alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Warga Talangsari Tolak Rencana Bupati Jember Lepas Lapangan Bola

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Polemik permohonan hibah tanah yang menjadi aset Pemkab Jember berbuntut panjang. Setelah anggota DPRD ramai-ramai menolak rencana pelepasan Lapangan Bola Talangsari untuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jember itu, kini giliran warga Talangsari sendiri yang menyampaikan sikapnya. Mereka menggelar demonstrasi menolak rencana tersebut.

Aksi itu dilaksanakan di depan Lapangan Talangsari, Minggu (22/5). Setelah berorasi di depan lapangan dan membentangkan poster bernada protes dan tuntutan, massa yang terdiri dari unsur masyarakat, santri, dan pemain bola itu, merangsek ke tengah lapangan. Dalam tuntutannya, mereka mendesak DPRD agar tidak menyetujui kebijakan pelepasan aset lapangan tersebut.

KH Baiquni Purnomo, tokoh masyarakat Talangsari yang memimpin aksi, mengatakan, lapangan tersebut adalah wadah bermain dan berolahraga masyarakat. Bahkan, kata dia, tidak sedikit pemain bola handal yang lahir dari sini. “Ini lapangan aktif. Setiap hari banyak anak-anak bermain di sini. Jangan sampai dialihfungsikan,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Venue dan Fasilitas Penunjang Porprov Belum Matang

Pihaknya sangat menyayangkan kebijakan Bupati Jember Hendy Siswanto yang berencana mengalihkanfungsikan lapangan kepada BPN Jember. Sebab, lapangan itu adalah satu-satunya sarana olahraga dan kegiatan yang dimiliki masyarakat Talangsari, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Gus Baiqun, panggilan akrabnya, juga menilai kebijakan Bupati Hendy mencerminkan tidak membela kepentingan masyarakat. “Lapangan ini dinikmati oleh generasi kami. Kalau dialihkan, anak-anak kami mau main di mana nanti,” bebernya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Polemik permohonan hibah tanah yang menjadi aset Pemkab Jember berbuntut panjang. Setelah anggota DPRD ramai-ramai menolak rencana pelepasan Lapangan Bola Talangsari untuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jember itu, kini giliran warga Talangsari sendiri yang menyampaikan sikapnya. Mereka menggelar demonstrasi menolak rencana tersebut.

Aksi itu dilaksanakan di depan Lapangan Talangsari, Minggu (22/5). Setelah berorasi di depan lapangan dan membentangkan poster bernada protes dan tuntutan, massa yang terdiri dari unsur masyarakat, santri, dan pemain bola itu, merangsek ke tengah lapangan. Dalam tuntutannya, mereka mendesak DPRD agar tidak menyetujui kebijakan pelepasan aset lapangan tersebut.

KH Baiquni Purnomo, tokoh masyarakat Talangsari yang memimpin aksi, mengatakan, lapangan tersebut adalah wadah bermain dan berolahraga masyarakat. Bahkan, kata dia, tidak sedikit pemain bola handal yang lahir dari sini. “Ini lapangan aktif. Setiap hari banyak anak-anak bermain di sini. Jangan sampai dialihfungsikan,” ucapnya.

BACA JUGA: Venue dan Fasilitas Penunjang Porprov Belum Matang

Pihaknya sangat menyayangkan kebijakan Bupati Jember Hendy Siswanto yang berencana mengalihkanfungsikan lapangan kepada BPN Jember. Sebab, lapangan itu adalah satu-satunya sarana olahraga dan kegiatan yang dimiliki masyarakat Talangsari, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Gus Baiqun, panggilan akrabnya, juga menilai kebijakan Bupati Hendy mencerminkan tidak membela kepentingan masyarakat. “Lapangan ini dinikmati oleh generasi kami. Kalau dialihkan, anak-anak kami mau main di mana nanti,” bebernya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Polemik permohonan hibah tanah yang menjadi aset Pemkab Jember berbuntut panjang. Setelah anggota DPRD ramai-ramai menolak rencana pelepasan Lapangan Bola Talangsari untuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jember itu, kini giliran warga Talangsari sendiri yang menyampaikan sikapnya. Mereka menggelar demonstrasi menolak rencana tersebut.

Aksi itu dilaksanakan di depan Lapangan Talangsari, Minggu (22/5). Setelah berorasi di depan lapangan dan membentangkan poster bernada protes dan tuntutan, massa yang terdiri dari unsur masyarakat, santri, dan pemain bola itu, merangsek ke tengah lapangan. Dalam tuntutannya, mereka mendesak DPRD agar tidak menyetujui kebijakan pelepasan aset lapangan tersebut.

KH Baiquni Purnomo, tokoh masyarakat Talangsari yang memimpin aksi, mengatakan, lapangan tersebut adalah wadah bermain dan berolahraga masyarakat. Bahkan, kata dia, tidak sedikit pemain bola handal yang lahir dari sini. “Ini lapangan aktif. Setiap hari banyak anak-anak bermain di sini. Jangan sampai dialihfungsikan,” ucapnya.

BACA JUGA: Venue dan Fasilitas Penunjang Porprov Belum Matang

Pihaknya sangat menyayangkan kebijakan Bupati Jember Hendy Siswanto yang berencana mengalihkanfungsikan lapangan kepada BPN Jember. Sebab, lapangan itu adalah satu-satunya sarana olahraga dan kegiatan yang dimiliki masyarakat Talangsari, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Gus Baiqun, panggilan akrabnya, juga menilai kebijakan Bupati Hendy mencerminkan tidak membela kepentingan masyarakat. “Lapangan ini dinikmati oleh generasi kami. Kalau dialihkan, anak-anak kami mau main di mana nanti,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/