23.9 C
Jember
Friday, 3 February 2023

Kolaborasi Nyata Tumbangkan Masalah, Gerpas Pohon Kurangi Potensi Bencana

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Penandatanganan kesepakatan Kolaborasi Pemeliharaan Operasional Bersama Unit Stakeholder (Kopi Robusta) dilakukan Bupati Jember Hendy Siswanto, Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman, Plt Sekretaris Daerah Jember Arief Tjahjono, dan seluruh forkopimda serta stakeholder lainnya. Kopi Robusta diwujudkan dalam kegiatan Gerakan Perempesan atau Gerpas pohon yang dilakukan selama tiga hari ke depan. Yakni 24 sampai 26 Januari, di sejumlah titik.

BACA JUGA : Wadul DPRD, Ngaku Lahannya Diserobot

Bupati Hendy mengungkapkan bahwa Kopi Robusta adalah wujud nyata bentuk kolaborasi yang perlu dicontoh banyak OPD dan instansi-instansi. Apalagi jika kaitannya soal ekonomi. Tahun ini, tambahnya, konsep kerja yang diusung Pemkab Jember adalah memakai sistem keroyokan. “Tahun ini diharapkan seluruh stakeholder bekerja bareng-bareng,” tuturnya seusai memimpin apel peringatan bulan K3 Nasional dan Gerpas, kemarin pagi (24/1), di Alun-Alun Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, jika pekerjaan maupun kegiatan dikerjakan bersama-sama dan gotong royong akan lebih efektif dan efisien. Juga dianggap menguntungkan. Selain bisa cepat terselesaikan, juga bisa menekan biaya pengeluaran. Hal itulah yang diharapkan bisa menjadi perhatian seluruh instansi pemerintahan maupun swasta. “Siapa pun itu, sehingga bisa tekan biaya dan penyelesaian maksimal,” imbuhnya.

Bentuk Kopi Robusta yang diwujudkan dalam Gerpas pohon dianggap penting. Sebab, berkaitan dengan keselamatan nyawa manusia. Pelaksanaannya berlangsung ramai karena melibatkan banyak pihak. Gabungan berbagai unsur hadir. Termasuk alat-alat berat yang dikeluarkan dalam menyukseskan Gerpas. Bahkan dukungan datang dari Jatim untuk menurunkan teknisi PLN dan kendaraan beratnya dari berbagai daerah. Seperti Banyuwangi, Situbondo, Pasuruan, Surabaya, hingga Gresik.

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Penandatanganan kesepakatan Kolaborasi Pemeliharaan Operasional Bersama Unit Stakeholder (Kopi Robusta) dilakukan Bupati Jember Hendy Siswanto, Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman, Plt Sekretaris Daerah Jember Arief Tjahjono, dan seluruh forkopimda serta stakeholder lainnya. Kopi Robusta diwujudkan dalam kegiatan Gerakan Perempesan atau Gerpas pohon yang dilakukan selama tiga hari ke depan. Yakni 24 sampai 26 Januari, di sejumlah titik.

BACA JUGA : Wadul DPRD, Ngaku Lahannya Diserobot

Bupati Hendy mengungkapkan bahwa Kopi Robusta adalah wujud nyata bentuk kolaborasi yang perlu dicontoh banyak OPD dan instansi-instansi. Apalagi jika kaitannya soal ekonomi. Tahun ini, tambahnya, konsep kerja yang diusung Pemkab Jember adalah memakai sistem keroyokan. “Tahun ini diharapkan seluruh stakeholder bekerja bareng-bareng,” tuturnya seusai memimpin apel peringatan bulan K3 Nasional dan Gerpas, kemarin pagi (24/1), di Alun-Alun Jember.

Menurutnya, jika pekerjaan maupun kegiatan dikerjakan bersama-sama dan gotong royong akan lebih efektif dan efisien. Juga dianggap menguntungkan. Selain bisa cepat terselesaikan, juga bisa menekan biaya pengeluaran. Hal itulah yang diharapkan bisa menjadi perhatian seluruh instansi pemerintahan maupun swasta. “Siapa pun itu, sehingga bisa tekan biaya dan penyelesaian maksimal,” imbuhnya.

Bentuk Kopi Robusta yang diwujudkan dalam Gerpas pohon dianggap penting. Sebab, berkaitan dengan keselamatan nyawa manusia. Pelaksanaannya berlangsung ramai karena melibatkan banyak pihak. Gabungan berbagai unsur hadir. Termasuk alat-alat berat yang dikeluarkan dalam menyukseskan Gerpas. Bahkan dukungan datang dari Jatim untuk menurunkan teknisi PLN dan kendaraan beratnya dari berbagai daerah. Seperti Banyuwangi, Situbondo, Pasuruan, Surabaya, hingga Gresik.

KEPATIHAN, Radar Jember – Penandatanganan kesepakatan Kolaborasi Pemeliharaan Operasional Bersama Unit Stakeholder (Kopi Robusta) dilakukan Bupati Jember Hendy Siswanto, Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman, Plt Sekretaris Daerah Jember Arief Tjahjono, dan seluruh forkopimda serta stakeholder lainnya. Kopi Robusta diwujudkan dalam kegiatan Gerakan Perempesan atau Gerpas pohon yang dilakukan selama tiga hari ke depan. Yakni 24 sampai 26 Januari, di sejumlah titik.

BACA JUGA : Wadul DPRD, Ngaku Lahannya Diserobot

Bupati Hendy mengungkapkan bahwa Kopi Robusta adalah wujud nyata bentuk kolaborasi yang perlu dicontoh banyak OPD dan instansi-instansi. Apalagi jika kaitannya soal ekonomi. Tahun ini, tambahnya, konsep kerja yang diusung Pemkab Jember adalah memakai sistem keroyokan. “Tahun ini diharapkan seluruh stakeholder bekerja bareng-bareng,” tuturnya seusai memimpin apel peringatan bulan K3 Nasional dan Gerpas, kemarin pagi (24/1), di Alun-Alun Jember.

Menurutnya, jika pekerjaan maupun kegiatan dikerjakan bersama-sama dan gotong royong akan lebih efektif dan efisien. Juga dianggap menguntungkan. Selain bisa cepat terselesaikan, juga bisa menekan biaya pengeluaran. Hal itulah yang diharapkan bisa menjadi perhatian seluruh instansi pemerintahan maupun swasta. “Siapa pun itu, sehingga bisa tekan biaya dan penyelesaian maksimal,” imbuhnya.

Bentuk Kopi Robusta yang diwujudkan dalam Gerpas pohon dianggap penting. Sebab, berkaitan dengan keselamatan nyawa manusia. Pelaksanaannya berlangsung ramai karena melibatkan banyak pihak. Gabungan berbagai unsur hadir. Termasuk alat-alat berat yang dikeluarkan dalam menyukseskan Gerpas. Bahkan dukungan datang dari Jatim untuk menurunkan teknisi PLN dan kendaraan beratnya dari berbagai daerah. Seperti Banyuwangi, Situbondo, Pasuruan, Surabaya, hingga Gresik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca