alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Masa Tenang Pilkades Jember Rawan “Serangan Fajar” dan Serangan Lain

Mobile_AP_Rectangle 1

Ketua Panitia Pilkades Mayang Jember Hasan Basri menuturkan, memang tidak ada kampanye dan pengerahan masa oleh cakades. Hal ini telah diatur dalam peraturan bupati (perbup) yang telah ditetapkan. Bahkan, untuk memastikan hal tersebut, pihaknya melakukan konsolidasi dengan para cakades agar tidak menggelar kampanye. “Tanggal 15 kemarin, cakades kami ajak rembuk, termasuk sepakat membuat perjanjian tidak akan melakukan kampanye. Kami tuangkan dalam berita acara karena memang tatib (tata tertib pilkades, Red) tidak mungkin diubah,” ungkapnya.

Selain untuk mematuhi prokes menjelang pilkades Jember, perjanjian peniadaan kampanye ini juga dilakukan guna menjaga kondisi desa agar tetap damai. Sehingga benar-benar terbebas dari intimidasi antarkelompok. “Alhamdulillah semuanya sepakat,” imbuh pria yang karib disapa Hasba ini.

Sebagai panitia, dia mengatakan, dari empat cakades yang ada, pihaknya memantau setiap gerakan cakades dan tim pendukung yang membantu sejak awal ditetapkan. Dalam pemantauan tersebut, Hasba juga bekerja sama dengan tim keamanan seperti kapolsek, danramil, babinsa, serta bhabinkamtibmas, meski acara belum dilaksanakan. “Ini sangat mendukung keleluasaan panitia sampai acara pilkades Jember nanti,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, antisipasi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik berada di tangan para cakades. Mereka harus mampu mengendalikan timnya agar tidak mengintimidasi warga. Sebab, permasalahan rentan timbul dari dua golongan tersebut, yakni tim sukses yang fanatik terhadap cakadesnya dan warga yang mudah terpengaruh oleh keadaan. “Karena kalau antarpendukung kres, maka warganya kemungkinan akan ikut juga. Jelas tidak akan kondusif. Maka yang kami jaga, saya pegang dulu perjanjian cakades untuk menjaga pendukung maupun masyarakat yang mendukung dia,” paparnya.

Selain berkoordinasi dengan cakades, langkah yang ia lakukan untuk mengontrol keadaan ialah dengan memasang intel atau mata-mata di setiap dusun. Intel tersebut bertugas sejak awal anggota KPPS ditetapkan. Intel tersebut juga merupakan anggota KPPS yang dipilih secara acak. Mereka menjadi tangan kanan panitia yang mengawasi gerak-gerik menjelang pilkades Jember, serta potensi kejanggalan di setiap TPS.

Tetap Satu Saudara

TINGGINYA tensi pilkades Jember memang tidak bisa dipisahkan. Semakin dekat menjelang pelaksanaan, tensinya bakal semakin meninggi. Walaupun sempat muncul berbagai permasalahan dan gesekan antarcalon, namun para calon sejatinya tetap memiliki iktikad baik. Satu suara memajukan desa. “Kalau muncul ada masalah, itu wajar. Tapi, kita bukan orang lain. Semuanya, para calon dan masyarakat itu, satu saudara dan satu tujuan,” kata Sartono, Pj Kades Mayangan.

Selaku penanggung jawab desa, hal itu kerap disampaikan dalam beberapa kesempatan. Biasanya pada vaksinasi di desa dan beberapa kesempatan lainnya. Meski potensi kegaduhan itu ada, namun dirinya optimistis hal itu bisa teratasi. “Insyaallah pengamanan sudah siap. Dari panitia, muspika, bhabinkamtibmas, babinsa, dan jajaran terkait lainnya juga siap,” tambah dia.

Dia juga tidak tahu soal kelanjutan lapor-melapor yang dilakukan beberapa balon saat itu. Namun yang pasti, walaupun laporan itu berlanjut, dirinya menghormati proses hukum yang ada dan tetap meminta masyarakat agar guyub. “Terpenting masyarakat selaku pemilih ini bijak. Kita boleh beda pilihan, namun pada prinsipnya kalah menang tetap saudara,” pungkasnya.

Reporter : Maulana/Radar Jember dan Delfi Nihayah/Radar Jember

Fotografer : Grafis Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

- Advertisement -

Ketua Panitia Pilkades Mayang Jember Hasan Basri menuturkan, memang tidak ada kampanye dan pengerahan masa oleh cakades. Hal ini telah diatur dalam peraturan bupati (perbup) yang telah ditetapkan. Bahkan, untuk memastikan hal tersebut, pihaknya melakukan konsolidasi dengan para cakades agar tidak menggelar kampanye. “Tanggal 15 kemarin, cakades kami ajak rembuk, termasuk sepakat membuat perjanjian tidak akan melakukan kampanye. Kami tuangkan dalam berita acara karena memang tatib (tata tertib pilkades, Red) tidak mungkin diubah,” ungkapnya.

Selain untuk mematuhi prokes menjelang pilkades Jember, perjanjian peniadaan kampanye ini juga dilakukan guna menjaga kondisi desa agar tetap damai. Sehingga benar-benar terbebas dari intimidasi antarkelompok. “Alhamdulillah semuanya sepakat,” imbuh pria yang karib disapa Hasba ini.

Sebagai panitia, dia mengatakan, dari empat cakades yang ada, pihaknya memantau setiap gerakan cakades dan tim pendukung yang membantu sejak awal ditetapkan. Dalam pemantauan tersebut, Hasba juga bekerja sama dengan tim keamanan seperti kapolsek, danramil, babinsa, serta bhabinkamtibmas, meski acara belum dilaksanakan. “Ini sangat mendukung keleluasaan panitia sampai acara pilkades Jember nanti,” lanjutnya.

Menurut dia, antisipasi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik berada di tangan para cakades. Mereka harus mampu mengendalikan timnya agar tidak mengintimidasi warga. Sebab, permasalahan rentan timbul dari dua golongan tersebut, yakni tim sukses yang fanatik terhadap cakadesnya dan warga yang mudah terpengaruh oleh keadaan. “Karena kalau antarpendukung kres, maka warganya kemungkinan akan ikut juga. Jelas tidak akan kondusif. Maka yang kami jaga, saya pegang dulu perjanjian cakades untuk menjaga pendukung maupun masyarakat yang mendukung dia,” paparnya.

Selain berkoordinasi dengan cakades, langkah yang ia lakukan untuk mengontrol keadaan ialah dengan memasang intel atau mata-mata di setiap dusun. Intel tersebut bertugas sejak awal anggota KPPS ditetapkan. Intel tersebut juga merupakan anggota KPPS yang dipilih secara acak. Mereka menjadi tangan kanan panitia yang mengawasi gerak-gerik menjelang pilkades Jember, serta potensi kejanggalan di setiap TPS.

Tetap Satu Saudara

TINGGINYA tensi pilkades Jember memang tidak bisa dipisahkan. Semakin dekat menjelang pelaksanaan, tensinya bakal semakin meninggi. Walaupun sempat muncul berbagai permasalahan dan gesekan antarcalon, namun para calon sejatinya tetap memiliki iktikad baik. Satu suara memajukan desa. “Kalau muncul ada masalah, itu wajar. Tapi, kita bukan orang lain. Semuanya, para calon dan masyarakat itu, satu saudara dan satu tujuan,” kata Sartono, Pj Kades Mayangan.

Selaku penanggung jawab desa, hal itu kerap disampaikan dalam beberapa kesempatan. Biasanya pada vaksinasi di desa dan beberapa kesempatan lainnya. Meski potensi kegaduhan itu ada, namun dirinya optimistis hal itu bisa teratasi. “Insyaallah pengamanan sudah siap. Dari panitia, muspika, bhabinkamtibmas, babinsa, dan jajaran terkait lainnya juga siap,” tambah dia.

Dia juga tidak tahu soal kelanjutan lapor-melapor yang dilakukan beberapa balon saat itu. Namun yang pasti, walaupun laporan itu berlanjut, dirinya menghormati proses hukum yang ada dan tetap meminta masyarakat agar guyub. “Terpenting masyarakat selaku pemilih ini bijak. Kita boleh beda pilihan, namun pada prinsipnya kalah menang tetap saudara,” pungkasnya.

Reporter : Maulana/Radar Jember dan Delfi Nihayah/Radar Jember

Fotografer : Grafis Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

Ketua Panitia Pilkades Mayang Jember Hasan Basri menuturkan, memang tidak ada kampanye dan pengerahan masa oleh cakades. Hal ini telah diatur dalam peraturan bupati (perbup) yang telah ditetapkan. Bahkan, untuk memastikan hal tersebut, pihaknya melakukan konsolidasi dengan para cakades agar tidak menggelar kampanye. “Tanggal 15 kemarin, cakades kami ajak rembuk, termasuk sepakat membuat perjanjian tidak akan melakukan kampanye. Kami tuangkan dalam berita acara karena memang tatib (tata tertib pilkades, Red) tidak mungkin diubah,” ungkapnya.

Selain untuk mematuhi prokes menjelang pilkades Jember, perjanjian peniadaan kampanye ini juga dilakukan guna menjaga kondisi desa agar tetap damai. Sehingga benar-benar terbebas dari intimidasi antarkelompok. “Alhamdulillah semuanya sepakat,” imbuh pria yang karib disapa Hasba ini.

Sebagai panitia, dia mengatakan, dari empat cakades yang ada, pihaknya memantau setiap gerakan cakades dan tim pendukung yang membantu sejak awal ditetapkan. Dalam pemantauan tersebut, Hasba juga bekerja sama dengan tim keamanan seperti kapolsek, danramil, babinsa, serta bhabinkamtibmas, meski acara belum dilaksanakan. “Ini sangat mendukung keleluasaan panitia sampai acara pilkades Jember nanti,” lanjutnya.

Menurut dia, antisipasi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik berada di tangan para cakades. Mereka harus mampu mengendalikan timnya agar tidak mengintimidasi warga. Sebab, permasalahan rentan timbul dari dua golongan tersebut, yakni tim sukses yang fanatik terhadap cakadesnya dan warga yang mudah terpengaruh oleh keadaan. “Karena kalau antarpendukung kres, maka warganya kemungkinan akan ikut juga. Jelas tidak akan kondusif. Maka yang kami jaga, saya pegang dulu perjanjian cakades untuk menjaga pendukung maupun masyarakat yang mendukung dia,” paparnya.

Selain berkoordinasi dengan cakades, langkah yang ia lakukan untuk mengontrol keadaan ialah dengan memasang intel atau mata-mata di setiap dusun. Intel tersebut bertugas sejak awal anggota KPPS ditetapkan. Intel tersebut juga merupakan anggota KPPS yang dipilih secara acak. Mereka menjadi tangan kanan panitia yang mengawasi gerak-gerik menjelang pilkades Jember, serta potensi kejanggalan di setiap TPS.

Tetap Satu Saudara

TINGGINYA tensi pilkades Jember memang tidak bisa dipisahkan. Semakin dekat menjelang pelaksanaan, tensinya bakal semakin meninggi. Walaupun sempat muncul berbagai permasalahan dan gesekan antarcalon, namun para calon sejatinya tetap memiliki iktikad baik. Satu suara memajukan desa. “Kalau muncul ada masalah, itu wajar. Tapi, kita bukan orang lain. Semuanya, para calon dan masyarakat itu, satu saudara dan satu tujuan,” kata Sartono, Pj Kades Mayangan.

Selaku penanggung jawab desa, hal itu kerap disampaikan dalam beberapa kesempatan. Biasanya pada vaksinasi di desa dan beberapa kesempatan lainnya. Meski potensi kegaduhan itu ada, namun dirinya optimistis hal itu bisa teratasi. “Insyaallah pengamanan sudah siap. Dari panitia, muspika, bhabinkamtibmas, babinsa, dan jajaran terkait lainnya juga siap,” tambah dia.

Dia juga tidak tahu soal kelanjutan lapor-melapor yang dilakukan beberapa balon saat itu. Namun yang pasti, walaupun laporan itu berlanjut, dirinya menghormati proses hukum yang ada dan tetap meminta masyarakat agar guyub. “Terpenting masyarakat selaku pemilih ini bijak. Kita boleh beda pilihan, namun pada prinsipnya kalah menang tetap saudara,” pungkasnya.

Reporter : Maulana/Radar Jember dan Delfi Nihayah/Radar Jember

Fotografer : Grafis Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/