alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Jangan Kecolongan Berkas Palsu

Terkait Syarat Administrasi Cakades

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu tentang dugaan pemalsuan ijazah biasanya mencuat pasca-pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades). Agar hal itu tidak terjadi di kemudian hari, panitia pilkades di 59 desa diharapkan lebih cermat dan teliti sehingga tidak ada kata-kata ‘kecolongan’.

Sebagai informasi, jadwal pendaftaran bakal calon kades (cakades) dilangsungkan sejak kemarin (21/5) sampai 4 Juni mendatang. “Waktu yang cukup panjang itu harus dimanfaatkan dengan baik oleh para calon. Setidaknya, administrasi yang menjadi syarat mendaftar dipersiapkan,” kata Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni.

Tak hanya itu, selain waktu pendaftaran, juga terdapat jadwal verifikasi dan klarifikasi dengan waktu yang lebih panjang. Yaitu dijadwalkan antara 7 Juni sampai 2 Juli. Waktu panjang itu, kiranya tidak salah jika dimanfaatkan untuk mengkroscek administrasi secara matang.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Panitia punya waktu yang panjang untuk melakukan pemeriksaan berkas administrasi para calon. Dengan begitu, harus dimanfaatkan dengan baik. Verifikasi dan klarifikasi berkas harus menjawab bahwa orang yang mendaftar benar-benar layak menjadi calon,” ungkapnya.

Tabroni menyebut, dewan tidak ingin ada bahasa panitia pilkades kecolongan karena berkas administrasi para calon diduga palsu. “Saat verifikasi selesai, maka calon sudah tidak diduga lagi melakukan pemalsuan ijazah atau administrasi lain,” katanya.

Apabila dalam tahap verifikasi dan klarifikasi administrasi tidak tuntas, maka akan bisa menjadi masalah di kemudian hari. Apalagi jika dugaan pemalsuan itu mengarah pada cakades terpilih. “Kalau sampai terjadi, desa dan warganya akan rugi. Bagaimanapun, mereka yang menjadi kades akan menjadi pemimpin di desanya,” tutur Tabroni.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu tentang dugaan pemalsuan ijazah biasanya mencuat pasca-pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades). Agar hal itu tidak terjadi di kemudian hari, panitia pilkades di 59 desa diharapkan lebih cermat dan teliti sehingga tidak ada kata-kata ‘kecolongan’.

Sebagai informasi, jadwal pendaftaran bakal calon kades (cakades) dilangsungkan sejak kemarin (21/5) sampai 4 Juni mendatang. “Waktu yang cukup panjang itu harus dimanfaatkan dengan baik oleh para calon. Setidaknya, administrasi yang menjadi syarat mendaftar dipersiapkan,” kata Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni.

Tak hanya itu, selain waktu pendaftaran, juga terdapat jadwal verifikasi dan klarifikasi dengan waktu yang lebih panjang. Yaitu dijadwalkan antara 7 Juni sampai 2 Juli. Waktu panjang itu, kiranya tidak salah jika dimanfaatkan untuk mengkroscek administrasi secara matang.

“Panitia punya waktu yang panjang untuk melakukan pemeriksaan berkas administrasi para calon. Dengan begitu, harus dimanfaatkan dengan baik. Verifikasi dan klarifikasi berkas harus menjawab bahwa orang yang mendaftar benar-benar layak menjadi calon,” ungkapnya.

Tabroni menyebut, dewan tidak ingin ada bahasa panitia pilkades kecolongan karena berkas administrasi para calon diduga palsu. “Saat verifikasi selesai, maka calon sudah tidak diduga lagi melakukan pemalsuan ijazah atau administrasi lain,” katanya.

Apabila dalam tahap verifikasi dan klarifikasi administrasi tidak tuntas, maka akan bisa menjadi masalah di kemudian hari. Apalagi jika dugaan pemalsuan itu mengarah pada cakades terpilih. “Kalau sampai terjadi, desa dan warganya akan rugi. Bagaimanapun, mereka yang menjadi kades akan menjadi pemimpin di desanya,” tutur Tabroni.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu tentang dugaan pemalsuan ijazah biasanya mencuat pasca-pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades). Agar hal itu tidak terjadi di kemudian hari, panitia pilkades di 59 desa diharapkan lebih cermat dan teliti sehingga tidak ada kata-kata ‘kecolongan’.

Sebagai informasi, jadwal pendaftaran bakal calon kades (cakades) dilangsungkan sejak kemarin (21/5) sampai 4 Juni mendatang. “Waktu yang cukup panjang itu harus dimanfaatkan dengan baik oleh para calon. Setidaknya, administrasi yang menjadi syarat mendaftar dipersiapkan,” kata Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni.

Tak hanya itu, selain waktu pendaftaran, juga terdapat jadwal verifikasi dan klarifikasi dengan waktu yang lebih panjang. Yaitu dijadwalkan antara 7 Juni sampai 2 Juli. Waktu panjang itu, kiranya tidak salah jika dimanfaatkan untuk mengkroscek administrasi secara matang.

“Panitia punya waktu yang panjang untuk melakukan pemeriksaan berkas administrasi para calon. Dengan begitu, harus dimanfaatkan dengan baik. Verifikasi dan klarifikasi berkas harus menjawab bahwa orang yang mendaftar benar-benar layak menjadi calon,” ungkapnya.

Tabroni menyebut, dewan tidak ingin ada bahasa panitia pilkades kecolongan karena berkas administrasi para calon diduga palsu. “Saat verifikasi selesai, maka calon sudah tidak diduga lagi melakukan pemalsuan ijazah atau administrasi lain,” katanya.

Apabila dalam tahap verifikasi dan klarifikasi administrasi tidak tuntas, maka akan bisa menjadi masalah di kemudian hari. Apalagi jika dugaan pemalsuan itu mengarah pada cakades terpilih. “Kalau sampai terjadi, desa dan warganya akan rugi. Bagaimanapun, mereka yang menjadi kades akan menjadi pemimpin di desanya,” tutur Tabroni.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/