alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Publikasi Nama David demi Edukasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Virus korona tidak pandang bulu. Bisa menyerang siapa saja, termasuk politisi. Seperti yang dialami Ketua Komisi C DPRD David Handoko Seto. Dia dinyatakan terpapar korona, meski tanpa gejala dan baik-baik saja. David dinyatakan positif setelah dua anak dan istrinya terpapar lebih dulu.

Penyebutan nama David, pria yang dikenal sebagai anggota dewan yang cukup vokal tersebut, bukan hanya disampaikan satu dua orang. Mulai dari Ketua Satgas Covid-19 yang sekaligus Bupati Jember Hendy Siswanto, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi, serta sejumlah orang lain. Tidak dirahasiakannya nama David ini sempat menjadi pertanyaan awak media.

Seperti diketahui, sejak dulu nama orang-orang yang positif korona selalu dirahasiakan. Namun, kenapa hal itu tidak berlaku untuk David?

Mobile_AP_Rectangle 2

Menanggapi pertanyaan ini, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menguraikan, orang yang positif korona sejatinya bukan merupakan aib. Wabah korona sedini mungkin harus diketahui, sehingga orang yang terpapar segera tertangani dan virusnya tidak sampai menyebar.

BACA JUGA : DPRD Akan Panggil DPMD dan BPJS Kesehatan

Kasus positif korona yang menimpa Ketua Komisi C yang sekaligus Ketua Pansus Covid-19 itu, menurut Halim, dibuka ke publik sebagai edukasi untuk seluruh masyarakat Jember. Harapannya, masyarakat paham bahwa virus korona masih menjadi ancaman kesehatan bersama. Dengan begitu, masing-masing bisa saling menjaga dan mematuhi protokol kesehatan. “Kami juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa Covid-19 itu tidak harus kita takuti,” kata Halim.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Virus korona tidak pandang bulu. Bisa menyerang siapa saja, termasuk politisi. Seperti yang dialami Ketua Komisi C DPRD David Handoko Seto. Dia dinyatakan terpapar korona, meski tanpa gejala dan baik-baik saja. David dinyatakan positif setelah dua anak dan istrinya terpapar lebih dulu.

Penyebutan nama David, pria yang dikenal sebagai anggota dewan yang cukup vokal tersebut, bukan hanya disampaikan satu dua orang. Mulai dari Ketua Satgas Covid-19 yang sekaligus Bupati Jember Hendy Siswanto, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi, serta sejumlah orang lain. Tidak dirahasiakannya nama David ini sempat menjadi pertanyaan awak media.

Seperti diketahui, sejak dulu nama orang-orang yang positif korona selalu dirahasiakan. Namun, kenapa hal itu tidak berlaku untuk David?

Menanggapi pertanyaan ini, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menguraikan, orang yang positif korona sejatinya bukan merupakan aib. Wabah korona sedini mungkin harus diketahui, sehingga orang yang terpapar segera tertangani dan virusnya tidak sampai menyebar.

BACA JUGA : DPRD Akan Panggil DPMD dan BPJS Kesehatan

Kasus positif korona yang menimpa Ketua Komisi C yang sekaligus Ketua Pansus Covid-19 itu, menurut Halim, dibuka ke publik sebagai edukasi untuk seluruh masyarakat Jember. Harapannya, masyarakat paham bahwa virus korona masih menjadi ancaman kesehatan bersama. Dengan begitu, masing-masing bisa saling menjaga dan mematuhi protokol kesehatan. “Kami juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa Covid-19 itu tidak harus kita takuti,” kata Halim.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Virus korona tidak pandang bulu. Bisa menyerang siapa saja, termasuk politisi. Seperti yang dialami Ketua Komisi C DPRD David Handoko Seto. Dia dinyatakan terpapar korona, meski tanpa gejala dan baik-baik saja. David dinyatakan positif setelah dua anak dan istrinya terpapar lebih dulu.

Penyebutan nama David, pria yang dikenal sebagai anggota dewan yang cukup vokal tersebut, bukan hanya disampaikan satu dua orang. Mulai dari Ketua Satgas Covid-19 yang sekaligus Bupati Jember Hendy Siswanto, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi, serta sejumlah orang lain. Tidak dirahasiakannya nama David ini sempat menjadi pertanyaan awak media.

Seperti diketahui, sejak dulu nama orang-orang yang positif korona selalu dirahasiakan. Namun, kenapa hal itu tidak berlaku untuk David?

Menanggapi pertanyaan ini, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menguraikan, orang yang positif korona sejatinya bukan merupakan aib. Wabah korona sedini mungkin harus diketahui, sehingga orang yang terpapar segera tertangani dan virusnya tidak sampai menyebar.

BACA JUGA : DPRD Akan Panggil DPMD dan BPJS Kesehatan

Kasus positif korona yang menimpa Ketua Komisi C yang sekaligus Ketua Pansus Covid-19 itu, menurut Halim, dibuka ke publik sebagai edukasi untuk seluruh masyarakat Jember. Harapannya, masyarakat paham bahwa virus korona masih menjadi ancaman kesehatan bersama. Dengan begitu, masing-masing bisa saling menjaga dan mematuhi protokol kesehatan. “Kami juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa Covid-19 itu tidak harus kita takuti,” kata Halim.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/