alexametrics
26 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Rajin Blusukan demi Tekan Stunting

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak kenal lelah, terus blusukan. Itulah yang dilakukan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jember Dra Hj Kasih Fajarini. Dia terus bersafari ke sejumlah titik di kecamatan, kelurahan, dan desa. Agenda utamanya adalah gerak cepat turunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi (AKI/AKB), dan stunting.

“Harus ada akselerasi, biar cepat turun,” katanya, baru-baru ini, saat berkunjung ke Kecamatan Ledokombo. Sebelumnya, Kasih Fajarini dan rombongan mengunjungi sejumlah kecamatan lain. Di antaranya Kecamatan Jenggawah dan Kaliwates.

Di Ledokombo, Kasih Fajarini yang akrab disapa Bu Rien ini mengawali kegiatannya di Dusun Tegalan, Desa Slateng. Di Posyandu Flamboyan 58. Di sana, dia disambut hangat pengurus PKK desa, kecamatan, dan kader posyandu setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Stunting Masih Jadi Problem Klasik

Kasih mengatakan, angka kematian ibu melahirkan dan bayi serta stunting di Jember memang masih tinggi. Karena itu, harus ada komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan ini. Sejumlah program sudah dia geber agar ada akselerasi penyelesaian masalah tersebut.

Bagi dia, masalah ini tak boleh dianggap enteng. Sebab, menyangkut Jember ke depan. Dia mengajak semua elemen masyarakat menyelamatkan masa depan Kabupaten Jember dengan cara menurunkan AKI, AKB, dan stunting.

“Ibu adalah yang melahirkan anak, yang diharapkan jadi generasi penerus Jember di masa depan. Untuk itu, ibu dan anak harus sama-sama sehat lahir batin, sehingga kelak bisa membangun dan memajukan Jember di masa depan,” tegasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak kenal lelah, terus blusukan. Itulah yang dilakukan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jember Dra Hj Kasih Fajarini. Dia terus bersafari ke sejumlah titik di kecamatan, kelurahan, dan desa. Agenda utamanya adalah gerak cepat turunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi (AKI/AKB), dan stunting.

“Harus ada akselerasi, biar cepat turun,” katanya, baru-baru ini, saat berkunjung ke Kecamatan Ledokombo. Sebelumnya, Kasih Fajarini dan rombongan mengunjungi sejumlah kecamatan lain. Di antaranya Kecamatan Jenggawah dan Kaliwates.

Di Ledokombo, Kasih Fajarini yang akrab disapa Bu Rien ini mengawali kegiatannya di Dusun Tegalan, Desa Slateng. Di Posyandu Flamboyan 58. Di sana, dia disambut hangat pengurus PKK desa, kecamatan, dan kader posyandu setempat.

BACA JUGA : Stunting Masih Jadi Problem Klasik

Kasih mengatakan, angka kematian ibu melahirkan dan bayi serta stunting di Jember memang masih tinggi. Karena itu, harus ada komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan ini. Sejumlah program sudah dia geber agar ada akselerasi penyelesaian masalah tersebut.

Bagi dia, masalah ini tak boleh dianggap enteng. Sebab, menyangkut Jember ke depan. Dia mengajak semua elemen masyarakat menyelamatkan masa depan Kabupaten Jember dengan cara menurunkan AKI, AKB, dan stunting.

“Ibu adalah yang melahirkan anak, yang diharapkan jadi generasi penerus Jember di masa depan. Untuk itu, ibu dan anak harus sama-sama sehat lahir batin, sehingga kelak bisa membangun dan memajukan Jember di masa depan,” tegasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak kenal lelah, terus blusukan. Itulah yang dilakukan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jember Dra Hj Kasih Fajarini. Dia terus bersafari ke sejumlah titik di kecamatan, kelurahan, dan desa. Agenda utamanya adalah gerak cepat turunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi (AKI/AKB), dan stunting.

“Harus ada akselerasi, biar cepat turun,” katanya, baru-baru ini, saat berkunjung ke Kecamatan Ledokombo. Sebelumnya, Kasih Fajarini dan rombongan mengunjungi sejumlah kecamatan lain. Di antaranya Kecamatan Jenggawah dan Kaliwates.

Di Ledokombo, Kasih Fajarini yang akrab disapa Bu Rien ini mengawali kegiatannya di Dusun Tegalan, Desa Slateng. Di Posyandu Flamboyan 58. Di sana, dia disambut hangat pengurus PKK desa, kecamatan, dan kader posyandu setempat.

BACA JUGA : Stunting Masih Jadi Problem Klasik

Kasih mengatakan, angka kematian ibu melahirkan dan bayi serta stunting di Jember memang masih tinggi. Karena itu, harus ada komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan ini. Sejumlah program sudah dia geber agar ada akselerasi penyelesaian masalah tersebut.

Bagi dia, masalah ini tak boleh dianggap enteng. Sebab, menyangkut Jember ke depan. Dia mengajak semua elemen masyarakat menyelamatkan masa depan Kabupaten Jember dengan cara menurunkan AKI, AKB, dan stunting.

“Ibu adalah yang melahirkan anak, yang diharapkan jadi generasi penerus Jember di masa depan. Untuk itu, ibu dan anak harus sama-sama sehat lahir batin, sehingga kelak bisa membangun dan memajukan Jember di masa depan,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca