alexametrics
24 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Jadi Model Kegiatan Pramuka di Era Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkemahan Sehat Era Pandemi (Persemi) digelar oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, akhir pekan lalu. Tepatnya Sabtu hingga Minggu (27-28/3) kemarin. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Persemi tersebut karena memenuhi protokol kesehatan (prokes).

Dia menerangkan bahwa Persemi adalah sebuah terobosan yang diinisiasi Kwarda Jatim. Nantinya, bakal menjadi referensi Pramuka di Indonesia. “Ada referensi perkemahan pandemi dengan tetap menjaga protokol kesehatan sambil tetap konsolidasi. Pasti tidak mudah menemukan ruang seperti ini serta action plan yang terencana dan terukur,” ungkap wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabinda) Pramuka Jatim tersebut.

Khofifah menilai, Persemi menjadi terobosan dari Kwarda Pramuka sesuai arahan Presiden Jokowi. Saat ini masyarakat harus melakukan inovasi dan langkah-langkah yang out of the box. Presiden terus mengulang pesan tersebut agar kita memulai dengan perilaku yang normal, namun memiliki banyak inovasi. “Smart shortcut, harus cerdas, melakukan langkah cepat dan tepat,” tutur Khofifah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menyatakan, Pramuka selama ini telah membuktikan darma baktinya dengan tidak pernah lelah melayani masyarakat. Misalnya, dalam kegiatan sosial penanggulangan korban banjir, selalu ada insan Pramuka yang turut membantu. Dengan begitu, benih-benih Pramuka patut terus diperjuangkan.

Lebih lanjut, Bupati Jember Hendy Siswanto memaparkan bahwa Pramuka bermanfaat sebagai pendidikan informal yang akan melengkapi pendidikan formal di sekolah. Sebab, menurut dia, pendidikan formal tidak akan cukup untuk menghasilkan pemuda yang berkarakter.

Kegiatan Persemi, lanjutnya, sangat penting karena bisa mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi antarkader. Selain itu, perkemahan dengan konsep disiplin prokes itu juga berperan meningkatkan keterampilan dan kecakapan kader. “Ini dapat menjadi langkah awal bagi Pramuka untuk tetap dapat beraktivitas di masa pandemi,” ulasnya.

Ketua Kwarda Pramuka Jatim HM Arum Sabil menyatakan bahwa kegiatan Persemi ini akan menjadi model dari kegiatan Pramuka selanjutnya di masa pandemi. Kondisi Pandemi yang masih berlangsung, menurut Arum, menuntut semua pihak untuk cerdas menghadapi dan beradaptasi akan hal itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkemahan Sehat Era Pandemi (Persemi) digelar oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, akhir pekan lalu. Tepatnya Sabtu hingga Minggu (27-28/3) kemarin. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Persemi tersebut karena memenuhi protokol kesehatan (prokes).

Dia menerangkan bahwa Persemi adalah sebuah terobosan yang diinisiasi Kwarda Jatim. Nantinya, bakal menjadi referensi Pramuka di Indonesia. “Ada referensi perkemahan pandemi dengan tetap menjaga protokol kesehatan sambil tetap konsolidasi. Pasti tidak mudah menemukan ruang seperti ini serta action plan yang terencana dan terukur,” ungkap wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabinda) Pramuka Jatim tersebut.

Khofifah menilai, Persemi menjadi terobosan dari Kwarda Pramuka sesuai arahan Presiden Jokowi. Saat ini masyarakat harus melakukan inovasi dan langkah-langkah yang out of the box. Presiden terus mengulang pesan tersebut agar kita memulai dengan perilaku yang normal, namun memiliki banyak inovasi. “Smart shortcut, harus cerdas, melakukan langkah cepat dan tepat,” tutur Khofifah.

Dia menyatakan, Pramuka selama ini telah membuktikan darma baktinya dengan tidak pernah lelah melayani masyarakat. Misalnya, dalam kegiatan sosial penanggulangan korban banjir, selalu ada insan Pramuka yang turut membantu. Dengan begitu, benih-benih Pramuka patut terus diperjuangkan.

Lebih lanjut, Bupati Jember Hendy Siswanto memaparkan bahwa Pramuka bermanfaat sebagai pendidikan informal yang akan melengkapi pendidikan formal di sekolah. Sebab, menurut dia, pendidikan formal tidak akan cukup untuk menghasilkan pemuda yang berkarakter.

Kegiatan Persemi, lanjutnya, sangat penting karena bisa mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi antarkader. Selain itu, perkemahan dengan konsep disiplin prokes itu juga berperan meningkatkan keterampilan dan kecakapan kader. “Ini dapat menjadi langkah awal bagi Pramuka untuk tetap dapat beraktivitas di masa pandemi,” ulasnya.

Ketua Kwarda Pramuka Jatim HM Arum Sabil menyatakan bahwa kegiatan Persemi ini akan menjadi model dari kegiatan Pramuka selanjutnya di masa pandemi. Kondisi Pandemi yang masih berlangsung, menurut Arum, menuntut semua pihak untuk cerdas menghadapi dan beradaptasi akan hal itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkemahan Sehat Era Pandemi (Persemi) digelar oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, akhir pekan lalu. Tepatnya Sabtu hingga Minggu (27-28/3) kemarin. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Persemi tersebut karena memenuhi protokol kesehatan (prokes).

Dia menerangkan bahwa Persemi adalah sebuah terobosan yang diinisiasi Kwarda Jatim. Nantinya, bakal menjadi referensi Pramuka di Indonesia. “Ada referensi perkemahan pandemi dengan tetap menjaga protokol kesehatan sambil tetap konsolidasi. Pasti tidak mudah menemukan ruang seperti ini serta action plan yang terencana dan terukur,” ungkap wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabinda) Pramuka Jatim tersebut.

Khofifah menilai, Persemi menjadi terobosan dari Kwarda Pramuka sesuai arahan Presiden Jokowi. Saat ini masyarakat harus melakukan inovasi dan langkah-langkah yang out of the box. Presiden terus mengulang pesan tersebut agar kita memulai dengan perilaku yang normal, namun memiliki banyak inovasi. “Smart shortcut, harus cerdas, melakukan langkah cepat dan tepat,” tutur Khofifah.

Dia menyatakan, Pramuka selama ini telah membuktikan darma baktinya dengan tidak pernah lelah melayani masyarakat. Misalnya, dalam kegiatan sosial penanggulangan korban banjir, selalu ada insan Pramuka yang turut membantu. Dengan begitu, benih-benih Pramuka patut terus diperjuangkan.

Lebih lanjut, Bupati Jember Hendy Siswanto memaparkan bahwa Pramuka bermanfaat sebagai pendidikan informal yang akan melengkapi pendidikan formal di sekolah. Sebab, menurut dia, pendidikan formal tidak akan cukup untuk menghasilkan pemuda yang berkarakter.

Kegiatan Persemi, lanjutnya, sangat penting karena bisa mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi antarkader. Selain itu, perkemahan dengan konsep disiplin prokes itu juga berperan meningkatkan keterampilan dan kecakapan kader. “Ini dapat menjadi langkah awal bagi Pramuka untuk tetap dapat beraktivitas di masa pandemi,” ulasnya.

Ketua Kwarda Pramuka Jatim HM Arum Sabil menyatakan bahwa kegiatan Persemi ini akan menjadi model dari kegiatan Pramuka selanjutnya di masa pandemi. Kondisi Pandemi yang masih berlangsung, menurut Arum, menuntut semua pihak untuk cerdas menghadapi dan beradaptasi akan hal itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/