alexametrics
23.6 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Legislatif Tolak Empat Usulan Raperda Baru

"Kami berpikir logis saja, kalau semua dibahas, bisa jadi waktu tidak cukup. Khawatirnya, justru banyak yang tidak selesai.” Tabroni, Anggota Bapemperda DPRD Jember.

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID- Legislatif menolak empat rancangan peraturan daerah (raperda) yang diusulkan eksekutif, kemarin (26/7). Alhasil, hanya tiga raperda tambahan yang masuk dalam agenda program legislasi tahun 2021. Dengan begitu, ada 14 raperda yang menjadi pekerjaan bersama ditargetkan tuntas pembahasannya tahun ini.

Beberapa pekan lalu, Tim Program Pembentukan Perda (Propemperda) Pemkab Jember mengusulkan tujuh raperda baru. Setelah melewati penjabaran, Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Jember menolak empat raperda. “Hanya tiga yang disetujui, sedangkan yang empat ditolak,” kata anggota Bapemperda Tabroni.

Penolakan empat raperda bukan tanpa alasan. Dikatakan, selain usulan raperda baru, masih ada 11 raperda yang belum dituntaskan. Jika seluruhnya dibahas, maka totalnya akan ada 18 raperda yang akan dibahas tahun ini. Dengan demikian, ditempuh langkah prioritas untuk memilah mana yang didahulukan dan mana yang ditolak. “Akhirnya, empat raperda ditolak. Sekarang ada 14 raperda yang akan dibahas,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penolakan itu pun dilakukan mengingat masa pemerintahan sudah berjalan lebih satu semester. Apalagi, Jember juga masih menghadapi pandemi korona. “Kami berpikir logis saja. Kalau semua dibahas, bisa jadi waktu tidak cukup. Khawatirnya, justru banyak yang tidak selesai. Ini saja, dengan waktunya tersisa sekitar lima bulan, semoga semua selesai,” papar Tabroni.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Jember Mirfano mengaku memaklumi sikap Bapemperda. “Kami memahami pendapat Bapemperda. Ada beberapa usulan kami yang harus ditunda tahun depan, karena amanat undang-undang yang lebih tinggi,” ungkapnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID- Legislatif menolak empat rancangan peraturan daerah (raperda) yang diusulkan eksekutif, kemarin (26/7). Alhasil, hanya tiga raperda tambahan yang masuk dalam agenda program legislasi tahun 2021. Dengan begitu, ada 14 raperda yang menjadi pekerjaan bersama ditargetkan tuntas pembahasannya tahun ini.

Beberapa pekan lalu, Tim Program Pembentukan Perda (Propemperda) Pemkab Jember mengusulkan tujuh raperda baru. Setelah melewati penjabaran, Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Jember menolak empat raperda. “Hanya tiga yang disetujui, sedangkan yang empat ditolak,” kata anggota Bapemperda Tabroni.

Penolakan empat raperda bukan tanpa alasan. Dikatakan, selain usulan raperda baru, masih ada 11 raperda yang belum dituntaskan. Jika seluruhnya dibahas, maka totalnya akan ada 18 raperda yang akan dibahas tahun ini. Dengan demikian, ditempuh langkah prioritas untuk memilah mana yang didahulukan dan mana yang ditolak. “Akhirnya, empat raperda ditolak. Sekarang ada 14 raperda yang akan dibahas,” ujarnya.

Penolakan itu pun dilakukan mengingat masa pemerintahan sudah berjalan lebih satu semester. Apalagi, Jember juga masih menghadapi pandemi korona. “Kami berpikir logis saja. Kalau semua dibahas, bisa jadi waktu tidak cukup. Khawatirnya, justru banyak yang tidak selesai. Ini saja, dengan waktunya tersisa sekitar lima bulan, semoga semua selesai,” papar Tabroni.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Jember Mirfano mengaku memaklumi sikap Bapemperda. “Kami memahami pendapat Bapemperda. Ada beberapa usulan kami yang harus ditunda tahun depan, karena amanat undang-undang yang lebih tinggi,” ungkapnya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID- Legislatif menolak empat rancangan peraturan daerah (raperda) yang diusulkan eksekutif, kemarin (26/7). Alhasil, hanya tiga raperda tambahan yang masuk dalam agenda program legislasi tahun 2021. Dengan begitu, ada 14 raperda yang menjadi pekerjaan bersama ditargetkan tuntas pembahasannya tahun ini.

Beberapa pekan lalu, Tim Program Pembentukan Perda (Propemperda) Pemkab Jember mengusulkan tujuh raperda baru. Setelah melewati penjabaran, Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Jember menolak empat raperda. “Hanya tiga yang disetujui, sedangkan yang empat ditolak,” kata anggota Bapemperda Tabroni.

Penolakan empat raperda bukan tanpa alasan. Dikatakan, selain usulan raperda baru, masih ada 11 raperda yang belum dituntaskan. Jika seluruhnya dibahas, maka totalnya akan ada 18 raperda yang akan dibahas tahun ini. Dengan demikian, ditempuh langkah prioritas untuk memilah mana yang didahulukan dan mana yang ditolak. “Akhirnya, empat raperda ditolak. Sekarang ada 14 raperda yang akan dibahas,” ujarnya.

Penolakan itu pun dilakukan mengingat masa pemerintahan sudah berjalan lebih satu semester. Apalagi, Jember juga masih menghadapi pandemi korona. “Kami berpikir logis saja. Kalau semua dibahas, bisa jadi waktu tidak cukup. Khawatirnya, justru banyak yang tidak selesai. Ini saja, dengan waktunya tersisa sekitar lima bulan, semoga semua selesai,” papar Tabroni.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Jember Mirfano mengaku memaklumi sikap Bapemperda. “Kami memahami pendapat Bapemperda. Ada beberapa usulan kami yang harus ditunda tahun depan, karena amanat undang-undang yang lebih tinggi,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/