alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Pasca Gus Ning, DPRD Jember Peringatkan Tidak Berbusana Vulgar untuk JFC

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Sebelum Jember Fashion Carnaval (JFC) yang terjadwal pada 6–7 Agustus nanti digelar, DPRD Jember buru-buru bergegas membunyikan alarm dan rambu-rambu peringatan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember. Hal itu menyusul pascapelaksanaan pemilihan Gus Ning Jember, pekan lalu (19/8), yang sempat menyedot perhatian publik. Lantaran menampilkan seorang model dengan busana minimalis. Disparbud Jember diminta agar hal-hal semacam itu tidak terulang dalam event yang sudah dikenal hingga mancanegara itu nantinya.

BACA JUGA : Kejar Target Proyek Multiyears, Kontraktor Lelet Bakal Diputus Kontrak

Kepala Disparbud Jember Harry Agus Triono mengaku telah meminta maaf kepada publik dan telah mengevaluasi pelaksanaan Gus Ning kemarin. Dia memastikan pelaksanaan JFC nanti utuh, sebagaimana sematan Kota Santri yang melekat pada Jember. “Utamanya soal perform nantinya. Kami telah koordinasi supaya mengendapkan etika Jember sebagai kultur Kota Santri. Namun, tetap menyesuaikan pakem teman-teman JFC,” kata Harry.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, soal etika berpenampilan itu dirasa perlu. Terlebih dalam iklim dan kebudayaan di Jember sebagai kabupaten berjuluk Kota Santri dengan jumlah 611 pesantren tersebar di berbagai desa. Dia memastikan telah berkoordinasi dengan semua organisasi perangkat daerah (OPD) agar bisa support dengan tupoksinya. “Kami juga ingin JFC bisa mengedukasi dan memberikan dampak ke warga Jember,” sebut mantan kabid Pengendalian dan Operasional Dishub Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Beragam alarm yang diberikan dewan antara lain mengenai kesiapan sarana dan prasarana pelaksanaan JFC. “Seperti Porprov kemarin, ada undangan VIP, tapi tempat VIP-nya tidak tersedia. Paling tidak jangan kecewakan tamu-tamu dari luar daerah nanti,” sesal Dogol Mulyono, anggota Komisi B DPRD Jember, kala rapat dengar pendapat (RDP), kemarin (26/7).

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Sebelum Jember Fashion Carnaval (JFC) yang terjadwal pada 6–7 Agustus nanti digelar, DPRD Jember buru-buru bergegas membunyikan alarm dan rambu-rambu peringatan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember. Hal itu menyusul pascapelaksanaan pemilihan Gus Ning Jember, pekan lalu (19/8), yang sempat menyedot perhatian publik. Lantaran menampilkan seorang model dengan busana minimalis. Disparbud Jember diminta agar hal-hal semacam itu tidak terulang dalam event yang sudah dikenal hingga mancanegara itu nantinya.

BACA JUGA : Kejar Target Proyek Multiyears, Kontraktor Lelet Bakal Diputus Kontrak

Kepala Disparbud Jember Harry Agus Triono mengaku telah meminta maaf kepada publik dan telah mengevaluasi pelaksanaan Gus Ning kemarin. Dia memastikan pelaksanaan JFC nanti utuh, sebagaimana sematan Kota Santri yang melekat pada Jember. “Utamanya soal perform nantinya. Kami telah koordinasi supaya mengendapkan etika Jember sebagai kultur Kota Santri. Namun, tetap menyesuaikan pakem teman-teman JFC,” kata Harry.

Menurutnya, soal etika berpenampilan itu dirasa perlu. Terlebih dalam iklim dan kebudayaan di Jember sebagai kabupaten berjuluk Kota Santri dengan jumlah 611 pesantren tersebar di berbagai desa. Dia memastikan telah berkoordinasi dengan semua organisasi perangkat daerah (OPD) agar bisa support dengan tupoksinya. “Kami juga ingin JFC bisa mengedukasi dan memberikan dampak ke warga Jember,” sebut mantan kabid Pengendalian dan Operasional Dishub Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Beragam alarm yang diberikan dewan antara lain mengenai kesiapan sarana dan prasarana pelaksanaan JFC. “Seperti Porprov kemarin, ada undangan VIP, tapi tempat VIP-nya tidak tersedia. Paling tidak jangan kecewakan tamu-tamu dari luar daerah nanti,” sesal Dogol Mulyono, anggota Komisi B DPRD Jember, kala rapat dengar pendapat (RDP), kemarin (26/7).

SUMBERSARI, Radar Jember – Sebelum Jember Fashion Carnaval (JFC) yang terjadwal pada 6–7 Agustus nanti digelar, DPRD Jember buru-buru bergegas membunyikan alarm dan rambu-rambu peringatan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember. Hal itu menyusul pascapelaksanaan pemilihan Gus Ning Jember, pekan lalu (19/8), yang sempat menyedot perhatian publik. Lantaran menampilkan seorang model dengan busana minimalis. Disparbud Jember diminta agar hal-hal semacam itu tidak terulang dalam event yang sudah dikenal hingga mancanegara itu nantinya.

BACA JUGA : Kejar Target Proyek Multiyears, Kontraktor Lelet Bakal Diputus Kontrak

Kepala Disparbud Jember Harry Agus Triono mengaku telah meminta maaf kepada publik dan telah mengevaluasi pelaksanaan Gus Ning kemarin. Dia memastikan pelaksanaan JFC nanti utuh, sebagaimana sematan Kota Santri yang melekat pada Jember. “Utamanya soal perform nantinya. Kami telah koordinasi supaya mengendapkan etika Jember sebagai kultur Kota Santri. Namun, tetap menyesuaikan pakem teman-teman JFC,” kata Harry.

Menurutnya, soal etika berpenampilan itu dirasa perlu. Terlebih dalam iklim dan kebudayaan di Jember sebagai kabupaten berjuluk Kota Santri dengan jumlah 611 pesantren tersebar di berbagai desa. Dia memastikan telah berkoordinasi dengan semua organisasi perangkat daerah (OPD) agar bisa support dengan tupoksinya. “Kami juga ingin JFC bisa mengedukasi dan memberikan dampak ke warga Jember,” sebut mantan kabid Pengendalian dan Operasional Dishub Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Beragam alarm yang diberikan dewan antara lain mengenai kesiapan sarana dan prasarana pelaksanaan JFC. “Seperti Porprov kemarin, ada undangan VIP, tapi tempat VIP-nya tidak tersedia. Paling tidak jangan kecewakan tamu-tamu dari luar daerah nanti,” sesal Dogol Mulyono, anggota Komisi B DPRD Jember, kala rapat dengar pendapat (RDP), kemarin (26/7).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/