilakukan giat Rakor Satgas AKI/AKB dan Stunting bersama P3N Kecamatan Kalisat serta penyerahan alat kesehatan berupa timbangan digital untuk bayi dan alat ukur tinggi badan, Kamis (27/5).
Camat Kalisat Regar Jeane mengatakan, AKI/AKB dan stunting adalah tanggung jawab bersama. Untuk mengatasinya, perlu kerja sama dengan berbagai stakeholder.
Dalam giat yang dilakukan tersebut, kecamatan Kalisat menggandeng beberapa pengusaha serta mudin atau penghulu dari KUA. Kemudian juga Kapolsek Kalisat, Danramil Kalisat, Plt Kepala Puskesmas Kalisat dan Koordinator DP3AKB Kecamatan Kalisat.
“Mudin adalah salah satu ujung tombak akselerasi yang akan kita lakukan. Mereka menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat agar tidak dilakukan pernikahan dini. Untuk dapat dibangun komitmen dalam mencegah AKI/AKB dan stunting,” ujarnya. Penyerahan timbangan digital tersebut dilakukan pada dua posyandu di Kalisat.
Salah satu pengusaha, Darrys Pratama mengatakan, dirinya melihat angka stunting di Kecamatan Kalisat masih tinggi. Kemudian, dirinya mencoba berdiskusi dengan pihak kecamatan, dan mencari solusi bersama-sama. Akhirnya, dia tergerak untuk ikut berpartisipasi dalam penangan masalah tersebut.
“Setelah saya coba mengobrol dengan camat, lalu kita mencari solusinya. Akhirnya bisa membantu sebisa kita saja, yaitu alat timbang berat badan dan alat ukur tinggi badan,” katanya.
Sebagai pelaku usaha, dirinya merasa bahwa masalah stunting, AKI/AKB harus segera dituntaskan. bahkan, dia mengajak agar pelaku usaha lainnya jugadapat membantu maslah tersebut.
“Saya kan pelaku usaha lainnya ikut tergerak agar kita bisa mempercepat kemajuan dan kemakmuran di wilayah kita khususnya di Kalisat. Kalau bukan kita siapa lagi yang bisa membantu saudara kita,” tutupnya.

KALIWAT, RADARJEMBER.ID – Masalah stunting serta tingginya Angka Kematian Ibu/ Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) di Kabupaten Jember masih membutuhkan penanganan serius. Penanganan masalah tersebut tentu membutuhkan campur tangan dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, akademisi, pengusaha, dan masyarakat luas.
Hal tersebut juga telah dilakukan oleh pemerintah tingkat kecamatan, salah satunya Kecamatan Kalisat. Di mana telah dilakukan giat Rakor Satgas AKI/AKB dan Stunting bersama P3N Kecamatan Kalisat serta penyerahan alat kesehatan berupa timbangan digital untuk bayi dan alat ukur tinggi badan, Kamis (27/5).
Camat Kalisat Regar Jeane mengatakan, AKI/AKB dan stunting adalah tanggung jawab bersama. Untuk mengatasinya, perlu kerja sama dengan berbagai stakeholder.
Dalam giat yang dilakukan tersebut, kecamatan Kalisat menggandeng beberapa pengusaha serta mudin atau penghulu dari KUA. Kemudian juga Kapolsek Kalisat, Danramil Kalisat, Plt Kepala Puskesmas Kalisat dan Koordinator DP3AKB Kecamatan Kalisat.
“Mudin adalah salah satu ujung tombak akselerasi yang akan kita lakukan. Mereka menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat agar tidak dilakukan pernikahan dini. Untuk dapat dibangun komitmen dalam mencegah AKI/AKB dan stunting,” ujarnya. Penyerahan timbangan digital tersebut dilakukan pada dua posyandu di Kalisat.
Salah satu pengusaha, Darrys Pratama mengatakan, dirinya melihat angka stunting di Kecamatan Kalisat masih tinggi. Kemudian, dirinya mencoba berdiskusi dengan pihak kecamatan, dan mencari solusi bersama-sama. Akhirnya, dia tergerak untuk ikut berpartisipasi dalam penangan masalah tersebut.
“Setelah saya coba mengobrol dengan camat, lalu kita mencari solusinya. Akhirnya bisa membantu sebisa kita saja, yaitu alat timbang berat badan dan alat ukur tinggi badan,” katanya.
Sebagai pelaku usaha, dirinya merasa bahwa masalah stunting, AKI/AKB harus segera dituntaskan. bahkan, dia mengajak agar pelaku usaha lainnya jugadapat membantu maslah tersebut.
“Saya kan pelaku usaha lainnya ikut tergerak agar kita bisa mempercepat kemajuan dan kemakmuran di wilayah kita khususnya di Kalisat. Kalau bukan kita siapa lagi yang bisa membantu saudara kita,” tutupnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/