22.9 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Perlahan Ditertibkan, sambil Cari Solusi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Maraknya tambak liar di daerah pesisir pantai selatan Jember, khususnya area sempadan, sangat merugikan negara juga Pemkab Jember. Upaya penertiban sudah mulai dilakukan pemkab bersama tim khusus. Kelonggaran masih diberikan untuk meneruskan usaha tambak yang sudah berjalan. Namun, sesegera mungkin relokasi akan dilakukan.

BACA JUGA : Ratusan Rumah Warga Ngampelrejo Jember Direndam Banjir Setinggi 1 Meter

Beberapa waktu lalu, Bupati Jember Hendy Siswanto bersama Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman sudah menyidak langsung tambak-tambak ilegal di daerah sempadan pantai. Keduanya juga telah menemui pengelolanya yang kebanyakan adalah investor dari luar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Hendy mengutarakan, sudah mulai dilakukan penertiban tambak-tambak liar. Pemilik-pemiliknya juga sudah dipanggil sebagai upaya peringatan dan diskusi lanjut tentang penyelesaiannya. “Memang kami akan pindahkan tambak-tambak itu. Tapi, tetap ada tempat lain untuk menjadi lokasi baru tambak (tidak di sempadan pantai, Red),” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Sabtu (26/11), di halaman Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Jember.

Rencana pemindahan sudah ada. Dalam hal ini, pemkab masih memberikan toleransi waktu. Dia mengatakan, pihaknya tak ingin merugikan banyak pihak karena persoalan itu. Oleh karena itu, prosesnya masih bertahap. Menurutnya, peringatan dan larangan harus diiringi dengan solusi. “Tidak langsung dibersihkan (direlokasi), mereka (pemilik tambak liar, Red) perlu bekerja,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Maraknya tambak liar di daerah pesisir pantai selatan Jember, khususnya area sempadan, sangat merugikan negara juga Pemkab Jember. Upaya penertiban sudah mulai dilakukan pemkab bersama tim khusus. Kelonggaran masih diberikan untuk meneruskan usaha tambak yang sudah berjalan. Namun, sesegera mungkin relokasi akan dilakukan.

BACA JUGA : Ratusan Rumah Warga Ngampelrejo Jember Direndam Banjir Setinggi 1 Meter

Beberapa waktu lalu, Bupati Jember Hendy Siswanto bersama Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman sudah menyidak langsung tambak-tambak ilegal di daerah sempadan pantai. Keduanya juga telah menemui pengelolanya yang kebanyakan adalah investor dari luar Jember.

Bupati Hendy mengutarakan, sudah mulai dilakukan penertiban tambak-tambak liar. Pemilik-pemiliknya juga sudah dipanggil sebagai upaya peringatan dan diskusi lanjut tentang penyelesaiannya. “Memang kami akan pindahkan tambak-tambak itu. Tapi, tetap ada tempat lain untuk menjadi lokasi baru tambak (tidak di sempadan pantai, Red),” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Sabtu (26/11), di halaman Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Jember.

Rencana pemindahan sudah ada. Dalam hal ini, pemkab masih memberikan toleransi waktu. Dia mengatakan, pihaknya tak ingin merugikan banyak pihak karena persoalan itu. Oleh karena itu, prosesnya masih bertahap. Menurutnya, peringatan dan larangan harus diiringi dengan solusi. “Tidak langsung dibersihkan (direlokasi), mereka (pemilik tambak liar, Red) perlu bekerja,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Maraknya tambak liar di daerah pesisir pantai selatan Jember, khususnya area sempadan, sangat merugikan negara juga Pemkab Jember. Upaya penertiban sudah mulai dilakukan pemkab bersama tim khusus. Kelonggaran masih diberikan untuk meneruskan usaha tambak yang sudah berjalan. Namun, sesegera mungkin relokasi akan dilakukan.

BACA JUGA : Ratusan Rumah Warga Ngampelrejo Jember Direndam Banjir Setinggi 1 Meter

Beberapa waktu lalu, Bupati Jember Hendy Siswanto bersama Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman sudah menyidak langsung tambak-tambak ilegal di daerah sempadan pantai. Keduanya juga telah menemui pengelolanya yang kebanyakan adalah investor dari luar Jember.

Bupati Hendy mengutarakan, sudah mulai dilakukan penertiban tambak-tambak liar. Pemilik-pemiliknya juga sudah dipanggil sebagai upaya peringatan dan diskusi lanjut tentang penyelesaiannya. “Memang kami akan pindahkan tambak-tambak itu. Tapi, tetap ada tempat lain untuk menjadi lokasi baru tambak (tidak di sempadan pantai, Red),” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Sabtu (26/11), di halaman Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Jember.

Rencana pemindahan sudah ada. Dalam hal ini, pemkab masih memberikan toleransi waktu. Dia mengatakan, pihaknya tak ingin merugikan banyak pihak karena persoalan itu. Oleh karena itu, prosesnya masih bertahap. Menurutnya, peringatan dan larangan harus diiringi dengan solusi. “Tidak langsung dibersihkan (direlokasi), mereka (pemilik tambak liar, Red) perlu bekerja,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca