alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Pemasaran Perlu Beralih ke Digital

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Pemasaran produk secara digital sudah tidak asing lagi di zaman sekarang. Pelaku usaha di Jember, baik muda maupun tua, harus segera beradaptasi. Menurut Bupati Jember Hendy Siswanto, proses pemasaran produk secara daring di Jember masih tergolong lemah.

Bupati Hendy mengatakan bahwa digitalisasi untuk industri maupun bisnis yang lainnya sudah menjadi keharusan. Kesempatan yang terbuka lebar di dalamnya tidak bisa dihindarkan. “Dunia sudah berkembang, kita wajib ikut di sana,” katanya.

Di dalam dunia maya, lanjutnya, proses transaksi bisa menjangkau konsumen di mana saja. Dia menambahkan bahwa literasi digital di Jember mulai menggeliat. Pihaknya akan memulai perlahan untuk mengembangkan pelaku ekonomi di Jember. Meski dimulai dengan sesuatu yang kecil, asal ada keberlanjutan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Hendy meminta arahan kepada Dirjen Kementerian Perindustrian untuk membantu Jember dalam meningkatkan nilai tambah pada produk-produk domestik. Terutama mengenai mekanisme yang tepat untuk mendapatkan harga ekspor pada barang lokal dan dijual kepada konsumen luar negeri.

Dia menilai, hampir seluruh pelaku usaha di Jember memiliki produk yang sudah dikemas secara bagus dan memiliki potensi untuk ekspor. Akan tetapi, terbatas pada pemasarannya. “Mereka (pelaku usaha Jember, Red) masih menunggu adanya buyer atau pembeli untuk mau melakukan transaksi,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Pemasaran produk secara digital sudah tidak asing lagi di zaman sekarang. Pelaku usaha di Jember, baik muda maupun tua, harus segera beradaptasi. Menurut Bupati Jember Hendy Siswanto, proses pemasaran produk secara daring di Jember masih tergolong lemah.

Bupati Hendy mengatakan bahwa digitalisasi untuk industri maupun bisnis yang lainnya sudah menjadi keharusan. Kesempatan yang terbuka lebar di dalamnya tidak bisa dihindarkan. “Dunia sudah berkembang, kita wajib ikut di sana,” katanya.

Di dalam dunia maya, lanjutnya, proses transaksi bisa menjangkau konsumen di mana saja. Dia menambahkan bahwa literasi digital di Jember mulai menggeliat. Pihaknya akan memulai perlahan untuk mengembangkan pelaku ekonomi di Jember. Meski dimulai dengan sesuatu yang kecil, asal ada keberlanjutan.

Bupati Hendy meminta arahan kepada Dirjen Kementerian Perindustrian untuk membantu Jember dalam meningkatkan nilai tambah pada produk-produk domestik. Terutama mengenai mekanisme yang tepat untuk mendapatkan harga ekspor pada barang lokal dan dijual kepada konsumen luar negeri.

Dia menilai, hampir seluruh pelaku usaha di Jember memiliki produk yang sudah dikemas secara bagus dan memiliki potensi untuk ekspor. Akan tetapi, terbatas pada pemasarannya. “Mereka (pelaku usaha Jember, Red) masih menunggu adanya buyer atau pembeli untuk mau melakukan transaksi,” terangnya.

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Pemasaran produk secara digital sudah tidak asing lagi di zaman sekarang. Pelaku usaha di Jember, baik muda maupun tua, harus segera beradaptasi. Menurut Bupati Jember Hendy Siswanto, proses pemasaran produk secara daring di Jember masih tergolong lemah.

Bupati Hendy mengatakan bahwa digitalisasi untuk industri maupun bisnis yang lainnya sudah menjadi keharusan. Kesempatan yang terbuka lebar di dalamnya tidak bisa dihindarkan. “Dunia sudah berkembang, kita wajib ikut di sana,” katanya.

Di dalam dunia maya, lanjutnya, proses transaksi bisa menjangkau konsumen di mana saja. Dia menambahkan bahwa literasi digital di Jember mulai menggeliat. Pihaknya akan memulai perlahan untuk mengembangkan pelaku ekonomi di Jember. Meski dimulai dengan sesuatu yang kecil, asal ada keberlanjutan.

Bupati Hendy meminta arahan kepada Dirjen Kementerian Perindustrian untuk membantu Jember dalam meningkatkan nilai tambah pada produk-produk domestik. Terutama mengenai mekanisme yang tepat untuk mendapatkan harga ekspor pada barang lokal dan dijual kepada konsumen luar negeri.

Dia menilai, hampir seluruh pelaku usaha di Jember memiliki produk yang sudah dikemas secara bagus dan memiliki potensi untuk ekspor. Akan tetapi, terbatas pada pemasarannya. “Mereka (pelaku usaha Jember, Red) masih menunggu adanya buyer atau pembeli untuk mau melakukan transaksi,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/