alexametrics
29.3 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Bangkit Bersama Hendy-Firjaun

Forkopimda, ASN, dan Para Tokoh Sambut Pemimpin Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keinginan membangun Kabupaten Jember agar lebih baik dan warganya sejahtera adalah harapan bersama. Hadirnya pasangan pemimpin baru, Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, diharapkan mampu menjawab segala keinginan dan harapan seluruh warga Jember.

Haji Hendy dan Gus Firjaun, demikian orang akrab memanggilnya. Per 26 Februari kemarin, kedua tokoh ini telah mendapat amanat besar melaksanakan roda pemerintahan di Jember. Mandat keduanya menjadi pemimpin langsung diberikan rakyat melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember, 9 Desember 2020. Dengan demikian, Jember harus bangkit bersama Hendy-Firjaun.

Pada detik-detik menjelang pengambilan sumpah jabatan, Bupati Hendy menyampaikan, pelantikan dirinya dan Gus Firjaun untuk semua masyarakat Jember. “Saya hanya bertugas sebagai yang menerima amanah,” kata Bupati Hendy, di samping istrinya, Kasih Fajarrini, yang juga dilantik menjadi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Hendy melanjutkan, pembangunan di Kota Suwar-Suwir akan pesat dan warganya bisa menjadi makmur asalkan semua pihak semangat bekerja dan bersama-sama. “Insyaallah dengan doa dan kerja sama kita semuanya, Jember akan segera mencapai kemakmuran dan kesejahteraan. Kita canangkan mulai hari ini, wes wayahe Jember bangkit,” papar Hendy.

Bupati dan wabup yang dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya ini pun langsung bertolak ke Jember. Pemimpin baru Jember ini kontan disambut haru oleh banyak masyarakat Jember. Pasangan pemimpin ini juga sempat berziarah ke makam masing-masing orang tua mereka.

Hendy-Firjaun selanjutnya singgah di Pendapa Wahyawibawagraha. Di rumah dinas bupati ini, banyak tokoh yang menyambut, termasuk masyarakat umum. Keduanya juga didapuk memberi pengarahan kepada para pegawai, dengan dihadiri para tamu undangan seperti forkopimda, KPU, dan Bawaslu Jember serta sejumlah tokoh lain yang menyambut kedatangannya.

Dalam pidato perdana di hadapan para pejabat, polisi, TNI, anggota dewan, ASN, dan para tokoh, Bupati Hendy menyampaikan, pembangunan di Jember, terlebih infrastruktur jalan, sudah sangat parah. Oleh karena itu, perlu perbaikan untuk membangkitkan perekonomian di Jember.

Hendy pun mengatakan, Jember perlu mengelola keuangan daerah secara tepat sasaran. Anggaran yang cukup besar, menurutnya, harus mampu menjadi suplemen pembangkit perekonomian di Jember. Dia mencontohkan, apabila pekerjaan pembangunan jalan menelan dana nilainya Rp 1 triliun, maka sekitar 20 sampai 25 persen dari nilai tersebut akan dibawa kontraktor dan pengusaha.

“Tetapi, 75 persennya dibelanjakan di dalam untuk beli makan, beli material, dan sebagainya. Sehingga, apa yang terjadi, perputaran keuangan selama delapan bulan, maka akan ada Rp 120 miliar per bulan berputar di Kabupaten Jember. Ini yang akan menggerakkan ekonomi di Kabupaten Jember,” papar Hendy.

Demi menggenjot pembangunan, lanjut Hendy, keterbukaan informasi publik (KIP) harus berjalan beriringan. “Keterbukaan informasi sangat penting. Pemerintah tanpa media, ibaratnya tidak setali tiga uang atau tidak berjalan beriringan. Kami butuh media dan media butuh kami. Pemerintah dan media harus melakukan sinergi dan kolaborasi. Tanpa itu, kita akan berjalan sebelah,” ucapnya.

Hendy pun menyebut, apabila Jember melakukan pembangunan jalan sepanjang 800 kilometer, maka membutuhkan media untuk mengabarkan ke khalayak umum. “Begitu orang luar tahu Jember membangun, maka investasi akan datang. Kepercayaan publik, termasuk warga luar Jember, akan lebih percaya kepada kita,” ucap Bupati Hendy.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keinginan membangun Kabupaten Jember agar lebih baik dan warganya sejahtera adalah harapan bersama. Hadirnya pasangan pemimpin baru, Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, diharapkan mampu menjawab segala keinginan dan harapan seluruh warga Jember.

Haji Hendy dan Gus Firjaun, demikian orang akrab memanggilnya. Per 26 Februari kemarin, kedua tokoh ini telah mendapat amanat besar melaksanakan roda pemerintahan di Jember. Mandat keduanya menjadi pemimpin langsung diberikan rakyat melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember, 9 Desember 2020. Dengan demikian, Jember harus bangkit bersama Hendy-Firjaun.

Pada detik-detik menjelang pengambilan sumpah jabatan, Bupati Hendy menyampaikan, pelantikan dirinya dan Gus Firjaun untuk semua masyarakat Jember. “Saya hanya bertugas sebagai yang menerima amanah,” kata Bupati Hendy, di samping istrinya, Kasih Fajarrini, yang juga dilantik menjadi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Bupati Hendy melanjutkan, pembangunan di Kota Suwar-Suwir akan pesat dan warganya bisa menjadi makmur asalkan semua pihak semangat bekerja dan bersama-sama. “Insyaallah dengan doa dan kerja sama kita semuanya, Jember akan segera mencapai kemakmuran dan kesejahteraan. Kita canangkan mulai hari ini, wes wayahe Jember bangkit,” papar Hendy.

Bupati dan wabup yang dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya ini pun langsung bertolak ke Jember. Pemimpin baru Jember ini kontan disambut haru oleh banyak masyarakat Jember. Pasangan pemimpin ini juga sempat berziarah ke makam masing-masing orang tua mereka.

Hendy-Firjaun selanjutnya singgah di Pendapa Wahyawibawagraha. Di rumah dinas bupati ini, banyak tokoh yang menyambut, termasuk masyarakat umum. Keduanya juga didapuk memberi pengarahan kepada para pegawai, dengan dihadiri para tamu undangan seperti forkopimda, KPU, dan Bawaslu Jember serta sejumlah tokoh lain yang menyambut kedatangannya.

Dalam pidato perdana di hadapan para pejabat, polisi, TNI, anggota dewan, ASN, dan para tokoh, Bupati Hendy menyampaikan, pembangunan di Jember, terlebih infrastruktur jalan, sudah sangat parah. Oleh karena itu, perlu perbaikan untuk membangkitkan perekonomian di Jember.

Hendy pun mengatakan, Jember perlu mengelola keuangan daerah secara tepat sasaran. Anggaran yang cukup besar, menurutnya, harus mampu menjadi suplemen pembangkit perekonomian di Jember. Dia mencontohkan, apabila pekerjaan pembangunan jalan menelan dana nilainya Rp 1 triliun, maka sekitar 20 sampai 25 persen dari nilai tersebut akan dibawa kontraktor dan pengusaha.

“Tetapi, 75 persennya dibelanjakan di dalam untuk beli makan, beli material, dan sebagainya. Sehingga, apa yang terjadi, perputaran keuangan selama delapan bulan, maka akan ada Rp 120 miliar per bulan berputar di Kabupaten Jember. Ini yang akan menggerakkan ekonomi di Kabupaten Jember,” papar Hendy.

Demi menggenjot pembangunan, lanjut Hendy, keterbukaan informasi publik (KIP) harus berjalan beriringan. “Keterbukaan informasi sangat penting. Pemerintah tanpa media, ibaratnya tidak setali tiga uang atau tidak berjalan beriringan. Kami butuh media dan media butuh kami. Pemerintah dan media harus melakukan sinergi dan kolaborasi. Tanpa itu, kita akan berjalan sebelah,” ucapnya.

Hendy pun menyebut, apabila Jember melakukan pembangunan jalan sepanjang 800 kilometer, maka membutuhkan media untuk mengabarkan ke khalayak umum. “Begitu orang luar tahu Jember membangun, maka investasi akan datang. Kepercayaan publik, termasuk warga luar Jember, akan lebih percaya kepada kita,” ucap Bupati Hendy.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keinginan membangun Kabupaten Jember agar lebih baik dan warganya sejahtera adalah harapan bersama. Hadirnya pasangan pemimpin baru, Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, diharapkan mampu menjawab segala keinginan dan harapan seluruh warga Jember.

Haji Hendy dan Gus Firjaun, demikian orang akrab memanggilnya. Per 26 Februari kemarin, kedua tokoh ini telah mendapat amanat besar melaksanakan roda pemerintahan di Jember. Mandat keduanya menjadi pemimpin langsung diberikan rakyat melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember, 9 Desember 2020. Dengan demikian, Jember harus bangkit bersama Hendy-Firjaun.

Pada detik-detik menjelang pengambilan sumpah jabatan, Bupati Hendy menyampaikan, pelantikan dirinya dan Gus Firjaun untuk semua masyarakat Jember. “Saya hanya bertugas sebagai yang menerima amanah,” kata Bupati Hendy, di samping istrinya, Kasih Fajarrini, yang juga dilantik menjadi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Bupati Hendy melanjutkan, pembangunan di Kota Suwar-Suwir akan pesat dan warganya bisa menjadi makmur asalkan semua pihak semangat bekerja dan bersama-sama. “Insyaallah dengan doa dan kerja sama kita semuanya, Jember akan segera mencapai kemakmuran dan kesejahteraan. Kita canangkan mulai hari ini, wes wayahe Jember bangkit,” papar Hendy.

Bupati dan wabup yang dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya ini pun langsung bertolak ke Jember. Pemimpin baru Jember ini kontan disambut haru oleh banyak masyarakat Jember. Pasangan pemimpin ini juga sempat berziarah ke makam masing-masing orang tua mereka.

Hendy-Firjaun selanjutnya singgah di Pendapa Wahyawibawagraha. Di rumah dinas bupati ini, banyak tokoh yang menyambut, termasuk masyarakat umum. Keduanya juga didapuk memberi pengarahan kepada para pegawai, dengan dihadiri para tamu undangan seperti forkopimda, KPU, dan Bawaslu Jember serta sejumlah tokoh lain yang menyambut kedatangannya.

Dalam pidato perdana di hadapan para pejabat, polisi, TNI, anggota dewan, ASN, dan para tokoh, Bupati Hendy menyampaikan, pembangunan di Jember, terlebih infrastruktur jalan, sudah sangat parah. Oleh karena itu, perlu perbaikan untuk membangkitkan perekonomian di Jember.

Hendy pun mengatakan, Jember perlu mengelola keuangan daerah secara tepat sasaran. Anggaran yang cukup besar, menurutnya, harus mampu menjadi suplemen pembangkit perekonomian di Jember. Dia mencontohkan, apabila pekerjaan pembangunan jalan menelan dana nilainya Rp 1 triliun, maka sekitar 20 sampai 25 persen dari nilai tersebut akan dibawa kontraktor dan pengusaha.

“Tetapi, 75 persennya dibelanjakan di dalam untuk beli makan, beli material, dan sebagainya. Sehingga, apa yang terjadi, perputaran keuangan selama delapan bulan, maka akan ada Rp 120 miliar per bulan berputar di Kabupaten Jember. Ini yang akan menggerakkan ekonomi di Kabupaten Jember,” papar Hendy.

Demi menggenjot pembangunan, lanjut Hendy, keterbukaan informasi publik (KIP) harus berjalan beriringan. “Keterbukaan informasi sangat penting. Pemerintah tanpa media, ibaratnya tidak setali tiga uang atau tidak berjalan beriringan. Kami butuh media dan media butuh kami. Pemerintah dan media harus melakukan sinergi dan kolaborasi. Tanpa itu, kita akan berjalan sebelah,” ucapnya.

Hendy pun menyebut, apabila Jember melakukan pembangunan jalan sepanjang 800 kilometer, maka membutuhkan media untuk mengabarkan ke khalayak umum. “Begitu orang luar tahu Jember membangun, maka investasi akan datang. Kepercayaan publik, termasuk warga luar Jember, akan lebih percaya kepada kita,” ucap Bupati Hendy.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/