alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Megaproyek Multiyears “Taruhan Kepercayaan”

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Setahun kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman diakui banyak pihak mampu memulihkan keruwetan aparatur sipil negara (ASN) yang sempat sibuk dengan urusan jabatan-jabatan. Kecepatan kerja juga telah menuntaskan dokumen-dokumen penting seperti APBD 2022 tepat waktu. Tapi tunggu dulu. Tahun tengah berjalan, apa yang tertulis dalam buku besar APBD bisa jadi tak sesuai degan pelaksanaan kerja di lapangan.

Pasangan Hendy-Firjaun pada tahun perdana, banyak dibilang masih dimaklumi, karena ada masa transisi kekuasaan. Banyak persoalan yang terjadi, termasuk warisan masalah proyek wastafel yang menyisakan utang miliaran rupiah, sekalipun bentuk proyeknya adalah penunjukan langsung (PL). Nah, di tahun pertamanya ada hal yang perlu digarisbawahi, yaitu adanya megaproyek multiyears pembangunan jalan aspal. Ada pula proyek penerangan jalan umum (PJU), serta beberapa proyek multiyears lain seperti jembatan.

Megaproyek untuk urusan infrastruktur jalan besarnya tiga kali lipat dari proyek pembangunan Jember Sport Garden (JSG). JSG kala itu dibangun dengan dana Rp 193 miliar. Proyek jalan ini pul besarnya tiga kali lipat dari rencana pembangunan asrama haji yang gagal. Asrama haji saat itu direncanakan akan dibangun dengan dana 220 miliar namun tidak bisa terlaksana karena anggaran multiyears ditolak gubernur.

Mobile_AP_Rectangle 2

Catatan Jawa Pos Radar Jember, megaproyek pembangunan jalan di yang direncanakan pasangan Hendy-Firjaun yakni sebesar Rp 670 miliar. Sebanyak 15 dari dana itu diambilkan dari APBD 2021, sedangkan sisanya berada pada APBD 2022. Untuk itu, megaproyek multiyears inilah disebut-sebut sebagai “taruhan kepercayaan”.

“Anggaran pembangunan jalan atau untuk aspal di Jember saat ini sangat besar. Ini pertaruhan kepercayaan pada kepemimpinan bupati dan wabup,” kata Budi Wicaksono, Ketua Komisi C DPRD Jember.

Dikatakan, megaproyek jalan aspal merupakan program kasat mata yang menjadi salah satu fokus pembangunan di Jember. Targetnya, mengaspal jalan seribu kilometer atau untuk meniadakan julukan Jember yang sempat disebut-sebut sebagai kota seribu lubang.

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Setahun kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman diakui banyak pihak mampu memulihkan keruwetan aparatur sipil negara (ASN) yang sempat sibuk dengan urusan jabatan-jabatan. Kecepatan kerja juga telah menuntaskan dokumen-dokumen penting seperti APBD 2022 tepat waktu. Tapi tunggu dulu. Tahun tengah berjalan, apa yang tertulis dalam buku besar APBD bisa jadi tak sesuai degan pelaksanaan kerja di lapangan.

Pasangan Hendy-Firjaun pada tahun perdana, banyak dibilang masih dimaklumi, karena ada masa transisi kekuasaan. Banyak persoalan yang terjadi, termasuk warisan masalah proyek wastafel yang menyisakan utang miliaran rupiah, sekalipun bentuk proyeknya adalah penunjukan langsung (PL). Nah, di tahun pertamanya ada hal yang perlu digarisbawahi, yaitu adanya megaproyek multiyears pembangunan jalan aspal. Ada pula proyek penerangan jalan umum (PJU), serta beberapa proyek multiyears lain seperti jembatan.

Megaproyek untuk urusan infrastruktur jalan besarnya tiga kali lipat dari proyek pembangunan Jember Sport Garden (JSG). JSG kala itu dibangun dengan dana Rp 193 miliar. Proyek jalan ini pul besarnya tiga kali lipat dari rencana pembangunan asrama haji yang gagal. Asrama haji saat itu direncanakan akan dibangun dengan dana 220 miliar namun tidak bisa terlaksana karena anggaran multiyears ditolak gubernur.

Catatan Jawa Pos Radar Jember, megaproyek pembangunan jalan di yang direncanakan pasangan Hendy-Firjaun yakni sebesar Rp 670 miliar. Sebanyak 15 dari dana itu diambilkan dari APBD 2021, sedangkan sisanya berada pada APBD 2022. Untuk itu, megaproyek multiyears inilah disebut-sebut sebagai “taruhan kepercayaan”.

“Anggaran pembangunan jalan atau untuk aspal di Jember saat ini sangat besar. Ini pertaruhan kepercayaan pada kepemimpinan bupati dan wabup,” kata Budi Wicaksono, Ketua Komisi C DPRD Jember.

Dikatakan, megaproyek jalan aspal merupakan program kasat mata yang menjadi salah satu fokus pembangunan di Jember. Targetnya, mengaspal jalan seribu kilometer atau untuk meniadakan julukan Jember yang sempat disebut-sebut sebagai kota seribu lubang.

KEPATIHAN, Radar Jember – Setahun kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman diakui banyak pihak mampu memulihkan keruwetan aparatur sipil negara (ASN) yang sempat sibuk dengan urusan jabatan-jabatan. Kecepatan kerja juga telah menuntaskan dokumen-dokumen penting seperti APBD 2022 tepat waktu. Tapi tunggu dulu. Tahun tengah berjalan, apa yang tertulis dalam buku besar APBD bisa jadi tak sesuai degan pelaksanaan kerja di lapangan.

Pasangan Hendy-Firjaun pada tahun perdana, banyak dibilang masih dimaklumi, karena ada masa transisi kekuasaan. Banyak persoalan yang terjadi, termasuk warisan masalah proyek wastafel yang menyisakan utang miliaran rupiah, sekalipun bentuk proyeknya adalah penunjukan langsung (PL). Nah, di tahun pertamanya ada hal yang perlu digarisbawahi, yaitu adanya megaproyek multiyears pembangunan jalan aspal. Ada pula proyek penerangan jalan umum (PJU), serta beberapa proyek multiyears lain seperti jembatan.

Megaproyek untuk urusan infrastruktur jalan besarnya tiga kali lipat dari proyek pembangunan Jember Sport Garden (JSG). JSG kala itu dibangun dengan dana Rp 193 miliar. Proyek jalan ini pul besarnya tiga kali lipat dari rencana pembangunan asrama haji yang gagal. Asrama haji saat itu direncanakan akan dibangun dengan dana 220 miliar namun tidak bisa terlaksana karena anggaran multiyears ditolak gubernur.

Catatan Jawa Pos Radar Jember, megaproyek pembangunan jalan di yang direncanakan pasangan Hendy-Firjaun yakni sebesar Rp 670 miliar. Sebanyak 15 dari dana itu diambilkan dari APBD 2021, sedangkan sisanya berada pada APBD 2022. Untuk itu, megaproyek multiyears inilah disebut-sebut sebagai “taruhan kepercayaan”.

“Anggaran pembangunan jalan atau untuk aspal di Jember saat ini sangat besar. Ini pertaruhan kepercayaan pada kepemimpinan bupati dan wabup,” kata Budi Wicaksono, Ketua Komisi C DPRD Jember.

Dikatakan, megaproyek jalan aspal merupakan program kasat mata yang menjadi salah satu fokus pembangunan di Jember. Targetnya, mengaspal jalan seribu kilometer atau untuk meniadakan julukan Jember yang sempat disebut-sebut sebagai kota seribu lubang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/