alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Bupati Hendy Mulai Perketat PPKM Mikro

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus Covid-19 di Kabupaten Jember mulai mengalami tren kenaikan. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Jember melalui Satgas Covid-19 mulai merapatkan barisan dengan melakukan langkah preventif.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto seusai memimpin rapat koordinasi pencegahan persebaran Covid-19 bersama Satgas Covid-19 Jember, forkopimda, camat, dan OPD terkait di aula Pendapa Wahyawibawagraha, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, kemarin (21/6). “Kami benar-benar serius kali ini,” tegas Hendy.

Menurut dia, upaya pencegahan secara terus-menerus itu baik dilakukan meski kasus Covid-19 di Jember masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan daerah lain. Kecil atau besar, Hendy menerangkan bahwa penanganannya sama.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk segera memutus mata rantai persebaran Covid-19, pihaknya bakal lebih mengaktifkan posko PPKM mikro. Dia menambahkan bahwa para satgas RT/RW harus konsisten dalam melihat warganya masing-masing. Sebab, dia tidak bisa secara langsung meninjau lokasi. Artinya, satgas tingkat RT/RW wajib melakukan pemantauan.

Apalagi, lanjut dia, dengan maraknya para pendatang. Nantinya, Hendy mengungkapkan bahwa para pendatang tersebut harus di-swab antigen yang bakal disiapkan dengan menggunakan dana desa sebesar 8 persen.

Namun, yang menjadi masalah saat ini adalah kelalaian masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Padahal, sudah ada aturan pemerintah terkait 5M. Masih ditambah 3T, yakni tracing, testing, dan treatment.

Menurut Hendy, peraturan itu bagus. Namun, tinggal lihat masyarakat mau melakukannya atau tidak. “Gara-gara daerahnya sudah hijau, seenaknya tidak pakai masker,” keluhnya.

Oleh karena itu, posko PPKM mikro harus benar-benar diaktifkan. “Kami sebagai petugas bakal terus mengimbau, tapi kembali ke individu masing-masing,” paparnya. Dia berharap, masyarakat mau melakukan prokes karena keikhlasan dan kesadaran masing-masing, bukan karena petugas.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus Covid-19 di Kabupaten Jember mulai mengalami tren kenaikan. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Jember melalui Satgas Covid-19 mulai merapatkan barisan dengan melakukan langkah preventif.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto seusai memimpin rapat koordinasi pencegahan persebaran Covid-19 bersama Satgas Covid-19 Jember, forkopimda, camat, dan OPD terkait di aula Pendapa Wahyawibawagraha, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, kemarin (21/6). “Kami benar-benar serius kali ini,” tegas Hendy.

Menurut dia, upaya pencegahan secara terus-menerus itu baik dilakukan meski kasus Covid-19 di Jember masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan daerah lain. Kecil atau besar, Hendy menerangkan bahwa penanganannya sama.

Untuk segera memutus mata rantai persebaran Covid-19, pihaknya bakal lebih mengaktifkan posko PPKM mikro. Dia menambahkan bahwa para satgas RT/RW harus konsisten dalam melihat warganya masing-masing. Sebab, dia tidak bisa secara langsung meninjau lokasi. Artinya, satgas tingkat RT/RW wajib melakukan pemantauan.

Apalagi, lanjut dia, dengan maraknya para pendatang. Nantinya, Hendy mengungkapkan bahwa para pendatang tersebut harus di-swab antigen yang bakal disiapkan dengan menggunakan dana desa sebesar 8 persen.

Namun, yang menjadi masalah saat ini adalah kelalaian masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Padahal, sudah ada aturan pemerintah terkait 5M. Masih ditambah 3T, yakni tracing, testing, dan treatment.

Menurut Hendy, peraturan itu bagus. Namun, tinggal lihat masyarakat mau melakukannya atau tidak. “Gara-gara daerahnya sudah hijau, seenaknya tidak pakai masker,” keluhnya.

Oleh karena itu, posko PPKM mikro harus benar-benar diaktifkan. “Kami sebagai petugas bakal terus mengimbau, tapi kembali ke individu masing-masing,” paparnya. Dia berharap, masyarakat mau melakukan prokes karena keikhlasan dan kesadaran masing-masing, bukan karena petugas.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus Covid-19 di Kabupaten Jember mulai mengalami tren kenaikan. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Jember melalui Satgas Covid-19 mulai merapatkan barisan dengan melakukan langkah preventif.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto seusai memimpin rapat koordinasi pencegahan persebaran Covid-19 bersama Satgas Covid-19 Jember, forkopimda, camat, dan OPD terkait di aula Pendapa Wahyawibawagraha, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, kemarin (21/6). “Kami benar-benar serius kali ini,” tegas Hendy.

Menurut dia, upaya pencegahan secara terus-menerus itu baik dilakukan meski kasus Covid-19 di Jember masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan daerah lain. Kecil atau besar, Hendy menerangkan bahwa penanganannya sama.

Untuk segera memutus mata rantai persebaran Covid-19, pihaknya bakal lebih mengaktifkan posko PPKM mikro. Dia menambahkan bahwa para satgas RT/RW harus konsisten dalam melihat warganya masing-masing. Sebab, dia tidak bisa secara langsung meninjau lokasi. Artinya, satgas tingkat RT/RW wajib melakukan pemantauan.

Apalagi, lanjut dia, dengan maraknya para pendatang. Nantinya, Hendy mengungkapkan bahwa para pendatang tersebut harus di-swab antigen yang bakal disiapkan dengan menggunakan dana desa sebesar 8 persen.

Namun, yang menjadi masalah saat ini adalah kelalaian masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Padahal, sudah ada aturan pemerintah terkait 5M. Masih ditambah 3T, yakni tracing, testing, dan treatment.

Menurut Hendy, peraturan itu bagus. Namun, tinggal lihat masyarakat mau melakukannya atau tidak. “Gara-gara daerahnya sudah hijau, seenaknya tidak pakai masker,” keluhnya.

Oleh karena itu, posko PPKM mikro harus benar-benar diaktifkan. “Kami sebagai petugas bakal terus mengimbau, tapi kembali ke individu masing-masing,” paparnya. Dia berharap, masyarakat mau melakukan prokes karena keikhlasan dan kesadaran masing-masing, bukan karena petugas.

Previous articleLanjut Dua Periode
Next articleSMK Membangun Desa

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/