alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Megaproyek Multiyears “Taruhan Kepercayaan”

Mobile_AP_Rectangle 1

Nah, pada proyek jalan inilah, pria yang akrab dipanggil Budi Pink itu menyebut, belum melihat slogan akselerasi. Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun bisa memulihkan birokrasi dan boleh menyelesaikan APBD tepat waktu, namun di lapangan kerja-kerja kontraktor yang terikat kontrak terkesan lamban. “Bahkan, kami menemukan ada sekitar lima pekerjaan belum dilakukan pengaspalan. Jadi, menurut saya, akselerasi juga perlu ditekankan kepada kontraktor,” cetusnya.

Proyek jalan bisa dirasakan dan dilihat oleh semua masyarakat. Menurutnya, taruhan kepercayaan yaitu erat kaitannya dengan keberhasilan pengaspalan jalan. Jika meleset, atau nasibnya sama seperti pembangunan asrama haji yang gagal, maka kepercayaan masyarakat bisa luntur terhadap pasangan Hendy-Firjaun. “Dana pengaspalan ratusan miliar rupiah. Kalau sampai gagal, kualitasnya jelek, atau pekerjaan itu tidak selesai sesuai yang ditargetkan, maka otomatis taruhannya kepercayaan kepemimpinan di tengah masyarakat,” cetusnya.

Demi menjamin agar jalannya proyek multiyears sesuai harapan, maka pemerintah maupun masyarakat patut untuk melakukan pengawasan bersama. “Terlebih, dinas terkait harus tegas. Jangan sampai kontraknya Desember, kerjanya baru Februari. Berarti kalau kontraktor kerjanya seperti itu, ke depan kontrak kerja diperpendek saja,” ulasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Budi Pink berharap proyek jalan aspal, jembatan, dan PJU berjalan baik. “Hari Raya Idul Fitri nanti, semua masyarakat bagaimana merasakan jalan mulus dan jalan-jalan terang,” ulasnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni juga memiliki pandangan yang tidak jauh berbeda. Sesuai dengan bidangnya, proyek PJU yang juga menelan anggaran cukup besar menjadi bagian penting yang harus segera diselesaikan. “PJU ini anggarannya juga besar, kalau sampai tidak selesai sesuai rencana, ini ada apa,” jelasnya.

Proyek multiyears PJU menelan anggaran sekitar 100 miliar. Nilainya memang jauh dibanding jalan aspal. Namun, dua proyek itu adalah program kasat mata yang bisa dirasakan dan dilihat oleh masyarakat di Kabupaten Jember. “Komisi A tentu akan melakukan pengawasan. Sudah berapa persen yang selesai dan lokasinya di mana saja,” ulasnya. Proyek jalan aspal, PJU, jembatan, memang menjadi proyek yang kasat mata, namun menyedot anggaran sedemikian rupa. (c2/nur)

- Advertisement -

Nah, pada proyek jalan inilah, pria yang akrab dipanggil Budi Pink itu menyebut, belum melihat slogan akselerasi. Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun bisa memulihkan birokrasi dan boleh menyelesaikan APBD tepat waktu, namun di lapangan kerja-kerja kontraktor yang terikat kontrak terkesan lamban. “Bahkan, kami menemukan ada sekitar lima pekerjaan belum dilakukan pengaspalan. Jadi, menurut saya, akselerasi juga perlu ditekankan kepada kontraktor,” cetusnya.

Proyek jalan bisa dirasakan dan dilihat oleh semua masyarakat. Menurutnya, taruhan kepercayaan yaitu erat kaitannya dengan keberhasilan pengaspalan jalan. Jika meleset, atau nasibnya sama seperti pembangunan asrama haji yang gagal, maka kepercayaan masyarakat bisa luntur terhadap pasangan Hendy-Firjaun. “Dana pengaspalan ratusan miliar rupiah. Kalau sampai gagal, kualitasnya jelek, atau pekerjaan itu tidak selesai sesuai yang ditargetkan, maka otomatis taruhannya kepercayaan kepemimpinan di tengah masyarakat,” cetusnya.

Demi menjamin agar jalannya proyek multiyears sesuai harapan, maka pemerintah maupun masyarakat patut untuk melakukan pengawasan bersama. “Terlebih, dinas terkait harus tegas. Jangan sampai kontraknya Desember, kerjanya baru Februari. Berarti kalau kontraktor kerjanya seperti itu, ke depan kontrak kerja diperpendek saja,” ulasnya.

Budi Pink berharap proyek jalan aspal, jembatan, dan PJU berjalan baik. “Hari Raya Idul Fitri nanti, semua masyarakat bagaimana merasakan jalan mulus dan jalan-jalan terang,” ulasnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni juga memiliki pandangan yang tidak jauh berbeda. Sesuai dengan bidangnya, proyek PJU yang juga menelan anggaran cukup besar menjadi bagian penting yang harus segera diselesaikan. “PJU ini anggarannya juga besar, kalau sampai tidak selesai sesuai rencana, ini ada apa,” jelasnya.

Proyek multiyears PJU menelan anggaran sekitar 100 miliar. Nilainya memang jauh dibanding jalan aspal. Namun, dua proyek itu adalah program kasat mata yang bisa dirasakan dan dilihat oleh masyarakat di Kabupaten Jember. “Komisi A tentu akan melakukan pengawasan. Sudah berapa persen yang selesai dan lokasinya di mana saja,” ulasnya. Proyek jalan aspal, PJU, jembatan, memang menjadi proyek yang kasat mata, namun menyedot anggaran sedemikian rupa. (c2/nur)

Nah, pada proyek jalan inilah, pria yang akrab dipanggil Budi Pink itu menyebut, belum melihat slogan akselerasi. Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun bisa memulihkan birokrasi dan boleh menyelesaikan APBD tepat waktu, namun di lapangan kerja-kerja kontraktor yang terikat kontrak terkesan lamban. “Bahkan, kami menemukan ada sekitar lima pekerjaan belum dilakukan pengaspalan. Jadi, menurut saya, akselerasi juga perlu ditekankan kepada kontraktor,” cetusnya.

Proyek jalan bisa dirasakan dan dilihat oleh semua masyarakat. Menurutnya, taruhan kepercayaan yaitu erat kaitannya dengan keberhasilan pengaspalan jalan. Jika meleset, atau nasibnya sama seperti pembangunan asrama haji yang gagal, maka kepercayaan masyarakat bisa luntur terhadap pasangan Hendy-Firjaun. “Dana pengaspalan ratusan miliar rupiah. Kalau sampai gagal, kualitasnya jelek, atau pekerjaan itu tidak selesai sesuai yang ditargetkan, maka otomatis taruhannya kepercayaan kepemimpinan di tengah masyarakat,” cetusnya.

Demi menjamin agar jalannya proyek multiyears sesuai harapan, maka pemerintah maupun masyarakat patut untuk melakukan pengawasan bersama. “Terlebih, dinas terkait harus tegas. Jangan sampai kontraknya Desember, kerjanya baru Februari. Berarti kalau kontraktor kerjanya seperti itu, ke depan kontrak kerja diperpendek saja,” ulasnya.

Budi Pink berharap proyek jalan aspal, jembatan, dan PJU berjalan baik. “Hari Raya Idul Fitri nanti, semua masyarakat bagaimana merasakan jalan mulus dan jalan-jalan terang,” ulasnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni juga memiliki pandangan yang tidak jauh berbeda. Sesuai dengan bidangnya, proyek PJU yang juga menelan anggaran cukup besar menjadi bagian penting yang harus segera diselesaikan. “PJU ini anggarannya juga besar, kalau sampai tidak selesai sesuai rencana, ini ada apa,” jelasnya.

Proyek multiyears PJU menelan anggaran sekitar 100 miliar. Nilainya memang jauh dibanding jalan aspal. Namun, dua proyek itu adalah program kasat mata yang bisa dirasakan dan dilihat oleh masyarakat di Kabupaten Jember. “Komisi A tentu akan melakukan pengawasan. Sudah berapa persen yang selesai dan lokasinya di mana saja,” ulasnya. Proyek jalan aspal, PJU, jembatan, memang menjadi proyek yang kasat mata, namun menyedot anggaran sedemikian rupa. (c2/nur)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/