alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Tindak Lanjuti Hasil Uji Lab Kualitas Beras

Panggil Ulang KJHS

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Buntut polemik tunjangan beras untuk ASN/PNS di lingkungan Pemkab Jember rupanya masih berlanjut. Setelah DPRD gagal memanggil Koperasi Konsumen Jember Harmoni Sejahtera (KJHS) yang menangani urusan beras ASN, kini DPRD merencanakan pemanggilan ulang.

BACA JUGA : Jokowi Terharu Diberi Kado Ulangtahun Tumpeng Istimewa 

Hal itu setelah DPRD melalui Komisi B DPRD Jember memperoleh fakta bahwa kualitas beras yang dijual Koperasi KJHS kepada puluhan ribu ASN berikut keluarganya terbilang buruk. David Handoko Seto, Sekretaris Komisi B DPRD Jember, menyebut, hasil itu berdasarkan pengujian laboratorium yang menyatakan bahwa beras asal Koperasi KJHS di bawah medium. Sama sekali tidak sesuai dengan harga yang dipatok, Rp 9 ribu per kilogram. “Kualitas beras tidak memenuhi standar mutu beras medium. Padahal itu dijual dengan harga medium,” kata David.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, uji beras KJHS itu dilakukan ke UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Disperindag Jawa Timur yang berlokasi di Jalan Kalimantan, Sumbersari, Jember. Terdapat empat label beras dagangan Koperasi KJHS yang menjadi sampel pengujian. Yaitu pada label A, B, D, dan F. “Kami ajukan contoh dari empat label itu untuk diuji. Karena itu yang beredar dijual Koperasi KJHS untuk dikonsumsi ASN dan keluarganya,” imbuh David.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Buntut polemik tunjangan beras untuk ASN/PNS di lingkungan Pemkab Jember rupanya masih berlanjut. Setelah DPRD gagal memanggil Koperasi Konsumen Jember Harmoni Sejahtera (KJHS) yang menangani urusan beras ASN, kini DPRD merencanakan pemanggilan ulang.

BACA JUGA : Jokowi Terharu Diberi Kado Ulangtahun Tumpeng Istimewa 

Hal itu setelah DPRD melalui Komisi B DPRD Jember memperoleh fakta bahwa kualitas beras yang dijual Koperasi KJHS kepada puluhan ribu ASN berikut keluarganya terbilang buruk. David Handoko Seto, Sekretaris Komisi B DPRD Jember, menyebut, hasil itu berdasarkan pengujian laboratorium yang menyatakan bahwa beras asal Koperasi KJHS di bawah medium. Sama sekali tidak sesuai dengan harga yang dipatok, Rp 9 ribu per kilogram. “Kualitas beras tidak memenuhi standar mutu beras medium. Padahal itu dijual dengan harga medium,” kata David.

Menurutnya, uji beras KJHS itu dilakukan ke UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Disperindag Jawa Timur yang berlokasi di Jalan Kalimantan, Sumbersari, Jember. Terdapat empat label beras dagangan Koperasi KJHS yang menjadi sampel pengujian. Yaitu pada label A, B, D, dan F. “Kami ajukan contoh dari empat label itu untuk diuji. Karena itu yang beredar dijual Koperasi KJHS untuk dikonsumsi ASN dan keluarganya,” imbuh David.

SUMBERSARI, Radar Jember – Buntut polemik tunjangan beras untuk ASN/PNS di lingkungan Pemkab Jember rupanya masih berlanjut. Setelah DPRD gagal memanggil Koperasi Konsumen Jember Harmoni Sejahtera (KJHS) yang menangani urusan beras ASN, kini DPRD merencanakan pemanggilan ulang.

BACA JUGA : Jokowi Terharu Diberi Kado Ulangtahun Tumpeng Istimewa 

Hal itu setelah DPRD melalui Komisi B DPRD Jember memperoleh fakta bahwa kualitas beras yang dijual Koperasi KJHS kepada puluhan ribu ASN berikut keluarganya terbilang buruk. David Handoko Seto, Sekretaris Komisi B DPRD Jember, menyebut, hasil itu berdasarkan pengujian laboratorium yang menyatakan bahwa beras asal Koperasi KJHS di bawah medium. Sama sekali tidak sesuai dengan harga yang dipatok, Rp 9 ribu per kilogram. “Kualitas beras tidak memenuhi standar mutu beras medium. Padahal itu dijual dengan harga medium,” kata David.

Menurutnya, uji beras KJHS itu dilakukan ke UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Disperindag Jawa Timur yang berlokasi di Jalan Kalimantan, Sumbersari, Jember. Terdapat empat label beras dagangan Koperasi KJHS yang menjadi sampel pengujian. Yaitu pada label A, B, D, dan F. “Kami ajukan contoh dari empat label itu untuk diuji. Karena itu yang beredar dijual Koperasi KJHS untuk dikonsumsi ASN dan keluarganya,” imbuh David.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/