alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kualitas Aspal Ringkih, Komisi C DPRD Jember Minta Dinas Lakukan Uji Lab

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Proyek perbaikan jalan dengan skema multiyears di Jember, menyisakan noktah. Pengerjaan peningkatan jalan menuju wisata Pantai Watu Ulo di Kecamatan Ambulu itu, bermasalah. Ditemukan sejumlah lubang pada proyek tersebut. Padahal, perbaikan baru sepekan dikerjakan.

Kondisi ini mendapat sorotan publik hingga memantik Komisi C DPRD Jember turun ke lokasi. Saat inspeksi itu, Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono menengarai, kualitas aspal tidak standar. Bahkan, dia menduga, menyalahi spesifikasi teknis (spektek).

Budi pun meminta Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Jember memperketat pengawasan agar kasus serupa tidak terjadi pada proyek perbaikan insfrastrur yang lain. “Jika kualitasnya bermasalah, bongkar. Ganti yang baru. Dinas dan konsultan pengawas harus cek ke laboratorium. Apakah sesuai sepektek atau tidak,” ujarnya, Rabu (23/3).

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Tagih Janji Perbaikan Jalan Seribu Kilometer

DIBONGKAR: Jalan menuju wisata Watu Ulo di Ambulu, kembali diperbaiki. Sebelumnya, kualitas apal yang buruk mengakibatkan jalan yang baru seminggu dibenahi itu berlubang.

Inspeksi yang dilakukan bersama anggota Komisi C DPRD Jember Andi Kurniawan, serta pengawas jalan dari DPU BMSDA Jember di Ambulu dan konsultan pengawas itu, juga menemukan campuran aspal dengan agregat tidak menyatu dengan kuat. Bahkan, saat politisi Partai NasDem ini menggenggam sampel material, aspal tersebut mudah rontok. Sangat ringkih. “Ini kayak jagung. Dipegang sudah mipril,” ungkap Budi.

Anggota dewan yang akrab disapa Budi Pink ini menyayangkan buruknya kualitas aspal yang digunakan. Sebab, dia menuturkan, proyek itu hanya peningkatan jalan, bukan membuat jalan baru. Dengan kata lain, landasan jalan sudah mapan dan tinggal melapisi aspal di atasnya saja. “Saya melihat kontur tanahnya cukup bagus. Makanya tegas saya katakan, perketat pengawasan. Cek kualitas aspal ke lab sebelum diaplikasikan,” tegasnya.

Proyek jalan sepanjang 22 kilometer menuju wisata Watu Ulo ini menggunakan dana APBD sebesar Rp 17,6 miliar. Proyek ini dikerjakan melalui PT Konstruksi Indonesia Mandiri (KIM), sebuah perusahaan milik pengusaha yang berasal dari Kabupaten Malang. Perbaikan jalan tersebut merupakan salah satu bagian dari megaproyek infrastruktur Pemkab Jember yang didanai melalui skema anggaran tahun jamak dalam rentang 2021-2022.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Proyek perbaikan jalan dengan skema multiyears di Jember, menyisakan noktah. Pengerjaan peningkatan jalan menuju wisata Pantai Watu Ulo di Kecamatan Ambulu itu, bermasalah. Ditemukan sejumlah lubang pada proyek tersebut. Padahal, perbaikan baru sepekan dikerjakan.

Kondisi ini mendapat sorotan publik hingga memantik Komisi C DPRD Jember turun ke lokasi. Saat inspeksi itu, Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono menengarai, kualitas aspal tidak standar. Bahkan, dia menduga, menyalahi spesifikasi teknis (spektek).

Budi pun meminta Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Jember memperketat pengawasan agar kasus serupa tidak terjadi pada proyek perbaikan insfrastrur yang lain. “Jika kualitasnya bermasalah, bongkar. Ganti yang baru. Dinas dan konsultan pengawas harus cek ke laboratorium. Apakah sesuai sepektek atau tidak,” ujarnya, Rabu (23/3).

BACA JUGA: Tagih Janji Perbaikan Jalan Seribu Kilometer

DIBONGKAR: Jalan menuju wisata Watu Ulo di Ambulu, kembali diperbaiki. Sebelumnya, kualitas apal yang buruk mengakibatkan jalan yang baru seminggu dibenahi itu berlubang.

Inspeksi yang dilakukan bersama anggota Komisi C DPRD Jember Andi Kurniawan, serta pengawas jalan dari DPU BMSDA Jember di Ambulu dan konsultan pengawas itu, juga menemukan campuran aspal dengan agregat tidak menyatu dengan kuat. Bahkan, saat politisi Partai NasDem ini menggenggam sampel material, aspal tersebut mudah rontok. Sangat ringkih. “Ini kayak jagung. Dipegang sudah mipril,” ungkap Budi.

Anggota dewan yang akrab disapa Budi Pink ini menyayangkan buruknya kualitas aspal yang digunakan. Sebab, dia menuturkan, proyek itu hanya peningkatan jalan, bukan membuat jalan baru. Dengan kata lain, landasan jalan sudah mapan dan tinggal melapisi aspal di atasnya saja. “Saya melihat kontur tanahnya cukup bagus. Makanya tegas saya katakan, perketat pengawasan. Cek kualitas aspal ke lab sebelum diaplikasikan,” tegasnya.

Proyek jalan sepanjang 22 kilometer menuju wisata Watu Ulo ini menggunakan dana APBD sebesar Rp 17,6 miliar. Proyek ini dikerjakan melalui PT Konstruksi Indonesia Mandiri (KIM), sebuah perusahaan milik pengusaha yang berasal dari Kabupaten Malang. Perbaikan jalan tersebut merupakan salah satu bagian dari megaproyek infrastruktur Pemkab Jember yang didanai melalui skema anggaran tahun jamak dalam rentang 2021-2022.

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Proyek perbaikan jalan dengan skema multiyears di Jember, menyisakan noktah. Pengerjaan peningkatan jalan menuju wisata Pantai Watu Ulo di Kecamatan Ambulu itu, bermasalah. Ditemukan sejumlah lubang pada proyek tersebut. Padahal, perbaikan baru sepekan dikerjakan.

Kondisi ini mendapat sorotan publik hingga memantik Komisi C DPRD Jember turun ke lokasi. Saat inspeksi itu, Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono menengarai, kualitas aspal tidak standar. Bahkan, dia menduga, menyalahi spesifikasi teknis (spektek).

Budi pun meminta Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Jember memperketat pengawasan agar kasus serupa tidak terjadi pada proyek perbaikan insfrastrur yang lain. “Jika kualitasnya bermasalah, bongkar. Ganti yang baru. Dinas dan konsultan pengawas harus cek ke laboratorium. Apakah sesuai sepektek atau tidak,” ujarnya, Rabu (23/3).

BACA JUGA: Tagih Janji Perbaikan Jalan Seribu Kilometer

DIBONGKAR: Jalan menuju wisata Watu Ulo di Ambulu, kembali diperbaiki. Sebelumnya, kualitas apal yang buruk mengakibatkan jalan yang baru seminggu dibenahi itu berlubang.

Inspeksi yang dilakukan bersama anggota Komisi C DPRD Jember Andi Kurniawan, serta pengawas jalan dari DPU BMSDA Jember di Ambulu dan konsultan pengawas itu, juga menemukan campuran aspal dengan agregat tidak menyatu dengan kuat. Bahkan, saat politisi Partai NasDem ini menggenggam sampel material, aspal tersebut mudah rontok. Sangat ringkih. “Ini kayak jagung. Dipegang sudah mipril,” ungkap Budi.

Anggota dewan yang akrab disapa Budi Pink ini menyayangkan buruknya kualitas aspal yang digunakan. Sebab, dia menuturkan, proyek itu hanya peningkatan jalan, bukan membuat jalan baru. Dengan kata lain, landasan jalan sudah mapan dan tinggal melapisi aspal di atasnya saja. “Saya melihat kontur tanahnya cukup bagus. Makanya tegas saya katakan, perketat pengawasan. Cek kualitas aspal ke lab sebelum diaplikasikan,” tegasnya.

Proyek jalan sepanjang 22 kilometer menuju wisata Watu Ulo ini menggunakan dana APBD sebesar Rp 17,6 miliar. Proyek ini dikerjakan melalui PT Konstruksi Indonesia Mandiri (KIM), sebuah perusahaan milik pengusaha yang berasal dari Kabupaten Malang. Perbaikan jalan tersebut merupakan salah satu bagian dari megaproyek infrastruktur Pemkab Jember yang didanai melalui skema anggaran tahun jamak dalam rentang 2021-2022.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/