alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Wes Wayahe Jember Melek Digital

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Adanya pandemi Covid-19 nyatanya memberikan keberkahan terhadap masyarakat Kabupaten Jember. Salah satunya mengharuskan masyarakat Jember melek digital.

“Kalau bukan karena wabah ini, mungkin digitalnya nggak seperti ini,” ungkap Bupati Jember Hendy Siswanto.

Meski begitu, dia menerangkan bahwa tentu banyak tantangan terkait literasi digital tersebut. Terlebih, sosialisasi hal yang baru untuk sekitar 2,6 juta penduduk di Jember bukanlah hal mudah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat ini, lanjutnya, ada 58 persen pengguna internet di Jember berasal dari penduduk kota. Sementara untuk penduduk desa, ada sejumlah 34 persen. Mereka aktif berdigitalisasi selama pandemi Covid-19. Karena itu, Hendy menegaskan bahwa perlu adanya sosialisasi dan tim khusus untuk memaksimalkan hal itu. Baik untuk bisnis maupun edukasi diri.

Berdasar survei pada 2020 silam, Hendy menyebut pemanfaatan internet sebanyak 29 persen untuk komunikasi, 24 persen bermedia sosial, 9,7 persen mengakses hiburan, 7 persen akses pelayanan publik, dan sebanyak 4,8 persen belanja online. Dalam hal ini, dia menambahkan bahwa aktivitas belanja online masih sangat minim. Artinya, masih banyak kerumunan di lokasi perbelanjaan luring alias offline. Dengan begitu, perlu ada komunikasi dan edukasi tentang bahaya Covid-19 dalam sektor tersebut.

Sementara itu, peningkatan aktivitas secara daring perlu memperkuat literasi digital untuk masyarakat. Salah satunya kemampuan untuk memahami dan mengolah informasi secara bertanggung jawab. “Soalnya, akan berbahaya jika tidak punya tanggung jawab. Ibarat pisau yang tajam, bisa melukai diri sendiri dan orang lain,” tegas Hendy.

Karena itu, kemampuan untuk memfilter informasi sangat dibutuhkan agar tak mudah terpengaruh hal-hal yang tidak benar. Contohnya, minum susu tertentu bisa mencegah Covid-19. Apalagi kabar miring bahwa bupati dan wakil bupati menyilakan untuk tidak pakai masker. Dia menuturkan bahwa hal tersebut jelas tidak benar.

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Adanya pandemi Covid-19 nyatanya memberikan keberkahan terhadap masyarakat Kabupaten Jember. Salah satunya mengharuskan masyarakat Jember melek digital.

“Kalau bukan karena wabah ini, mungkin digitalnya nggak seperti ini,” ungkap Bupati Jember Hendy Siswanto.

Meski begitu, dia menerangkan bahwa tentu banyak tantangan terkait literasi digital tersebut. Terlebih, sosialisasi hal yang baru untuk sekitar 2,6 juta penduduk di Jember bukanlah hal mudah.

Saat ini, lanjutnya, ada 58 persen pengguna internet di Jember berasal dari penduduk kota. Sementara untuk penduduk desa, ada sejumlah 34 persen. Mereka aktif berdigitalisasi selama pandemi Covid-19. Karena itu, Hendy menegaskan bahwa perlu adanya sosialisasi dan tim khusus untuk memaksimalkan hal itu. Baik untuk bisnis maupun edukasi diri.

Berdasar survei pada 2020 silam, Hendy menyebut pemanfaatan internet sebanyak 29 persen untuk komunikasi, 24 persen bermedia sosial, 9,7 persen mengakses hiburan, 7 persen akses pelayanan publik, dan sebanyak 4,8 persen belanja online. Dalam hal ini, dia menambahkan bahwa aktivitas belanja online masih sangat minim. Artinya, masih banyak kerumunan di lokasi perbelanjaan luring alias offline. Dengan begitu, perlu ada komunikasi dan edukasi tentang bahaya Covid-19 dalam sektor tersebut.

Sementara itu, peningkatan aktivitas secara daring perlu memperkuat literasi digital untuk masyarakat. Salah satunya kemampuan untuk memahami dan mengolah informasi secara bertanggung jawab. “Soalnya, akan berbahaya jika tidak punya tanggung jawab. Ibarat pisau yang tajam, bisa melukai diri sendiri dan orang lain,” tegas Hendy.

Karena itu, kemampuan untuk memfilter informasi sangat dibutuhkan agar tak mudah terpengaruh hal-hal yang tidak benar. Contohnya, minum susu tertentu bisa mencegah Covid-19. Apalagi kabar miring bahwa bupati dan wakil bupati menyilakan untuk tidak pakai masker. Dia menuturkan bahwa hal tersebut jelas tidak benar.

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Adanya pandemi Covid-19 nyatanya memberikan keberkahan terhadap masyarakat Kabupaten Jember. Salah satunya mengharuskan masyarakat Jember melek digital.

“Kalau bukan karena wabah ini, mungkin digitalnya nggak seperti ini,” ungkap Bupati Jember Hendy Siswanto.

Meski begitu, dia menerangkan bahwa tentu banyak tantangan terkait literasi digital tersebut. Terlebih, sosialisasi hal yang baru untuk sekitar 2,6 juta penduduk di Jember bukanlah hal mudah.

Saat ini, lanjutnya, ada 58 persen pengguna internet di Jember berasal dari penduduk kota. Sementara untuk penduduk desa, ada sejumlah 34 persen. Mereka aktif berdigitalisasi selama pandemi Covid-19. Karena itu, Hendy menegaskan bahwa perlu adanya sosialisasi dan tim khusus untuk memaksimalkan hal itu. Baik untuk bisnis maupun edukasi diri.

Berdasar survei pada 2020 silam, Hendy menyebut pemanfaatan internet sebanyak 29 persen untuk komunikasi, 24 persen bermedia sosial, 9,7 persen mengakses hiburan, 7 persen akses pelayanan publik, dan sebanyak 4,8 persen belanja online. Dalam hal ini, dia menambahkan bahwa aktivitas belanja online masih sangat minim. Artinya, masih banyak kerumunan di lokasi perbelanjaan luring alias offline. Dengan begitu, perlu ada komunikasi dan edukasi tentang bahaya Covid-19 dalam sektor tersebut.

Sementara itu, peningkatan aktivitas secara daring perlu memperkuat literasi digital untuk masyarakat. Salah satunya kemampuan untuk memahami dan mengolah informasi secara bertanggung jawab. “Soalnya, akan berbahaya jika tidak punya tanggung jawab. Ibarat pisau yang tajam, bisa melukai diri sendiri dan orang lain,” tegas Hendy.

Karena itu, kemampuan untuk memfilter informasi sangat dibutuhkan agar tak mudah terpengaruh hal-hal yang tidak benar. Contohnya, minum susu tertentu bisa mencegah Covid-19. Apalagi kabar miring bahwa bupati dan wakil bupati menyilakan untuk tidak pakai masker. Dia menuturkan bahwa hal tersebut jelas tidak benar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/