alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Bupati Hendy Jadi Koordinator Apkasi Jatim

Peluang Emas Makmurkan Rakyat

Mobile_AP_Rectangle 1

Apabila kolaborasi potensi daerah terjalin dengan baik, kuat, dan tercipta paket wisata, bukan hal mustahil Jember dan Jawa Timur akan menjadi pangsa pasar yang besar di Indonesia dan dunia. Warga dari luar pun akan banyak yang membeli di Jember. Begitu sebaliknya, di 38 kabupaten/kota di Jatim.

Hubungan dengan internasional, dengan menggabungkan produk Jatim juga akan menarik wisatawan maupun investor dari luar. “Mereka bisa investasi di Jember atau yang lain. Kita bisa membantu mereka sebagai sister city (dua daerah atau lebih yang bekerja sama, Red),” ungkap Hendy, yang juga menyebut, Jatim punya potensi besar karena memiliki penduduk terbesar kedua di negeri ini. Dan itu menjadi kesempatan istimewa untuk bisa memakmurkan warga Jember dan Jatim melalui Apkasi.

Hal yang tidak kalah penting di balik peningkatan perekonomian dan pembangunan itu, menurut Hendy, adalah penanganan wabah Covid-19. Menurutnya, peningkatan ekonomi dan penekanan wabah harus tetap berjalan beriringan. Jika fokus Covid-19 saja, maka perekonomian bisa jatuh. Sebaliknya, jika fokus ekonominya saja, maka akan berbahaya. Karena itu, penanganan dua hal itu sama-sama penting. “Kita sedang dilanda wabah Covid-19. Kita harus meningkatkan ekonomi dan Covid-19 harus dihilangkan,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan demikian, kolaborasi antarkabupaten/kota harus diciptakan. Tujuannya untuk saling tukar informasi tentang Covid-19, saling mengingatkan, dan berhati-hati, serta sama-sama melakukan pencegahan penyebaran korona. Misalnya, kolaborasi melakukan pemeriksaan di perbatasan. “Justru ini akan menjadi keren. Misalnya Tapal Kuda bersama-sama menjaga perbatasan. Sama-sama memeriksa untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. Hendy pun mohon agar didoakan sehingga dapat menjalankan amah sebagai Korwil Apkasi Jatim tahun 2021-2026 pasca-dilantik dalam Rakernas XIII Apkasi di Bali.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Apabila kolaborasi potensi daerah terjalin dengan baik, kuat, dan tercipta paket wisata, bukan hal mustahil Jember dan Jawa Timur akan menjadi pangsa pasar yang besar di Indonesia dan dunia. Warga dari luar pun akan banyak yang membeli di Jember. Begitu sebaliknya, di 38 kabupaten/kota di Jatim.

Hubungan dengan internasional, dengan menggabungkan produk Jatim juga akan menarik wisatawan maupun investor dari luar. “Mereka bisa investasi di Jember atau yang lain. Kita bisa membantu mereka sebagai sister city (dua daerah atau lebih yang bekerja sama, Red),” ungkap Hendy, yang juga menyebut, Jatim punya potensi besar karena memiliki penduduk terbesar kedua di negeri ini. Dan itu menjadi kesempatan istimewa untuk bisa memakmurkan warga Jember dan Jatim melalui Apkasi.

Hal yang tidak kalah penting di balik peningkatan perekonomian dan pembangunan itu, menurut Hendy, adalah penanganan wabah Covid-19. Menurutnya, peningkatan ekonomi dan penekanan wabah harus tetap berjalan beriringan. Jika fokus Covid-19 saja, maka perekonomian bisa jatuh. Sebaliknya, jika fokus ekonominya saja, maka akan berbahaya. Karena itu, penanganan dua hal itu sama-sama penting. “Kita sedang dilanda wabah Covid-19. Kita harus meningkatkan ekonomi dan Covid-19 harus dihilangkan,” ucapnya.

Dengan demikian, kolaborasi antarkabupaten/kota harus diciptakan. Tujuannya untuk saling tukar informasi tentang Covid-19, saling mengingatkan, dan berhati-hati, serta sama-sama melakukan pencegahan penyebaran korona. Misalnya, kolaborasi melakukan pemeriksaan di perbatasan. “Justru ini akan menjadi keren. Misalnya Tapal Kuda bersama-sama menjaga perbatasan. Sama-sama memeriksa untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. Hendy pun mohon agar didoakan sehingga dapat menjalankan amah sebagai Korwil Apkasi Jatim tahun 2021-2026 pasca-dilantik dalam Rakernas XIII Apkasi di Bali.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

Apabila kolaborasi potensi daerah terjalin dengan baik, kuat, dan tercipta paket wisata, bukan hal mustahil Jember dan Jawa Timur akan menjadi pangsa pasar yang besar di Indonesia dan dunia. Warga dari luar pun akan banyak yang membeli di Jember. Begitu sebaliknya, di 38 kabupaten/kota di Jatim.

Hubungan dengan internasional, dengan menggabungkan produk Jatim juga akan menarik wisatawan maupun investor dari luar. “Mereka bisa investasi di Jember atau yang lain. Kita bisa membantu mereka sebagai sister city (dua daerah atau lebih yang bekerja sama, Red),” ungkap Hendy, yang juga menyebut, Jatim punya potensi besar karena memiliki penduduk terbesar kedua di negeri ini. Dan itu menjadi kesempatan istimewa untuk bisa memakmurkan warga Jember dan Jatim melalui Apkasi.

Hal yang tidak kalah penting di balik peningkatan perekonomian dan pembangunan itu, menurut Hendy, adalah penanganan wabah Covid-19. Menurutnya, peningkatan ekonomi dan penekanan wabah harus tetap berjalan beriringan. Jika fokus Covid-19 saja, maka perekonomian bisa jatuh. Sebaliknya, jika fokus ekonominya saja, maka akan berbahaya. Karena itu, penanganan dua hal itu sama-sama penting. “Kita sedang dilanda wabah Covid-19. Kita harus meningkatkan ekonomi dan Covid-19 harus dihilangkan,” ucapnya.

Dengan demikian, kolaborasi antarkabupaten/kota harus diciptakan. Tujuannya untuk saling tukar informasi tentang Covid-19, saling mengingatkan, dan berhati-hati, serta sama-sama melakukan pencegahan penyebaran korona. Misalnya, kolaborasi melakukan pemeriksaan di perbatasan. “Justru ini akan menjadi keren. Misalnya Tapal Kuda bersama-sama menjaga perbatasan. Sama-sama memeriksa untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. Hendy pun mohon agar didoakan sehingga dapat menjalankan amah sebagai Korwil Apkasi Jatim tahun 2021-2026 pasca-dilantik dalam Rakernas XIII Apkasi di Bali.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/