23.3 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Menanti Kepastian UMK Jember 2023

Berharap Naiknya 10 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember pada tahun 2023 masih belum final, walau direncanakan naik. Namun, diharapkan naiknya maksimal, yaitu naik 10 persen sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum 2023.

BACA JUGA : Sekdes di Jember yang Ditemukan Gantung Diri Ternyata Pernah Menjadi Guru

Perlu diketahui, selama dua tahun ini tidak ada kenaikan UMK. Kenaikan UMK terakhir terjadi pada tahun 2020. Naiknya pun tidak sampai 10 persen, yaitu sekitar 8,5 persen. Kenaikan UMK tentu saja dibutuhkan. Apalagi tahun ini 2020 ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Mobile_AP_Rectangle 2

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember Bambang Rudianto menerangkan, sudah sekitar dua tahun UMK Jember belum ada kenaikan sama sekali. Apalagi, setelah pandemi Covid-19, kenaikan UMK sangat diperlukan. Mengingat para pekerja juga harus diperhatikan rasa keadilan serta mempertimbangkan kondisi perekonomian yang terdapat kenaikan harga, salah satunya BBM. “Sudah selayaknya upah para pekerja di Jember ada kenaikan,” tuturnya.

Dia menambahkan, para pekerja saat ini harus diberi jaminan lebih karena merupakan aset daerah. Tanpa para pekerja, segala sektor perekonomian akan terhambat. Tentunya kenaikan UMK harus sesuai dengan kondisi di lapangan serta kebijakan dari pemerintah pusat.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember pada tahun 2023 masih belum final, walau direncanakan naik. Namun, diharapkan naiknya maksimal, yaitu naik 10 persen sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum 2023.

BACA JUGA : Sekdes di Jember yang Ditemukan Gantung Diri Ternyata Pernah Menjadi Guru

Perlu diketahui, selama dua tahun ini tidak ada kenaikan UMK. Kenaikan UMK terakhir terjadi pada tahun 2020. Naiknya pun tidak sampai 10 persen, yaitu sekitar 8,5 persen. Kenaikan UMK tentu saja dibutuhkan. Apalagi tahun ini 2020 ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember Bambang Rudianto menerangkan, sudah sekitar dua tahun UMK Jember belum ada kenaikan sama sekali. Apalagi, setelah pandemi Covid-19, kenaikan UMK sangat diperlukan. Mengingat para pekerja juga harus diperhatikan rasa keadilan serta mempertimbangkan kondisi perekonomian yang terdapat kenaikan harga, salah satunya BBM. “Sudah selayaknya upah para pekerja di Jember ada kenaikan,” tuturnya.

Dia menambahkan, para pekerja saat ini harus diberi jaminan lebih karena merupakan aset daerah. Tanpa para pekerja, segala sektor perekonomian akan terhambat. Tentunya kenaikan UMK harus sesuai dengan kondisi di lapangan serta kebijakan dari pemerintah pusat.

SUMBERSARI, Radar Jember – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember pada tahun 2023 masih belum final, walau direncanakan naik. Namun, diharapkan naiknya maksimal, yaitu naik 10 persen sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum 2023.

BACA JUGA : Sekdes di Jember yang Ditemukan Gantung Diri Ternyata Pernah Menjadi Guru

Perlu diketahui, selama dua tahun ini tidak ada kenaikan UMK. Kenaikan UMK terakhir terjadi pada tahun 2020. Naiknya pun tidak sampai 10 persen, yaitu sekitar 8,5 persen. Kenaikan UMK tentu saja dibutuhkan. Apalagi tahun ini 2020 ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember Bambang Rudianto menerangkan, sudah sekitar dua tahun UMK Jember belum ada kenaikan sama sekali. Apalagi, setelah pandemi Covid-19, kenaikan UMK sangat diperlukan. Mengingat para pekerja juga harus diperhatikan rasa keadilan serta mempertimbangkan kondisi perekonomian yang terdapat kenaikan harga, salah satunya BBM. “Sudah selayaknya upah para pekerja di Jember ada kenaikan,” tuturnya.

Dia menambahkan, para pekerja saat ini harus diberi jaminan lebih karena merupakan aset daerah. Tanpa para pekerja, segala sektor perekonomian akan terhambat. Tentunya kenaikan UMK harus sesuai dengan kondisi di lapangan serta kebijakan dari pemerintah pusat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca