alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Pemkab Jember Klaim Penggunaan Presensi Berbasis Aplikasi Mobile Efektif

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski banyak dikeluhkan oleh pegawai karena dalam penggunaannya banyak kendala, namun pihak pemerintah mengklaim penerapan presensi daring berbasis aplikasi itu cukup efektif. Sebab, para aparatur sipil negara (ASN) tak bisa mengakalinya seperti presensi manual. Misalnya, menitip tanda tangan kehadiran kepada teman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Jember Mirfano mengklaim, penggunaan presensi berbasis aplikasi mobile itu cukup efektif. Sebab, ASN tidak bisa absensi di sembarang tempat. “Cukup efektif untuk meningkatkan kedisiplinan. Absensi harus tagging di sekitar lokasi kantor karena ada GPS-nya,” kata dia.

Apalagi, presensi ini juga membaca kode khusus. Di mana, seorang pegawai harus mengisi daftar hadir di lokasi kantor dengan kode wajahnya sendiri. Artinya, bahasa titip absen tidak akan bisa dilakukan. “Ini karena didukung prosesi biometrik, ada face recognition (identifikasi wajah pegawai, Red) yang harus dilakukan pegawai saat absensi (presensi, Red),” papar Mirfano.

Mobile_AP_Rectangle 2

Data ASN yang sudah masuk dalam aplikasi mobile, lanjut Mirfano, juga sudah cukup maksimal. Dari sekitar 13 ribu ASN, sudah tercatat 11 ribu pegawai. Baik mereka yang bekerja di organisasi perangkat daerah (OPD) atau dinas, kantor kecamatan, kelurahan, maupun mereka yang menjadi tenaga pendidik di sekolah-sekolah. “Setiap hari sepuluh ribu lebih ASN yang presensinya menggunakan aplikasi ini,” bebernya.

Soal ketersediaan jaringan internet, seluruh kantor pemerintahan sudah dilengkapi dengan WiFi. Sementara, di sekolah-sekolah, sebagian besar sudah dan sebagian lagi masih belum. “Sekolah yang tidak ada akses internet pakai finger print,” jelasnya.

Sementara itu, di beberapa lokasi terjadi kendala, misalnya sinyal hilang, atau karena hal lain, maka Pemkab Jember tetap menyediakan alternatif presensi. “Selain fingerprint, presensi manual seperti tanda tangan di kertas juga tetap menjadi alternatif,” kata Mirfano.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski banyak dikeluhkan oleh pegawai karena dalam penggunaannya banyak kendala, namun pihak pemerintah mengklaim penerapan presensi daring berbasis aplikasi itu cukup efektif. Sebab, para aparatur sipil negara (ASN) tak bisa mengakalinya seperti presensi manual. Misalnya, menitip tanda tangan kehadiran kepada teman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Jember Mirfano mengklaim, penggunaan presensi berbasis aplikasi mobile itu cukup efektif. Sebab, ASN tidak bisa absensi di sembarang tempat. “Cukup efektif untuk meningkatkan kedisiplinan. Absensi harus tagging di sekitar lokasi kantor karena ada GPS-nya,” kata dia.

Apalagi, presensi ini juga membaca kode khusus. Di mana, seorang pegawai harus mengisi daftar hadir di lokasi kantor dengan kode wajahnya sendiri. Artinya, bahasa titip absen tidak akan bisa dilakukan. “Ini karena didukung prosesi biometrik, ada face recognition (identifikasi wajah pegawai, Red) yang harus dilakukan pegawai saat absensi (presensi, Red),” papar Mirfano.

Data ASN yang sudah masuk dalam aplikasi mobile, lanjut Mirfano, juga sudah cukup maksimal. Dari sekitar 13 ribu ASN, sudah tercatat 11 ribu pegawai. Baik mereka yang bekerja di organisasi perangkat daerah (OPD) atau dinas, kantor kecamatan, kelurahan, maupun mereka yang menjadi tenaga pendidik di sekolah-sekolah. “Setiap hari sepuluh ribu lebih ASN yang presensinya menggunakan aplikasi ini,” bebernya.

Soal ketersediaan jaringan internet, seluruh kantor pemerintahan sudah dilengkapi dengan WiFi. Sementara, di sekolah-sekolah, sebagian besar sudah dan sebagian lagi masih belum. “Sekolah yang tidak ada akses internet pakai finger print,” jelasnya.

Sementara itu, di beberapa lokasi terjadi kendala, misalnya sinyal hilang, atau karena hal lain, maka Pemkab Jember tetap menyediakan alternatif presensi. “Selain fingerprint, presensi manual seperti tanda tangan di kertas juga tetap menjadi alternatif,” kata Mirfano.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski banyak dikeluhkan oleh pegawai karena dalam penggunaannya banyak kendala, namun pihak pemerintah mengklaim penerapan presensi daring berbasis aplikasi itu cukup efektif. Sebab, para aparatur sipil negara (ASN) tak bisa mengakalinya seperti presensi manual. Misalnya, menitip tanda tangan kehadiran kepada teman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Jember Mirfano mengklaim, penggunaan presensi berbasis aplikasi mobile itu cukup efektif. Sebab, ASN tidak bisa absensi di sembarang tempat. “Cukup efektif untuk meningkatkan kedisiplinan. Absensi harus tagging di sekitar lokasi kantor karena ada GPS-nya,” kata dia.

Apalagi, presensi ini juga membaca kode khusus. Di mana, seorang pegawai harus mengisi daftar hadir di lokasi kantor dengan kode wajahnya sendiri. Artinya, bahasa titip absen tidak akan bisa dilakukan. “Ini karena didukung prosesi biometrik, ada face recognition (identifikasi wajah pegawai, Red) yang harus dilakukan pegawai saat absensi (presensi, Red),” papar Mirfano.

Data ASN yang sudah masuk dalam aplikasi mobile, lanjut Mirfano, juga sudah cukup maksimal. Dari sekitar 13 ribu ASN, sudah tercatat 11 ribu pegawai. Baik mereka yang bekerja di organisasi perangkat daerah (OPD) atau dinas, kantor kecamatan, kelurahan, maupun mereka yang menjadi tenaga pendidik di sekolah-sekolah. “Setiap hari sepuluh ribu lebih ASN yang presensinya menggunakan aplikasi ini,” bebernya.

Soal ketersediaan jaringan internet, seluruh kantor pemerintahan sudah dilengkapi dengan WiFi. Sementara, di sekolah-sekolah, sebagian besar sudah dan sebagian lagi masih belum. “Sekolah yang tidak ada akses internet pakai finger print,” jelasnya.

Sementara itu, di beberapa lokasi terjadi kendala, misalnya sinyal hilang, atau karena hal lain, maka Pemkab Jember tetap menyediakan alternatif presensi. “Selain fingerprint, presensi manual seperti tanda tangan di kertas juga tetap menjadi alternatif,” kata Mirfano.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/