alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Hati-Hati Gunakan Media Digital

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Jember sudah harus bertransformasi ke digital. Bupati Jember Hendy Siswanto telah membuktikan bahwa tidak hanya sekedar gerakan di dunia nyata. Namun, dalam menggunakan media digital juga perlu berhati-hati.

BACA JUGA : Boleh Pasang Banner Capres Asal Punya Izin

Dunia saat ini telah bergeser dari konvensional ke digital. Termasuk Jember, yang saatnya beralih. Agar tidak ketinggalan dan tergerus arus globalisasi yang terus berkembang. “Di masa nanti bukan lagi 4.0 bisa jadi sudah 7.0,” ucap Bupati Hendy saat memberikan sambutan dalam kegiatan Wes Wayahe Mading Go Digital, kemarin siang (22/7) di Aula PB Sudirman.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada masa mendatang, tambah dia, seluruh masyarakat memerlukan informasi, gagasan, dan menuangkan kreativitasnya melalui media digital. Bahkan, hal itu diperlukan untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat saat itu.

Bupati Hendy menceritakan pengalamannya yang baru-baru ini memiliki akun instagram pribadi. Dengan aktifnya di media sosial, tambah dia, bisa mengetahui aspirasi masyarakat jauh lebih luas. “Media digital luar biasa penting,” tegas suami Ketua TP PKK Kasih Fajarini.

Dia bisa menyimak secara langsung komplain yang ditujukan masyarakat Jember kepadanya melalui pesan singkat di akun Instagram miliknya. Mulai dari persoalan jalan hingga beasiswa. “Dengan begini, kami bisa langsung teruskan informasi ke dinas terkait untuk menindaklanjuti masalah yang dikeluhkan,” ulas Bupati Hendy.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember Bobby A Shandy mengatakan bahwa digital saat ini lebih berperan dalam memberikan kemudahan akses. Namun, harus dimanfaatkan secara bijak dan cermat untuk berinteraksi di kehidupan sehari-hari. Sebab, kemudahan yang ada juga ada batasannya.

UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), tambah dia, harus dipertimbangkan. Setelah menerima informasi harus disaring terlebih dahulu. Dari mana sumber tersebut. “Jangan langsung share dan cek kebenarannya dulu,” pesan Bobby.

Menurutnya, media digital bagaikan pisau tajam. Bisa membahayakan dan bisa sangat dibutuhkan. Jika berada di tangan yang benar dan difungsikan sesuai dengan semestinya, maka akan memberikan manfaatnya. Sebaliknya, jika media digital dipakai untuk hal negatif dan berada di tangan yang salah, maka bisa merugikan banyak pihak termasuk diri sendiri.

Bobby menyebutkan data pengguna internet di Indonesia yang mencapai 277,7 Juta dan telepon seluler lebih dari 373 juta. Melebihi dari populasi penduduk Indonesia. Dari sekian pengguna telepon seluler, sebanyak 68,9 persen merupakan pengguna sosmed aktif yang jumlahnya 191,4 Juta.

Bahkan, canggihnya teknologi saat ini, kata dia, keberadaan seseorang maupun penyelenggaraan kegiatan bisa disaksikan dari jauh secara real time. “Lewat telepon genggam bisa berkomunikasi tatap muka secara real time. Oleh karena itu harus masuk ke sana (media digital, red),” ajak Bobby. (sil/dwi)

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Jember sudah harus bertransformasi ke digital. Bupati Jember Hendy Siswanto telah membuktikan bahwa tidak hanya sekedar gerakan di dunia nyata. Namun, dalam menggunakan media digital juga perlu berhati-hati.

BACA JUGA : Boleh Pasang Banner Capres Asal Punya Izin

Dunia saat ini telah bergeser dari konvensional ke digital. Termasuk Jember, yang saatnya beralih. Agar tidak ketinggalan dan tergerus arus globalisasi yang terus berkembang. “Di masa nanti bukan lagi 4.0 bisa jadi sudah 7.0,” ucap Bupati Hendy saat memberikan sambutan dalam kegiatan Wes Wayahe Mading Go Digital, kemarin siang (22/7) di Aula PB Sudirman.

Pada masa mendatang, tambah dia, seluruh masyarakat memerlukan informasi, gagasan, dan menuangkan kreativitasnya melalui media digital. Bahkan, hal itu diperlukan untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat saat itu.

Bupati Hendy menceritakan pengalamannya yang baru-baru ini memiliki akun instagram pribadi. Dengan aktifnya di media sosial, tambah dia, bisa mengetahui aspirasi masyarakat jauh lebih luas. “Media digital luar biasa penting,” tegas suami Ketua TP PKK Kasih Fajarini.

Dia bisa menyimak secara langsung komplain yang ditujukan masyarakat Jember kepadanya melalui pesan singkat di akun Instagram miliknya. Mulai dari persoalan jalan hingga beasiswa. “Dengan begini, kami bisa langsung teruskan informasi ke dinas terkait untuk menindaklanjuti masalah yang dikeluhkan,” ulas Bupati Hendy.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember Bobby A Shandy mengatakan bahwa digital saat ini lebih berperan dalam memberikan kemudahan akses. Namun, harus dimanfaatkan secara bijak dan cermat untuk berinteraksi di kehidupan sehari-hari. Sebab, kemudahan yang ada juga ada batasannya.

UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), tambah dia, harus dipertimbangkan. Setelah menerima informasi harus disaring terlebih dahulu. Dari mana sumber tersebut. “Jangan langsung share dan cek kebenarannya dulu,” pesan Bobby.

Menurutnya, media digital bagaikan pisau tajam. Bisa membahayakan dan bisa sangat dibutuhkan. Jika berada di tangan yang benar dan difungsikan sesuai dengan semestinya, maka akan memberikan manfaatnya. Sebaliknya, jika media digital dipakai untuk hal negatif dan berada di tangan yang salah, maka bisa merugikan banyak pihak termasuk diri sendiri.

Bobby menyebutkan data pengguna internet di Indonesia yang mencapai 277,7 Juta dan telepon seluler lebih dari 373 juta. Melebihi dari populasi penduduk Indonesia. Dari sekian pengguna telepon seluler, sebanyak 68,9 persen merupakan pengguna sosmed aktif yang jumlahnya 191,4 Juta.

Bahkan, canggihnya teknologi saat ini, kata dia, keberadaan seseorang maupun penyelenggaraan kegiatan bisa disaksikan dari jauh secara real time. “Lewat telepon genggam bisa berkomunikasi tatap muka secara real time. Oleh karena itu harus masuk ke sana (media digital, red),” ajak Bobby. (sil/dwi)

KEPATIHAN, Radar Jember – Jember sudah harus bertransformasi ke digital. Bupati Jember Hendy Siswanto telah membuktikan bahwa tidak hanya sekedar gerakan di dunia nyata. Namun, dalam menggunakan media digital juga perlu berhati-hati.

BACA JUGA : Boleh Pasang Banner Capres Asal Punya Izin

Dunia saat ini telah bergeser dari konvensional ke digital. Termasuk Jember, yang saatnya beralih. Agar tidak ketinggalan dan tergerus arus globalisasi yang terus berkembang. “Di masa nanti bukan lagi 4.0 bisa jadi sudah 7.0,” ucap Bupati Hendy saat memberikan sambutan dalam kegiatan Wes Wayahe Mading Go Digital, kemarin siang (22/7) di Aula PB Sudirman.

Pada masa mendatang, tambah dia, seluruh masyarakat memerlukan informasi, gagasan, dan menuangkan kreativitasnya melalui media digital. Bahkan, hal itu diperlukan untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat saat itu.

Bupati Hendy menceritakan pengalamannya yang baru-baru ini memiliki akun instagram pribadi. Dengan aktifnya di media sosial, tambah dia, bisa mengetahui aspirasi masyarakat jauh lebih luas. “Media digital luar biasa penting,” tegas suami Ketua TP PKK Kasih Fajarini.

Dia bisa menyimak secara langsung komplain yang ditujukan masyarakat Jember kepadanya melalui pesan singkat di akun Instagram miliknya. Mulai dari persoalan jalan hingga beasiswa. “Dengan begini, kami bisa langsung teruskan informasi ke dinas terkait untuk menindaklanjuti masalah yang dikeluhkan,” ulas Bupati Hendy.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember Bobby A Shandy mengatakan bahwa digital saat ini lebih berperan dalam memberikan kemudahan akses. Namun, harus dimanfaatkan secara bijak dan cermat untuk berinteraksi di kehidupan sehari-hari. Sebab, kemudahan yang ada juga ada batasannya.

UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), tambah dia, harus dipertimbangkan. Setelah menerima informasi harus disaring terlebih dahulu. Dari mana sumber tersebut. “Jangan langsung share dan cek kebenarannya dulu,” pesan Bobby.

Menurutnya, media digital bagaikan pisau tajam. Bisa membahayakan dan bisa sangat dibutuhkan. Jika berada di tangan yang benar dan difungsikan sesuai dengan semestinya, maka akan memberikan manfaatnya. Sebaliknya, jika media digital dipakai untuk hal negatif dan berada di tangan yang salah, maka bisa merugikan banyak pihak termasuk diri sendiri.

Bobby menyebutkan data pengguna internet di Indonesia yang mencapai 277,7 Juta dan telepon seluler lebih dari 373 juta. Melebihi dari populasi penduduk Indonesia. Dari sekian pengguna telepon seluler, sebanyak 68,9 persen merupakan pengguna sosmed aktif yang jumlahnya 191,4 Juta.

Bahkan, canggihnya teknologi saat ini, kata dia, keberadaan seseorang maupun penyelenggaraan kegiatan bisa disaksikan dari jauh secara real time. “Lewat telepon genggam bisa berkomunikasi tatap muka secara real time. Oleh karena itu harus masuk ke sana (media digital, red),” ajak Bobby. (sil/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/