alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Kasus Naik, Hendy Larang Kerumunan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski bulan lalu kasus pandemi Covid-19 sempat melandai, namun belum berarti berakhir. Salah satunya terjadi kemarin (22/6). Berdasarkan data Satgas Covid-19 yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Plt Kadiskominfo Jember Habib Salim menerangkan bahwa tercatat ada penambahan sebanyak 24 kasus dalam sehari pada Senin (22/6).

Total itu terdiri atas 14 kasus suspect yang tersebar pada Kecamatan Kencong (2), Rambipuji (2), Kalisat (1), Wuluhan (5), Silo (1), Puger (1), Ambulu (1), dan dari Kecamatan Patrang (1). Sementara itu, sisanya berasal dari Kecamatan Gumukmas (1), Patrang (1), Rambipuji (1), Wuluhan (6), dan Kaliwates (1).

Tentu saja, hal itu perlu benar-benar mendapatkan sorotan sekaligus tindakan yang berarti. Sebab, tak tertutup kemungkinan bakal terus bertambah jika dibiarkan tanpa mendapatkan penanganan serius. Baik oleh masyarakat maupun pemerintah selaku satuan petugas Covid-19.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan kepada seluruh organisasi pimpinan daerah (OPD) bahwa saat ini persebaran Covid-19 di Jember cukup mengkhawatirkan. “Saya instruksikan, semua kegiatan yang mengundang massa harap ditiadakan,” paparnya.

BACA JUGA : Gedung DPRD Tutup Sementara Setelah Ketua Pansus Dinyatakan Positif Covid-19

Sambil menunggu kabar baik lebih lanjut, dia mengimbau seluruh kegiatan operasional terkait dengan posko PPKM mikro di tingkat kecamatan, desa, RT, dan RW agar dimasifkan. Lebih lanjut, dia juga berharap, masyarakat mau peduli dengan diri sendiri dan orang lain dengan cara tidak abai terhadap protokol kesehatan. Salah satunya dengan edukasi mengenai protokol kesehatan khususnya di tempat-tempat umum. Serta membagikan masker di tempat ibadah kepada jamaah yang tidak mengenakan masker. Selain itu juga melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai lokasi yang dipadati masyarakat seperti tempat ibadah, pasar, sekolah, ruang terbuka hijau, dan fasilitas umum lainnya secara periodik.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski bulan lalu kasus pandemi Covid-19 sempat melandai, namun belum berarti berakhir. Salah satunya terjadi kemarin (22/6). Berdasarkan data Satgas Covid-19 yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Plt Kadiskominfo Jember Habib Salim menerangkan bahwa tercatat ada penambahan sebanyak 24 kasus dalam sehari pada Senin (22/6).

Total itu terdiri atas 14 kasus suspect yang tersebar pada Kecamatan Kencong (2), Rambipuji (2), Kalisat (1), Wuluhan (5), Silo (1), Puger (1), Ambulu (1), dan dari Kecamatan Patrang (1). Sementara itu, sisanya berasal dari Kecamatan Gumukmas (1), Patrang (1), Rambipuji (1), Wuluhan (6), dan Kaliwates (1).

Tentu saja, hal itu perlu benar-benar mendapatkan sorotan sekaligus tindakan yang berarti. Sebab, tak tertutup kemungkinan bakal terus bertambah jika dibiarkan tanpa mendapatkan penanganan serius. Baik oleh masyarakat maupun pemerintah selaku satuan petugas Covid-19.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan kepada seluruh organisasi pimpinan daerah (OPD) bahwa saat ini persebaran Covid-19 di Jember cukup mengkhawatirkan. “Saya instruksikan, semua kegiatan yang mengundang massa harap ditiadakan,” paparnya.

BACA JUGA : Gedung DPRD Tutup Sementara Setelah Ketua Pansus Dinyatakan Positif Covid-19

Sambil menunggu kabar baik lebih lanjut, dia mengimbau seluruh kegiatan operasional terkait dengan posko PPKM mikro di tingkat kecamatan, desa, RT, dan RW agar dimasifkan. Lebih lanjut, dia juga berharap, masyarakat mau peduli dengan diri sendiri dan orang lain dengan cara tidak abai terhadap protokol kesehatan. Salah satunya dengan edukasi mengenai protokol kesehatan khususnya di tempat-tempat umum. Serta membagikan masker di tempat ibadah kepada jamaah yang tidak mengenakan masker. Selain itu juga melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai lokasi yang dipadati masyarakat seperti tempat ibadah, pasar, sekolah, ruang terbuka hijau, dan fasilitas umum lainnya secara periodik.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski bulan lalu kasus pandemi Covid-19 sempat melandai, namun belum berarti berakhir. Salah satunya terjadi kemarin (22/6). Berdasarkan data Satgas Covid-19 yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Plt Kadiskominfo Jember Habib Salim menerangkan bahwa tercatat ada penambahan sebanyak 24 kasus dalam sehari pada Senin (22/6).

Total itu terdiri atas 14 kasus suspect yang tersebar pada Kecamatan Kencong (2), Rambipuji (2), Kalisat (1), Wuluhan (5), Silo (1), Puger (1), Ambulu (1), dan dari Kecamatan Patrang (1). Sementara itu, sisanya berasal dari Kecamatan Gumukmas (1), Patrang (1), Rambipuji (1), Wuluhan (6), dan Kaliwates (1).

Tentu saja, hal itu perlu benar-benar mendapatkan sorotan sekaligus tindakan yang berarti. Sebab, tak tertutup kemungkinan bakal terus bertambah jika dibiarkan tanpa mendapatkan penanganan serius. Baik oleh masyarakat maupun pemerintah selaku satuan petugas Covid-19.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan kepada seluruh organisasi pimpinan daerah (OPD) bahwa saat ini persebaran Covid-19 di Jember cukup mengkhawatirkan. “Saya instruksikan, semua kegiatan yang mengundang massa harap ditiadakan,” paparnya.

BACA JUGA : Gedung DPRD Tutup Sementara Setelah Ketua Pansus Dinyatakan Positif Covid-19

Sambil menunggu kabar baik lebih lanjut, dia mengimbau seluruh kegiatan operasional terkait dengan posko PPKM mikro di tingkat kecamatan, desa, RT, dan RW agar dimasifkan. Lebih lanjut, dia juga berharap, masyarakat mau peduli dengan diri sendiri dan orang lain dengan cara tidak abai terhadap protokol kesehatan. Salah satunya dengan edukasi mengenai protokol kesehatan khususnya di tempat-tempat umum. Serta membagikan masker di tempat ibadah kepada jamaah yang tidak mengenakan masker. Selain itu juga melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai lokasi yang dipadati masyarakat seperti tempat ibadah, pasar, sekolah, ruang terbuka hijau, dan fasilitas umum lainnya secara periodik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/