alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Proyek Mangkrak RSD dr Soebandi, Kejati Selidiki Dugaan Korupsi

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, Radar Jember – Aroma ketidakberesan proyek Dinas Kesehatan Jember mulai terendus. Hal itu menyusul kabar bahwa Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mulai mengusut dugaan korupsi pembangunan gedung empat lantai untuk Poli Rawat Jalan di RSD dr Soebandi. Berdasarkan surat perintah penyelidikan yang diterbitkan pada 18 Maret 2022.

Baca Juga : Mantan Kades Gedangmas Diduga Korupsi Rp 164 Juta

Selanjutnya, surat pemanggilan untuk mantan plt kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Diah Kusworini, eks kepala Dinkes Siti Nurul Qomariyah, Direktur RSD dr Soebandi Hendro Soelistijono, serta kelompok kerja (pokja) pemilihan barang jasa juga dilakukan. Mereka diundang untuk menghadiri pemeriksaan di Kejati pada 12–13 April 2022 lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat dikonfirmasi media, Diah mengakui telah memberikan keterangan kepada jaksa penyelidik yang memeriksanya, bersama mantan kepala Dinkes tahun 2018 dan Direktur RSD Soebandi. Diah juga mengakui mengutarakan beberapa hal yang diketahui perihal gedung yang kini mangkrak itu. “Semua pertanyaan saya jawab sesuai kondisi yang ada, ketika saya diperiksa tanggal 12 April lalu,” kata Diah ketika konfirmasi awak media, (21/4) kemarin.

Menurut Diah, sepengetahuannya, proyek itu sudah lebih dulu termuat dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) seusai dirinya ditunjuk menjabat olt Kadinkes oleh Bupati Jember Faida, pada April 2019 lalu. Pihaknya kemudian berusaha merealisasikan rencana dengan menggelar tender senilai Rp 11,6 miliar. Pokja pemilihan memutuskan pemenang tender adalah PT Jaya Kirana Sakti, perusahaan konstruksi yang berkantor di Perumahan Puri Taman Asri Blok AA/17, Pagesangan, Kota Surabaya.

- Advertisement -

PATRANG, Radar Jember – Aroma ketidakberesan proyek Dinas Kesehatan Jember mulai terendus. Hal itu menyusul kabar bahwa Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mulai mengusut dugaan korupsi pembangunan gedung empat lantai untuk Poli Rawat Jalan di RSD dr Soebandi. Berdasarkan surat perintah penyelidikan yang diterbitkan pada 18 Maret 2022.

Baca Juga : Mantan Kades Gedangmas Diduga Korupsi Rp 164 Juta

Selanjutnya, surat pemanggilan untuk mantan plt kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Diah Kusworini, eks kepala Dinkes Siti Nurul Qomariyah, Direktur RSD dr Soebandi Hendro Soelistijono, serta kelompok kerja (pokja) pemilihan barang jasa juga dilakukan. Mereka diundang untuk menghadiri pemeriksaan di Kejati pada 12–13 April 2022 lalu.

Saat dikonfirmasi media, Diah mengakui telah memberikan keterangan kepada jaksa penyelidik yang memeriksanya, bersama mantan kepala Dinkes tahun 2018 dan Direktur RSD Soebandi. Diah juga mengakui mengutarakan beberapa hal yang diketahui perihal gedung yang kini mangkrak itu. “Semua pertanyaan saya jawab sesuai kondisi yang ada, ketika saya diperiksa tanggal 12 April lalu,” kata Diah ketika konfirmasi awak media, (21/4) kemarin.

Menurut Diah, sepengetahuannya, proyek itu sudah lebih dulu termuat dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) seusai dirinya ditunjuk menjabat olt Kadinkes oleh Bupati Jember Faida, pada April 2019 lalu. Pihaknya kemudian berusaha merealisasikan rencana dengan menggelar tender senilai Rp 11,6 miliar. Pokja pemilihan memutuskan pemenang tender adalah PT Jaya Kirana Sakti, perusahaan konstruksi yang berkantor di Perumahan Puri Taman Asri Blok AA/17, Pagesangan, Kota Surabaya.

PATRANG, Radar Jember – Aroma ketidakberesan proyek Dinas Kesehatan Jember mulai terendus. Hal itu menyusul kabar bahwa Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mulai mengusut dugaan korupsi pembangunan gedung empat lantai untuk Poli Rawat Jalan di RSD dr Soebandi. Berdasarkan surat perintah penyelidikan yang diterbitkan pada 18 Maret 2022.

Baca Juga : Mantan Kades Gedangmas Diduga Korupsi Rp 164 Juta

Selanjutnya, surat pemanggilan untuk mantan plt kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Diah Kusworini, eks kepala Dinkes Siti Nurul Qomariyah, Direktur RSD dr Soebandi Hendro Soelistijono, serta kelompok kerja (pokja) pemilihan barang jasa juga dilakukan. Mereka diundang untuk menghadiri pemeriksaan di Kejati pada 12–13 April 2022 lalu.

Saat dikonfirmasi media, Diah mengakui telah memberikan keterangan kepada jaksa penyelidik yang memeriksanya, bersama mantan kepala Dinkes tahun 2018 dan Direktur RSD Soebandi. Diah juga mengakui mengutarakan beberapa hal yang diketahui perihal gedung yang kini mangkrak itu. “Semua pertanyaan saya jawab sesuai kondisi yang ada, ketika saya diperiksa tanggal 12 April lalu,” kata Diah ketika konfirmasi awak media, (21/4) kemarin.

Menurut Diah, sepengetahuannya, proyek itu sudah lebih dulu termuat dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) seusai dirinya ditunjuk menjabat olt Kadinkes oleh Bupati Jember Faida, pada April 2019 lalu. Pihaknya kemudian berusaha merealisasikan rencana dengan menggelar tender senilai Rp 11,6 miliar. Pokja pemilihan memutuskan pemenang tender adalah PT Jaya Kirana Sakti, perusahaan konstruksi yang berkantor di Perumahan Puri Taman Asri Blok AA/17, Pagesangan, Kota Surabaya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/