alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Mau Cuci Tangan, eh Kecele

Karena Wastafel Rusak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Cuci tangan, jaga jarak, dan memakai masker, menjadi kebiasaan baru sejak pandemi Covid-19 melanda. Berbagai cara untuk mengantisipasi penularan korona dilakukan. Salah satunya memasang banyak wastafel untuk cuci tangan di berbagai titik strategis. Namun, tak sedikit wastafel yang dibangun setahun kemarin kondisinya tak terawat. Bahkan rusak dan tak bisa digunakan. Salah satunya di Alun-Alun Jember.

Saat apel perdana sejak kepemimpinan Bupati Jember Hendy Siswanto, Senin (21/3), wastafel di alun-alun, tepat di muka Kantor Pemkab Jember Jl Sudarman, terlihat jauh dari kata layak. Dari kejauhan, wastafel itu tampak kotor. Banyak debu menempel, hingga dedaunan kering yang berada di atasnya. Lebih mendekat lagi, keran air telah raib. Tempat sabun cair terisi air berlumut, bukan sabun. Keran tidak ada, air dalam tandon juga tiada.

Sementara itu, wastafel di alun-alun sisi lainnya, di depan Bank BNI atau Pizza Hut, kondisinya juga tak jauh berbeda. Air dan sabun tidak ada. Begitu juga dengan keran. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (23/3), wastafel di RTH Gajah Mada juga tidak ada keran.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kondisi wastafel yang tidak terawat dan tidak bisa difungsikan sebagaimana tujuan awal untuk cuci tangan tersebut tidak bisa dijabarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember. Melalui pesan singkat, Plt Kepala Dinkes Jember dr Wiwik Supartiwi hanya menjawab agar wartawan menanyakan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Cuci tangan, jaga jarak, dan memakai masker, menjadi kebiasaan baru sejak pandemi Covid-19 melanda. Berbagai cara untuk mengantisipasi penularan korona dilakukan. Salah satunya memasang banyak wastafel untuk cuci tangan di berbagai titik strategis. Namun, tak sedikit wastafel yang dibangun setahun kemarin kondisinya tak terawat. Bahkan rusak dan tak bisa digunakan. Salah satunya di Alun-Alun Jember.

Saat apel perdana sejak kepemimpinan Bupati Jember Hendy Siswanto, Senin (21/3), wastafel di alun-alun, tepat di muka Kantor Pemkab Jember Jl Sudarman, terlihat jauh dari kata layak. Dari kejauhan, wastafel itu tampak kotor. Banyak debu menempel, hingga dedaunan kering yang berada di atasnya. Lebih mendekat lagi, keran air telah raib. Tempat sabun cair terisi air berlumut, bukan sabun. Keran tidak ada, air dalam tandon juga tiada.

Sementara itu, wastafel di alun-alun sisi lainnya, di depan Bank BNI atau Pizza Hut, kondisinya juga tak jauh berbeda. Air dan sabun tidak ada. Begitu juga dengan keran. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (23/3), wastafel di RTH Gajah Mada juga tidak ada keran.

Kondisi wastafel yang tidak terawat dan tidak bisa difungsikan sebagaimana tujuan awal untuk cuci tangan tersebut tidak bisa dijabarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember. Melalui pesan singkat, Plt Kepala Dinkes Jember dr Wiwik Supartiwi hanya menjawab agar wartawan menanyakan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Cuci tangan, jaga jarak, dan memakai masker, menjadi kebiasaan baru sejak pandemi Covid-19 melanda. Berbagai cara untuk mengantisipasi penularan korona dilakukan. Salah satunya memasang banyak wastafel untuk cuci tangan di berbagai titik strategis. Namun, tak sedikit wastafel yang dibangun setahun kemarin kondisinya tak terawat. Bahkan rusak dan tak bisa digunakan. Salah satunya di Alun-Alun Jember.

Saat apel perdana sejak kepemimpinan Bupati Jember Hendy Siswanto, Senin (21/3), wastafel di alun-alun, tepat di muka Kantor Pemkab Jember Jl Sudarman, terlihat jauh dari kata layak. Dari kejauhan, wastafel itu tampak kotor. Banyak debu menempel, hingga dedaunan kering yang berada di atasnya. Lebih mendekat lagi, keran air telah raib. Tempat sabun cair terisi air berlumut, bukan sabun. Keran tidak ada, air dalam tandon juga tiada.

Sementara itu, wastafel di alun-alun sisi lainnya, di depan Bank BNI atau Pizza Hut, kondisinya juga tak jauh berbeda. Air dan sabun tidak ada. Begitu juga dengan keran. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (23/3), wastafel di RTH Gajah Mada juga tidak ada keran.

Kondisi wastafel yang tidak terawat dan tidak bisa difungsikan sebagaimana tujuan awal untuk cuci tangan tersebut tidak bisa dijabarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember. Melalui pesan singkat, Plt Kepala Dinkes Jember dr Wiwik Supartiwi hanya menjawab agar wartawan menanyakan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/