alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Usung Program Jember Cakap Digital

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Teknologi informasi bergerak dengan sangat masif di Kabupaten Jember. Cepatnya perkembangan teknologi media sosial di masyarakat itu sejalan dengan besarnya antusiasme masyarakat dalam penggunaan media sosial yang ada saat ini.

Namun, ada permasalahan yang muncul beriringan dengan hal tersebut. Di antaranya yakni sulitnya pengontrolan terhadap penggunaan teknologi informasi. Terutama dalam menggunakan media sosial. Hal ini diungkapkan Bupati Jember Hendy Siswanto saat menjadi narasumber dalam webinar Literasi Digital Jember Jawa Timur 2021, kemarin (22/6).

Hal lain seperti sulitnya membendung dan memfilter teknologi informasi, belum siapnya perubahan budaya masyarakat terhadap kemajuan teknologi, dan belum seimbangnya aturan kemajuan TI dengan budaya birokrasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, media sosial juga berbahaya dalam penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian terhadap toleransi bermasyarakat. Munculnya fenomena seperti Facebook depression alias tanda-tanda depresi yang muncul pada remaja yang terlalu banyak mengakses media sosial, diakui Hendy, mampu memengaruhi kesehatan.

Namun, Hendy menerangkan bahwa sebenarnya ada peluang yang bisa ditangkap dengan bermedia sosial. Misalnya, membantu penyebaran informasi secara cepat kepada masyarakat, sebagai salah satu wadah pemasaran alias market place yang murah. Mempermudah pembentukan opini publik yang positif. Serta sebagai sarana media komunikatif dan informatif bagi pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan.

Karena itu, berdasar PermenPAN Nomor 11 Tahun 2015, pemerintah dituntut mampu dalam beradaptasi serta menyambut kemajuan TI, terutama media sosial. Dengan begitu, dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik dan maju. “Fokus pemerintah harus mampu mengarahkan dan menanamkan serta membentuk budaya baru,” lanjutnya. Tepatnya, masyarakat yang positif di dalam kehidupan bermedia sosial.

Menindaklanjuti itu, dia menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan dua program andalan. Yakni, pembangunan TI di dalam pemerintah yang disebut E-Gov dan pembangunan TI yang bersentuhan langsung dengan masyarakat Jember alias Smart City.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Teknologi informasi bergerak dengan sangat masif di Kabupaten Jember. Cepatnya perkembangan teknologi media sosial di masyarakat itu sejalan dengan besarnya antusiasme masyarakat dalam penggunaan media sosial yang ada saat ini.

Namun, ada permasalahan yang muncul beriringan dengan hal tersebut. Di antaranya yakni sulitnya pengontrolan terhadap penggunaan teknologi informasi. Terutama dalam menggunakan media sosial. Hal ini diungkapkan Bupati Jember Hendy Siswanto saat menjadi narasumber dalam webinar Literasi Digital Jember Jawa Timur 2021, kemarin (22/6).

Hal lain seperti sulitnya membendung dan memfilter teknologi informasi, belum siapnya perubahan budaya masyarakat terhadap kemajuan teknologi, dan belum seimbangnya aturan kemajuan TI dengan budaya birokrasi.

Bahkan, media sosial juga berbahaya dalam penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian terhadap toleransi bermasyarakat. Munculnya fenomena seperti Facebook depression alias tanda-tanda depresi yang muncul pada remaja yang terlalu banyak mengakses media sosial, diakui Hendy, mampu memengaruhi kesehatan.

Namun, Hendy menerangkan bahwa sebenarnya ada peluang yang bisa ditangkap dengan bermedia sosial. Misalnya, membantu penyebaran informasi secara cepat kepada masyarakat, sebagai salah satu wadah pemasaran alias market place yang murah. Mempermudah pembentukan opini publik yang positif. Serta sebagai sarana media komunikatif dan informatif bagi pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan.

Karena itu, berdasar PermenPAN Nomor 11 Tahun 2015, pemerintah dituntut mampu dalam beradaptasi serta menyambut kemajuan TI, terutama media sosial. Dengan begitu, dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik dan maju. “Fokus pemerintah harus mampu mengarahkan dan menanamkan serta membentuk budaya baru,” lanjutnya. Tepatnya, masyarakat yang positif di dalam kehidupan bermedia sosial.

Menindaklanjuti itu, dia menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan dua program andalan. Yakni, pembangunan TI di dalam pemerintah yang disebut E-Gov dan pembangunan TI yang bersentuhan langsung dengan masyarakat Jember alias Smart City.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Teknologi informasi bergerak dengan sangat masif di Kabupaten Jember. Cepatnya perkembangan teknologi media sosial di masyarakat itu sejalan dengan besarnya antusiasme masyarakat dalam penggunaan media sosial yang ada saat ini.

Namun, ada permasalahan yang muncul beriringan dengan hal tersebut. Di antaranya yakni sulitnya pengontrolan terhadap penggunaan teknologi informasi. Terutama dalam menggunakan media sosial. Hal ini diungkapkan Bupati Jember Hendy Siswanto saat menjadi narasumber dalam webinar Literasi Digital Jember Jawa Timur 2021, kemarin (22/6).

Hal lain seperti sulitnya membendung dan memfilter teknologi informasi, belum siapnya perubahan budaya masyarakat terhadap kemajuan teknologi, dan belum seimbangnya aturan kemajuan TI dengan budaya birokrasi.

Bahkan, media sosial juga berbahaya dalam penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian terhadap toleransi bermasyarakat. Munculnya fenomena seperti Facebook depression alias tanda-tanda depresi yang muncul pada remaja yang terlalu banyak mengakses media sosial, diakui Hendy, mampu memengaruhi kesehatan.

Namun, Hendy menerangkan bahwa sebenarnya ada peluang yang bisa ditangkap dengan bermedia sosial. Misalnya, membantu penyebaran informasi secara cepat kepada masyarakat, sebagai salah satu wadah pemasaran alias market place yang murah. Mempermudah pembentukan opini publik yang positif. Serta sebagai sarana media komunikatif dan informatif bagi pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan.

Karena itu, berdasar PermenPAN Nomor 11 Tahun 2015, pemerintah dituntut mampu dalam beradaptasi serta menyambut kemajuan TI, terutama media sosial. Dengan begitu, dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik dan maju. “Fokus pemerintah harus mampu mengarahkan dan menanamkan serta membentuk budaya baru,” lanjutnya. Tepatnya, masyarakat yang positif di dalam kehidupan bermedia sosial.

Menindaklanjuti itu, dia menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan dua program andalan. Yakni, pembangunan TI di dalam pemerintah yang disebut E-Gov dan pembangunan TI yang bersentuhan langsung dengan masyarakat Jember alias Smart City.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/