alexametrics
31.2 C
Jember
Monday, 4 July 2022

Isi Mandat dari Presiden untuk Kabupaten Jember

Bupati Tekad Jalankan Mandat dari Presiden

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember mendapatkan mandat langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, kemarin (25/8). Salah satunya dalam upaya mendorong peningkatan peran UMKM melalui optimalisasi digitalisasi untuk mendukung pemulihan ekonomi dan stabilitas pangan.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan arahan kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), termasuk Kabupaten Jember, yang dihadiri Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman beserta sejumlah organisasi pimpinan daerah (OPD) terkait.

Lebih lanjut, Jokowi meminta kewaspadaan dalam mengatur keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi. “Pandemi Covid-19 masih membayangi kehidupan. Upaya telah dilakukan dengan bersinergi dan berkolaborasi untuk menekan penurunan Covid-19,” ungkapnya. Karena itu, pemulihan ekonomi harus terus diupayakan dengan cara aktif mendorong UMKM maju secara digital.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jokowi juga menyoroti daya beli masyarakat dan berharap setiap pemerintah daerah tetap bisa meningkatkan daya beli untuk mendorong perekonomian. Sebab, salah satu penyebab Inflasi yang rendah adalah menurunnya daya beli masyarakat. Selain itu, disebabkan pembatasan aktivitas dan mobilitas dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). “Kita harus tetap waspada. Hati-hati mengatur kesehatan. Covid-19 harus dikendalikan, dan masyarakat rentan harus dilindungi,” tegasnya.

Jokowi berharap, peningkatan ekonomi berasal dari daya beli masyarakat yang harus ditingkatkan. Dengan begitu, hal tersebut akan membantu mendorong sisi minat permintaan dan meningkatkan ekonomi nasional. “Ini untuk menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember mendapatkan mandat langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, kemarin (25/8). Salah satunya dalam upaya mendorong peningkatan peran UMKM melalui optimalisasi digitalisasi untuk mendukung pemulihan ekonomi dan stabilitas pangan.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan arahan kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), termasuk Kabupaten Jember, yang dihadiri Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman beserta sejumlah organisasi pimpinan daerah (OPD) terkait.

Lebih lanjut, Jokowi meminta kewaspadaan dalam mengatur keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi. “Pandemi Covid-19 masih membayangi kehidupan. Upaya telah dilakukan dengan bersinergi dan berkolaborasi untuk menekan penurunan Covid-19,” ungkapnya. Karena itu, pemulihan ekonomi harus terus diupayakan dengan cara aktif mendorong UMKM maju secara digital.

Jokowi juga menyoroti daya beli masyarakat dan berharap setiap pemerintah daerah tetap bisa meningkatkan daya beli untuk mendorong perekonomian. Sebab, salah satu penyebab Inflasi yang rendah adalah menurunnya daya beli masyarakat. Selain itu, disebabkan pembatasan aktivitas dan mobilitas dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). “Kita harus tetap waspada. Hati-hati mengatur kesehatan. Covid-19 harus dikendalikan, dan masyarakat rentan harus dilindungi,” tegasnya.

Jokowi berharap, peningkatan ekonomi berasal dari daya beli masyarakat yang harus ditingkatkan. Dengan begitu, hal tersebut akan membantu mendorong sisi minat permintaan dan meningkatkan ekonomi nasional. “Ini untuk menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember mendapatkan mandat langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, kemarin (25/8). Salah satunya dalam upaya mendorong peningkatan peran UMKM melalui optimalisasi digitalisasi untuk mendukung pemulihan ekonomi dan stabilitas pangan.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan arahan kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), termasuk Kabupaten Jember, yang dihadiri Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman beserta sejumlah organisasi pimpinan daerah (OPD) terkait.

Lebih lanjut, Jokowi meminta kewaspadaan dalam mengatur keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi. “Pandemi Covid-19 masih membayangi kehidupan. Upaya telah dilakukan dengan bersinergi dan berkolaborasi untuk menekan penurunan Covid-19,” ungkapnya. Karena itu, pemulihan ekonomi harus terus diupayakan dengan cara aktif mendorong UMKM maju secara digital.

Jokowi juga menyoroti daya beli masyarakat dan berharap setiap pemerintah daerah tetap bisa meningkatkan daya beli untuk mendorong perekonomian. Sebab, salah satu penyebab Inflasi yang rendah adalah menurunnya daya beli masyarakat. Selain itu, disebabkan pembatasan aktivitas dan mobilitas dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). “Kita harus tetap waspada. Hati-hati mengatur kesehatan. Covid-19 harus dikendalikan, dan masyarakat rentan harus dilindungi,” tegasnya.

Jokowi berharap, peningkatan ekonomi berasal dari daya beli masyarakat yang harus ditingkatkan. Dengan begitu, hal tersebut akan membantu mendorong sisi minat permintaan dan meningkatkan ekonomi nasional. “Ini untuk menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/