alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Jadi Tersangka Korupsi, Mantan Kepala BPBD Jember Tak Ditahan

Polisi Tetapkan Mohammad Djamil Tersangka Rasuah Honor Pemakaman Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Setelah cukup lama meredup, kasus korupsi honor pemakaman jenazah Covid-19 tahun 2021 lalu di Jember, kini menyeruak lagi. Polisi kembali menetapkan satu tersangka baru yang dinilai turut mendalangi praktik pemotongan honor petugas pemakaman di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama mengatakan, tersangka baru itu adalah Mohammad Djamil (MD), mantan Kepala BPBD Jember yang kini menjabat Staf Ahli Bupati Jember. Ditetapkannya Djamil menjadi tersangka, menyusul mantan bawahannya, Penta Satria (PS), yang telah lebih dulu menjadi tersangka atas kasus serupa, akhir Januari 2022 lalu. Saat itu, Penta menjabat Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD.

BACA JUGA: Kasus Honor Pemakaman Covid, Berkasnya Tak Kunjung P21

Mobile_AP_Rectangle 2

Polisi menetapkan tersangka setelah memeriksa sejumlah dokumen hasil penggeledahan ke kantor BPBD Jember pada medio 1 September 2021 lalu, atau sebulan pasca kasus ini meledak Agustus 2021. Saat penggeledahan itu, polisi menyita sebanyak lima boks dokumen dan data dari ruang kerja Djamil dan Penta. Disusul dengan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari petugas pemakaman.

“MD awalnya menjadi saksi, setelah kami lakukan serangkaian proses penyidikan, kami tetapkan sebagai tersangka,” urai Dika, Rabu (27/7).

Mantan Kasat Reskrim Polres Pacitan ini memaparkan, modus kedua tersangka memuluskan niat jahatnya itu adalah memotong honor petugas pemakaman jenazah Covid-19. Kisarannya antara 10-20 persen dari honor utuh yang semestinya diterima Rp 1 juta. Saat itu, PS menjalankan perintah untuk memotong sekian persen honor petugas, sebagaimana petunjuk MD. “MD berperan selaku pemimpin rapat, menentukan kebijakan, dan mengiyakan apa yang sudah diperbuat oleh tersangka pertama PS, ketika di BPBD Jember,” papar Dika.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Setelah cukup lama meredup, kasus korupsi honor pemakaman jenazah Covid-19 tahun 2021 lalu di Jember, kini menyeruak lagi. Polisi kembali menetapkan satu tersangka baru yang dinilai turut mendalangi praktik pemotongan honor petugas pemakaman di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama mengatakan, tersangka baru itu adalah Mohammad Djamil (MD), mantan Kepala BPBD Jember yang kini menjabat Staf Ahli Bupati Jember. Ditetapkannya Djamil menjadi tersangka, menyusul mantan bawahannya, Penta Satria (PS), yang telah lebih dulu menjadi tersangka atas kasus serupa, akhir Januari 2022 lalu. Saat itu, Penta menjabat Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD.

BACA JUGA: Kasus Honor Pemakaman Covid, Berkasnya Tak Kunjung P21

Polisi menetapkan tersangka setelah memeriksa sejumlah dokumen hasil penggeledahan ke kantor BPBD Jember pada medio 1 September 2021 lalu, atau sebulan pasca kasus ini meledak Agustus 2021. Saat penggeledahan itu, polisi menyita sebanyak lima boks dokumen dan data dari ruang kerja Djamil dan Penta. Disusul dengan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari petugas pemakaman.

“MD awalnya menjadi saksi, setelah kami lakukan serangkaian proses penyidikan, kami tetapkan sebagai tersangka,” urai Dika, Rabu (27/7).

Mantan Kasat Reskrim Polres Pacitan ini memaparkan, modus kedua tersangka memuluskan niat jahatnya itu adalah memotong honor petugas pemakaman jenazah Covid-19. Kisarannya antara 10-20 persen dari honor utuh yang semestinya diterima Rp 1 juta. Saat itu, PS menjalankan perintah untuk memotong sekian persen honor petugas, sebagaimana petunjuk MD. “MD berperan selaku pemimpin rapat, menentukan kebijakan, dan mengiyakan apa yang sudah diperbuat oleh tersangka pertama PS, ketika di BPBD Jember,” papar Dika.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Setelah cukup lama meredup, kasus korupsi honor pemakaman jenazah Covid-19 tahun 2021 lalu di Jember, kini menyeruak lagi. Polisi kembali menetapkan satu tersangka baru yang dinilai turut mendalangi praktik pemotongan honor petugas pemakaman di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama mengatakan, tersangka baru itu adalah Mohammad Djamil (MD), mantan Kepala BPBD Jember yang kini menjabat Staf Ahli Bupati Jember. Ditetapkannya Djamil menjadi tersangka, menyusul mantan bawahannya, Penta Satria (PS), yang telah lebih dulu menjadi tersangka atas kasus serupa, akhir Januari 2022 lalu. Saat itu, Penta menjabat Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD.

BACA JUGA: Kasus Honor Pemakaman Covid, Berkasnya Tak Kunjung P21

Polisi menetapkan tersangka setelah memeriksa sejumlah dokumen hasil penggeledahan ke kantor BPBD Jember pada medio 1 September 2021 lalu, atau sebulan pasca kasus ini meledak Agustus 2021. Saat penggeledahan itu, polisi menyita sebanyak lima boks dokumen dan data dari ruang kerja Djamil dan Penta. Disusul dengan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari petugas pemakaman.

“MD awalnya menjadi saksi, setelah kami lakukan serangkaian proses penyidikan, kami tetapkan sebagai tersangka,” urai Dika, Rabu (27/7).

Mantan Kasat Reskrim Polres Pacitan ini memaparkan, modus kedua tersangka memuluskan niat jahatnya itu adalah memotong honor petugas pemakaman jenazah Covid-19. Kisarannya antara 10-20 persen dari honor utuh yang semestinya diterima Rp 1 juta. Saat itu, PS menjalankan perintah untuk memotong sekian persen honor petugas, sebagaimana petunjuk MD. “MD berperan selaku pemimpin rapat, menentukan kebijakan, dan mengiyakan apa yang sudah diperbuat oleh tersangka pertama PS, ketika di BPBD Jember,” papar Dika.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/