alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Mudik Ditiadakan, Jember Susun Rencana

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Republik Indonesia telah melayangkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Persebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan. Disebutkan bahwa terdapat peluang peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang. Baik untuk kegiatan keagamaan, keluarga, maupun pariwisata, yang diprediksi meningkatkan risiko laju penularan Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa pihaknya tetap mengikuti aturan larangan mudik Lebaran yang diterapkan pemerintah pusat tersebut. Meski begitu, pihaknya masih akan melakukan sosialisasi pada apel Senin (26/4) mendatang. “Untuk mudik, saya bakal undang semua, termasuk para stakeholder, untuk melaksanakan apel tentang mudik,” ungkapnya.

Sebab, menurut dia, mudik kali ini berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Seperti diketahui, meski dilakukan pengetatan, masih ada yang bisa mudik. “Kalau tahun sekarang benar-benar nggak boleh. Kalau sampai longgar, malah berbahaya bagi orang lain,” kata Hendy.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Hendy, persebaran kasus Covid-19 di Jember sudah lebih baik daripada sebelumnya. Sementara, di beberapa daerah luar Jawa, ada yang kembali mengalami lonjakan kasus sehingga mengakibatkan daerah itu berzona merah. “Perubahannya sangat cepat sekali,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Hendy menegaskan bahwa pihaknya sangat sepakat dengan adanya pelarangan mudik tersebut. Jika terjadi pengenduran selama Ramadan hingga Lebaran, hal itu dinilai berisiko menambah kasus Covid-19 di Kabupaten Jember. Selain itu, dia menegaskan bahwa ini bukan imbauan, melainkan larangan. “Intinya, nggak boleh pulang, nggak usah pulang sudah,” tegasnya.

Guna menghindari adanya curi-curi kesempatan pada akses masuk Jember, Hendy menerangkan bahwa pihaknya bakal melakukan penutupan di sejumlah pintu masuk Jember. “Mobil penumpang kami cek. Kalau tak ada alasan, orang luar kami suruh kembali,” terangnya. Begitu juga sebaliknya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Republik Indonesia telah melayangkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Persebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan. Disebutkan bahwa terdapat peluang peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang. Baik untuk kegiatan keagamaan, keluarga, maupun pariwisata, yang diprediksi meningkatkan risiko laju penularan Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa pihaknya tetap mengikuti aturan larangan mudik Lebaran yang diterapkan pemerintah pusat tersebut. Meski begitu, pihaknya masih akan melakukan sosialisasi pada apel Senin (26/4) mendatang. “Untuk mudik, saya bakal undang semua, termasuk para stakeholder, untuk melaksanakan apel tentang mudik,” ungkapnya.

Sebab, menurut dia, mudik kali ini berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Seperti diketahui, meski dilakukan pengetatan, masih ada yang bisa mudik. “Kalau tahun sekarang benar-benar nggak boleh. Kalau sampai longgar, malah berbahaya bagi orang lain,” kata Hendy.

Menurut Hendy, persebaran kasus Covid-19 di Jember sudah lebih baik daripada sebelumnya. Sementara, di beberapa daerah luar Jawa, ada yang kembali mengalami lonjakan kasus sehingga mengakibatkan daerah itu berzona merah. “Perubahannya sangat cepat sekali,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Hendy menegaskan bahwa pihaknya sangat sepakat dengan adanya pelarangan mudik tersebut. Jika terjadi pengenduran selama Ramadan hingga Lebaran, hal itu dinilai berisiko menambah kasus Covid-19 di Kabupaten Jember. Selain itu, dia menegaskan bahwa ini bukan imbauan, melainkan larangan. “Intinya, nggak boleh pulang, nggak usah pulang sudah,” tegasnya.

Guna menghindari adanya curi-curi kesempatan pada akses masuk Jember, Hendy menerangkan bahwa pihaknya bakal melakukan penutupan di sejumlah pintu masuk Jember. “Mobil penumpang kami cek. Kalau tak ada alasan, orang luar kami suruh kembali,” terangnya. Begitu juga sebaliknya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Republik Indonesia telah melayangkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Persebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan. Disebutkan bahwa terdapat peluang peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang. Baik untuk kegiatan keagamaan, keluarga, maupun pariwisata, yang diprediksi meningkatkan risiko laju penularan Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa pihaknya tetap mengikuti aturan larangan mudik Lebaran yang diterapkan pemerintah pusat tersebut. Meski begitu, pihaknya masih akan melakukan sosialisasi pada apel Senin (26/4) mendatang. “Untuk mudik, saya bakal undang semua, termasuk para stakeholder, untuk melaksanakan apel tentang mudik,” ungkapnya.

Sebab, menurut dia, mudik kali ini berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Seperti diketahui, meski dilakukan pengetatan, masih ada yang bisa mudik. “Kalau tahun sekarang benar-benar nggak boleh. Kalau sampai longgar, malah berbahaya bagi orang lain,” kata Hendy.

Menurut Hendy, persebaran kasus Covid-19 di Jember sudah lebih baik daripada sebelumnya. Sementara, di beberapa daerah luar Jawa, ada yang kembali mengalami lonjakan kasus sehingga mengakibatkan daerah itu berzona merah. “Perubahannya sangat cepat sekali,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Hendy menegaskan bahwa pihaknya sangat sepakat dengan adanya pelarangan mudik tersebut. Jika terjadi pengenduran selama Ramadan hingga Lebaran, hal itu dinilai berisiko menambah kasus Covid-19 di Kabupaten Jember. Selain itu, dia menegaskan bahwa ini bukan imbauan, melainkan larangan. “Intinya, nggak boleh pulang, nggak usah pulang sudah,” tegasnya.

Guna menghindari adanya curi-curi kesempatan pada akses masuk Jember, Hendy menerangkan bahwa pihaknya bakal melakukan penutupan di sejumlah pintu masuk Jember. “Mobil penumpang kami cek. Kalau tak ada alasan, orang luar kami suruh kembali,” terangnya. Begitu juga sebaliknya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/