Vision Vista Entertainment Ditutup

KHAWAS AUSKARNI/RADAR SEMERU TAK MAIN-MAIN: Bupati Thoriq berdialog dengan owner Vision Vista saat sidak kemarin malam.

RADARJEMBER.ID – “SEKARANG, saya bupatinya,’’ kata Bupati Thoriq kepada Sudarmono Tanoyo, owner Vision Vista yang malam itu didampingi direkturnya, Junaidi Abdilla. Thoriq menegaskan, dialah kini memimpin Lumajang. Dan dia, tak akan main-main dengan tempat-tempat hiburan yang disalahgunakan peruntukannya.

IKLAN

Thoriq malam itu membuat keputusan yang cukup mengagetkan. Di malam pertama dia resmi ngantor di Pemkab Lumajang, dia sidak ke tempat karaoke itu dan menutupnya. Tentu tak asal. Tempat karaoke Vision Vista Entertainment, atau lebih dikenal V2 itu resmi dia hentikan operasinya dengan alasan pelanggaran izin prinsip sekaligus desakan dari sejumlah tokoh agama. Tempat hiburan yang terletak di bilangan Sastrodikoro 70 Citrodiwangsan itu konon lebih sering digunakan untuk tempat-tempat maksiat bahkan kabarnya  sampai mesum.

Selasa (25/8) sekitar pukul 20:24, Bupati Thoriq, Wakil Bupati Indah dan sejumlah rombongan sekitar empat mobil tiba di halaman muka Vision Vista. Keduanya langsung masuk ke dalam salah satu ruangan, di bagian depan. Di situ ternyata sudah ada pemilik Vision Vista Sudarmono Tanoyo, didampingi direkturnya, Junaidi Abdilla.

Sempat bersapa ramah sesaat, Bupati Thoriq langsung mengutarakan maksudnya untuk menutup operasi Vision Vista malam itu juga. Hal ini membuat Sudarmono kaget. Pasalnya, pihaknya tidak merasa melanggar izin, sekaligus tidak pernah mendapat teguran tertulis maupun lisan sebelum penutupan malam itu.

Di dalam ruang pertemuan, Bupati Thoriq menjelaskan, pihaknya berkeputusan menutup operasi tempat karaoke Vision Vista setelah mengkaji perizinan tempat hiburan tersebut. Bahwa, ada dua pelanggaran dalam kegiatan usaha Vision Vista yang tidak termaktub dalam izin prinsip yang diberikan pemerintah Kabupaten Lumajang sekitar 2017. Di dalam surat izin tersebut, menurut Bupati Thoriq, pihak Vision Vista hanya diberi izin untuk menjalankan usaha kafe dan restoran saja. Namun nyatanya, tempat hiburan yang mulai beroperasi pada Maret 2017 itu juga menjalankan usaha karaoke, menyediakan purel dan menjual minuman keras beralkohol. “Selain karena saran dari ormas Islam seperti PC NU Juga Muhammadiyah. Sehingga, saya pada pemerintahan ini berkeinginan supaya yang begini-begini tidak ada di Lumajang,” terang Bupati Thoriq.

SK Penutupan tidak langsung bisa diberikan. Sebab, dalam pertemuan panas yang disaksikan banyak wartawan itu kedua belah pihak sempat berdebat panjang soal purel. Bupati Thoriq mengatakan, sebelum kedatangannya ke Vision Vista Selasa malam, dirinya sudah pernah bertanya langsung kepada Direktur Vision Vista Junaidi Abdilla terkait ada tidaknya purel di tempat itu. Dan celakanya, pria yang karib disapa Dilla itu mengaku jika Vision Vista menyediakan purel.

Bukan hanya itu, lanjut Bupati Thoriq, menurutnya Dilla juga mengaku Vision Vista juga menyediakan minuman keras beralkohol semacam Civas. Juga beberapa yang minuman beralkohol lainnya.

Dilla mengklarifikasi tudingan tersebut usai pertemuan buyar. Kepada wartawan dia meluruskan, tempat usahanya tidak menjual minuman keras. Minuman yang dijual hanya jenis bir. Itu pun sudah mendapatkan izin dari pihak berwenang. “Sebetulnya itu tidak betul. Karena kami tidak menyediakan LC (purel). Dan kami cuma dengan menyiapkan bir aja. Dan itu ada izinnya,” kilah Dilla.

Begitu juga dengan Sudarmono (pemilik Vision Vista). Pria yang biasa disapa Isik itu di hadapan Bupati Thoriq langsung membantah dalih bupati yang dijadikan dasar penutupan Vision Vista. Kepada Bupati Thoriq, Isik menegaskan, tidak benar pihaknya menyediakan purel. Yang benar adalah, sebagian pengunjung Vison Vista masuk dengan membawa sendiri purel dari luar.

Bupati Thoriq memotong perundingan tersebut. Menurutnya, bukti-bukti sudah cukup nyata. Sehingga pihaknya tidak mau pembahasan tersebut jadi selegenje. “Saya tidak mau ini jadi selegenje,” tegas Bupati Thoriq.

Kepada manajemen Vision Vista dia menyampaikan, pemerintah daerah masih membuka ruang investasi, jika pihak Vision Vista masih berkenan. Asal, bentuk usahanya diubah, misal menjadi tempat pertemuan, restoran, atau rumah makan. Pertemuan diakhiri dengan penyerahan SK penutupan dari Bupati Thoriq kepada Isik.

Usai pertemuan dengan bupati, Sudarmono kepada wartawan mengaku keberatan dengan keputusan Bupati Thoriq. “Kami keberatan sekali dengan penutupan. Sementara ini masih koordinasi. Apa izin kami sekarang ini ada pelanggaran? Apa kami pernah ditegur? Belum pernah. Tahu-tahu kita dikasih SK penutupan,” ucapnya.

Akibat penutupan itu, dia mengaku harus menanggung kerugian miliaran rupiah. Belum lagi sekitar 100 karyawan yang harus diberhentikan jika usaha itu ditutup. “Saya membangun usaha ini habis sekitar Rp 20 miliar. Dan sampai sekarang belum balik modal,” ujar Sudarmono.

Bupati Thoriq tegas. Dia mengaku akan bersikap sama kepada tempat-tempat maksiat lainnya yang banyak beroperasi di Lumajang. “Silakan ditutup sendiri sekarang, sebelum semua saya tutup,’’ katanya tegas.

Reporter & Fotografer: Khawas Auskarni Muhyidin
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :