29.3 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Cari Solusi Kelola Sampah di Jember

Aplikasi Pembuat Sampah Jadi Uang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, Radar Jember – Persoalan sampah di Jember masih tak kunjung usai. Makin menggunung bahkan banyak yang dibuang sembarangan tanpa memperhatikan dampkanya pada lingkungan. Butuh adanya pengelolaan yang tepat agar Jember bebas dari sampah yang menimbulkan bahaya.

BACA JUGA : Ingin Kejayaan Era 2009 Terulang

Menangani hal itu, Bupati Jember Hendy Siswanto antusias dalam mencari solusi. Agar limbah yang dihasilkan masyarakat, baik berupa sampah organik maupun anorganik, bisa terkelola dengan baik. Inilah yang menjadi salah satu alasannya menyambut dengan terbuka kerja sama yang ditawarkan oleh PT Ciputra untuk mengelola sampah di Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menyatakan bahwa bentuk perhatian kepada warganya juga akan dibuktikan dengan terwujudnya Jember yang lebih sehat. Tentunya meminimalisasi adanya sampah yang tak terkelola. “Tagline kami waste is money,” ungkapnya saat melakukan audiensi, Selasa (20/9), di Pendapa Wahyawibawagraha.

Waste is money adalah slogan yang disampaikan Bupati Hendy bahwa sampah akan tetap menjadi sampah apabila diabaikan begitu saja. Berbeda jika diolah dengan efektif akan menjadi sesuatu yang lebih berguna dan dari situ bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Hal ini akan menguntungkan secara ekonomi bagi masyarakat.

Ketika kesadaran masyarakat bisa terbentuk akan hal ini, maka sampah di Jember benar-benar bisa teratasi. Bahaya yang disebabkan limbah sampah yang selama ini menjadi biang bencana juga ikut terminimalisasi. Bahkan, akan menjadikan sumber penghasilan tambahan.

Salah satu tim PT Ciputra, Ivan, mengungkapkan bahwa kedatangannya diterima dengan respons positif oleh Bupati Hendy. Dia mengatakan, pihaknya memberikan solusi tentang cara mengelola limbah dengan efektif. Menggunakan solusi alternatif berupa sebuah aplikasi terintegrasi. “Kami meminta doa kepada masyarakat Jember agar aplikasi dan kerja sama ini bisa bermanfaat untuk semua,” harapnya.

Sampahku adalah tanggung jawabku, adalah ungkapan yang disampaikan kepada masyarakat sebagai salah satu kunci terbesar keberhasilan program tersebut. Apalagi, kata dia, bupati telah memberikan dukungan. Dia berharap setelah audiensi dilakukan, bisa membuat tempat sampah yang efektif dengan slogan waste is money sebagai landasannya.

Aplikasi yang akan dijalankan akan memilah-milah sampah, kemudian bisa dikelola sesuai jenisnya. Hasilnya dikembalikan lagi kepada masyarakat. Tentunya dalam bentuk yang lebih bermanfaat. “Agar masyarakat bisa berkembang secara ekonomi,” tambah Ivan. Menariknya, program ini bisa dikatakan dari masyarakat untuk masyarakat. (sil/c2/dwi)

- Advertisement -

JEMBER LOR, Radar Jember – Persoalan sampah di Jember masih tak kunjung usai. Makin menggunung bahkan banyak yang dibuang sembarangan tanpa memperhatikan dampkanya pada lingkungan. Butuh adanya pengelolaan yang tepat agar Jember bebas dari sampah yang menimbulkan bahaya.

BACA JUGA : Ingin Kejayaan Era 2009 Terulang

Menangani hal itu, Bupati Jember Hendy Siswanto antusias dalam mencari solusi. Agar limbah yang dihasilkan masyarakat, baik berupa sampah organik maupun anorganik, bisa terkelola dengan baik. Inilah yang menjadi salah satu alasannya menyambut dengan terbuka kerja sama yang ditawarkan oleh PT Ciputra untuk mengelola sampah di Jember.

Dia menyatakan bahwa bentuk perhatian kepada warganya juga akan dibuktikan dengan terwujudnya Jember yang lebih sehat. Tentunya meminimalisasi adanya sampah yang tak terkelola. “Tagline kami waste is money,” ungkapnya saat melakukan audiensi, Selasa (20/9), di Pendapa Wahyawibawagraha.

Waste is money adalah slogan yang disampaikan Bupati Hendy bahwa sampah akan tetap menjadi sampah apabila diabaikan begitu saja. Berbeda jika diolah dengan efektif akan menjadi sesuatu yang lebih berguna dan dari situ bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Hal ini akan menguntungkan secara ekonomi bagi masyarakat.

Ketika kesadaran masyarakat bisa terbentuk akan hal ini, maka sampah di Jember benar-benar bisa teratasi. Bahaya yang disebabkan limbah sampah yang selama ini menjadi biang bencana juga ikut terminimalisasi. Bahkan, akan menjadikan sumber penghasilan tambahan.

Salah satu tim PT Ciputra, Ivan, mengungkapkan bahwa kedatangannya diterima dengan respons positif oleh Bupati Hendy. Dia mengatakan, pihaknya memberikan solusi tentang cara mengelola limbah dengan efektif. Menggunakan solusi alternatif berupa sebuah aplikasi terintegrasi. “Kami meminta doa kepada masyarakat Jember agar aplikasi dan kerja sama ini bisa bermanfaat untuk semua,” harapnya.

Sampahku adalah tanggung jawabku, adalah ungkapan yang disampaikan kepada masyarakat sebagai salah satu kunci terbesar keberhasilan program tersebut. Apalagi, kata dia, bupati telah memberikan dukungan. Dia berharap setelah audiensi dilakukan, bisa membuat tempat sampah yang efektif dengan slogan waste is money sebagai landasannya.

Aplikasi yang akan dijalankan akan memilah-milah sampah, kemudian bisa dikelola sesuai jenisnya. Hasilnya dikembalikan lagi kepada masyarakat. Tentunya dalam bentuk yang lebih bermanfaat. “Agar masyarakat bisa berkembang secara ekonomi,” tambah Ivan. Menariknya, program ini bisa dikatakan dari masyarakat untuk masyarakat. (sil/c2/dwi)

JEMBER LOR, Radar Jember – Persoalan sampah di Jember masih tak kunjung usai. Makin menggunung bahkan banyak yang dibuang sembarangan tanpa memperhatikan dampkanya pada lingkungan. Butuh adanya pengelolaan yang tepat agar Jember bebas dari sampah yang menimbulkan bahaya.

BACA JUGA : Ingin Kejayaan Era 2009 Terulang

Menangani hal itu, Bupati Jember Hendy Siswanto antusias dalam mencari solusi. Agar limbah yang dihasilkan masyarakat, baik berupa sampah organik maupun anorganik, bisa terkelola dengan baik. Inilah yang menjadi salah satu alasannya menyambut dengan terbuka kerja sama yang ditawarkan oleh PT Ciputra untuk mengelola sampah di Jember.

Dia menyatakan bahwa bentuk perhatian kepada warganya juga akan dibuktikan dengan terwujudnya Jember yang lebih sehat. Tentunya meminimalisasi adanya sampah yang tak terkelola. “Tagline kami waste is money,” ungkapnya saat melakukan audiensi, Selasa (20/9), di Pendapa Wahyawibawagraha.

Waste is money adalah slogan yang disampaikan Bupati Hendy bahwa sampah akan tetap menjadi sampah apabila diabaikan begitu saja. Berbeda jika diolah dengan efektif akan menjadi sesuatu yang lebih berguna dan dari situ bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Hal ini akan menguntungkan secara ekonomi bagi masyarakat.

Ketika kesadaran masyarakat bisa terbentuk akan hal ini, maka sampah di Jember benar-benar bisa teratasi. Bahaya yang disebabkan limbah sampah yang selama ini menjadi biang bencana juga ikut terminimalisasi. Bahkan, akan menjadikan sumber penghasilan tambahan.

Salah satu tim PT Ciputra, Ivan, mengungkapkan bahwa kedatangannya diterima dengan respons positif oleh Bupati Hendy. Dia mengatakan, pihaknya memberikan solusi tentang cara mengelola limbah dengan efektif. Menggunakan solusi alternatif berupa sebuah aplikasi terintegrasi. “Kami meminta doa kepada masyarakat Jember agar aplikasi dan kerja sama ini bisa bermanfaat untuk semua,” harapnya.

Sampahku adalah tanggung jawabku, adalah ungkapan yang disampaikan kepada masyarakat sebagai salah satu kunci terbesar keberhasilan program tersebut. Apalagi, kata dia, bupati telah memberikan dukungan. Dia berharap setelah audiensi dilakukan, bisa membuat tempat sampah yang efektif dengan slogan waste is money sebagai landasannya.

Aplikasi yang akan dijalankan akan memilah-milah sampah, kemudian bisa dikelola sesuai jenisnya. Hasilnya dikembalikan lagi kepada masyarakat. Tentunya dalam bentuk yang lebih bermanfaat. “Agar masyarakat bisa berkembang secara ekonomi,” tambah Ivan. Menariknya, program ini bisa dikatakan dari masyarakat untuk masyarakat. (sil/c2/dwi)

BERITA TERKINI

ODGJ Ditampung Bersama Gepeng

Usulkan Listrik Gratis dari Panas Bumi

Atlet Bridge Jember Gacor di Kejurnas

Wajib Dibaca

/