alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Bupati Hendy Jadi Koordinator Apkasi Jatim

Peluang Emas Makmurkan Rakyat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto membanggakan warga Jember pasca-dilantik menjadi Koordinator Wilayah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia Jawa Timur (Korwil Apkasi Jatim). Amanah besar yang baru diemban tersebut kian membuka banyak harapan bagi kemakmuran warga Jember dan 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Kabupaten Jember hari ini tentunya akan berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Jika membahas Apkasi, pejabat atau bukan, maka akan mengetahui bahwa Hendy yang menjadi Korwil Apkasi Jatim. Bukan saja satu provinsi, melainkan se-Indonesia. Nah, di balik jabatan itu, tentunya akan muspro bila tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Koordinator Apkasi Jatim Hendy Siswanto mengakui, Bupati Jember saat ini mengemban amanah besar. Ada banyak hal yang bisa dilakukan tanpa rasa canggung karena dipercaya menjadi koordinator 38 kabupaten/kota di Jatim. “Ini adalah kesempatan emas bagi kita (Jember, Red). Ada satu keleluasaan untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam hal apa pun di Jawa Timur,” kata Hendy kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pola kerja sama yang dapat dikolaborasikan maupun disinergikan dengan kabupaten/kota lain, menurut Hendy, bisa dari segi pengembangan potensi daerah. “Mulai dari pariwisata, pertanian, dan apa pun itu bisa dikolaborasikan. Termasuk pelatihan-pelatihan. Pelatihan di BLK, kita bisa tukar keilmuan, maupun tenaga ahli,” ucapnya.

Lebih jauh, dalam hal pertanian, suami Kasih Fajarrini itu menyebut, Jember dan kabupaten lain bisa saling mengisi. Misalnya, produksi pertanian padi di Mojokerto yang tergolong minim, dapat dipasok dari Jember yang menjadi salah satu lumbung pangan di Jatim dan Indonesia. Sebaliknya, apa yang ada di Mojokerto, tetapi tidak ada di Jember, bisa didatangkan.

“Ini potensi untuk menjual langsung antarkabupaten. Ini menjadi salah satu cara untuk mendongkrak perekonomian warga Jember. Kita saling membeli. Kearifan lokal ini harus lebih luas lagi. Cinta terhadap produk lokal di kabupaten dan mari kita cinta produk lokal di Jawa Timur,” papar Hendy. Dia pun menyebut, hal itu bisa menjadi kekuatan yang istimewa untuk memutar uang di Jatim.

Apabila nanti perputaran produk lokal maksimal, otomatis akan menekan angka produksi, sehingga lebih efisien dan harga produk bisa menjadi lebih murah.  “Kalau harganya murah, di luar Provinsi Jatim juga akan memakai produk kita. Itu salah satu tujuannya, saling membeli barang yang ada di Jember dan Jatim,” paparnya.

Peluang emas kerja sama antarkabupaten/kota, menurutnya, juga terbuka untuk pariwisata hingga industri kreatif. Hendy mencontohkan bagaimana Jember yang memiliki puluhan tempat wisata bisa disinergikan dengan tempat wisata di kabupaten tetangga. Dengan demikian, paket wisatawan lokal maupun asing akan tercipta. “Misalnya one way ticket (tiket sekali jalan, Red). Bisa keliling di Tapal Kuda, Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Lumajang. Akan ada daya tarik, termasuk kulinernya,” papar Hendy.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto membanggakan warga Jember pasca-dilantik menjadi Koordinator Wilayah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia Jawa Timur (Korwil Apkasi Jatim). Amanah besar yang baru diemban tersebut kian membuka banyak harapan bagi kemakmuran warga Jember dan 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Kabupaten Jember hari ini tentunya akan berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Jika membahas Apkasi, pejabat atau bukan, maka akan mengetahui bahwa Hendy yang menjadi Korwil Apkasi Jatim. Bukan saja satu provinsi, melainkan se-Indonesia. Nah, di balik jabatan itu, tentunya akan muspro bila tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Koordinator Apkasi Jatim Hendy Siswanto mengakui, Bupati Jember saat ini mengemban amanah besar. Ada banyak hal yang bisa dilakukan tanpa rasa canggung karena dipercaya menjadi koordinator 38 kabupaten/kota di Jatim. “Ini adalah kesempatan emas bagi kita (Jember, Red). Ada satu keleluasaan untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam hal apa pun di Jawa Timur,” kata Hendy kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pola kerja sama yang dapat dikolaborasikan maupun disinergikan dengan kabupaten/kota lain, menurut Hendy, bisa dari segi pengembangan potensi daerah. “Mulai dari pariwisata, pertanian, dan apa pun itu bisa dikolaborasikan. Termasuk pelatihan-pelatihan. Pelatihan di BLK, kita bisa tukar keilmuan, maupun tenaga ahli,” ucapnya.

Lebih jauh, dalam hal pertanian, suami Kasih Fajarrini itu menyebut, Jember dan kabupaten lain bisa saling mengisi. Misalnya, produksi pertanian padi di Mojokerto yang tergolong minim, dapat dipasok dari Jember yang menjadi salah satu lumbung pangan di Jatim dan Indonesia. Sebaliknya, apa yang ada di Mojokerto, tetapi tidak ada di Jember, bisa didatangkan.

“Ini potensi untuk menjual langsung antarkabupaten. Ini menjadi salah satu cara untuk mendongkrak perekonomian warga Jember. Kita saling membeli. Kearifan lokal ini harus lebih luas lagi. Cinta terhadap produk lokal di kabupaten dan mari kita cinta produk lokal di Jawa Timur,” papar Hendy. Dia pun menyebut, hal itu bisa menjadi kekuatan yang istimewa untuk memutar uang di Jatim.

Apabila nanti perputaran produk lokal maksimal, otomatis akan menekan angka produksi, sehingga lebih efisien dan harga produk bisa menjadi lebih murah.  “Kalau harganya murah, di luar Provinsi Jatim juga akan memakai produk kita. Itu salah satu tujuannya, saling membeli barang yang ada di Jember dan Jatim,” paparnya.

Peluang emas kerja sama antarkabupaten/kota, menurutnya, juga terbuka untuk pariwisata hingga industri kreatif. Hendy mencontohkan bagaimana Jember yang memiliki puluhan tempat wisata bisa disinergikan dengan tempat wisata di kabupaten tetangga. Dengan demikian, paket wisatawan lokal maupun asing akan tercipta. “Misalnya one way ticket (tiket sekali jalan, Red). Bisa keliling di Tapal Kuda, Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Lumajang. Akan ada daya tarik, termasuk kulinernya,” papar Hendy.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto membanggakan warga Jember pasca-dilantik menjadi Koordinator Wilayah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia Jawa Timur (Korwil Apkasi Jatim). Amanah besar yang baru diemban tersebut kian membuka banyak harapan bagi kemakmuran warga Jember dan 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Kabupaten Jember hari ini tentunya akan berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Jika membahas Apkasi, pejabat atau bukan, maka akan mengetahui bahwa Hendy yang menjadi Korwil Apkasi Jatim. Bukan saja satu provinsi, melainkan se-Indonesia. Nah, di balik jabatan itu, tentunya akan muspro bila tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Koordinator Apkasi Jatim Hendy Siswanto mengakui, Bupati Jember saat ini mengemban amanah besar. Ada banyak hal yang bisa dilakukan tanpa rasa canggung karena dipercaya menjadi koordinator 38 kabupaten/kota di Jatim. “Ini adalah kesempatan emas bagi kita (Jember, Red). Ada satu keleluasaan untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam hal apa pun di Jawa Timur,” kata Hendy kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pola kerja sama yang dapat dikolaborasikan maupun disinergikan dengan kabupaten/kota lain, menurut Hendy, bisa dari segi pengembangan potensi daerah. “Mulai dari pariwisata, pertanian, dan apa pun itu bisa dikolaborasikan. Termasuk pelatihan-pelatihan. Pelatihan di BLK, kita bisa tukar keilmuan, maupun tenaga ahli,” ucapnya.

Lebih jauh, dalam hal pertanian, suami Kasih Fajarrini itu menyebut, Jember dan kabupaten lain bisa saling mengisi. Misalnya, produksi pertanian padi di Mojokerto yang tergolong minim, dapat dipasok dari Jember yang menjadi salah satu lumbung pangan di Jatim dan Indonesia. Sebaliknya, apa yang ada di Mojokerto, tetapi tidak ada di Jember, bisa didatangkan.

“Ini potensi untuk menjual langsung antarkabupaten. Ini menjadi salah satu cara untuk mendongkrak perekonomian warga Jember. Kita saling membeli. Kearifan lokal ini harus lebih luas lagi. Cinta terhadap produk lokal di kabupaten dan mari kita cinta produk lokal di Jawa Timur,” papar Hendy. Dia pun menyebut, hal itu bisa menjadi kekuatan yang istimewa untuk memutar uang di Jatim.

Apabila nanti perputaran produk lokal maksimal, otomatis akan menekan angka produksi, sehingga lebih efisien dan harga produk bisa menjadi lebih murah.  “Kalau harganya murah, di luar Provinsi Jatim juga akan memakai produk kita. Itu salah satu tujuannya, saling membeli barang yang ada di Jember dan Jatim,” paparnya.

Peluang emas kerja sama antarkabupaten/kota, menurutnya, juga terbuka untuk pariwisata hingga industri kreatif. Hendy mencontohkan bagaimana Jember yang memiliki puluhan tempat wisata bisa disinergikan dengan tempat wisata di kabupaten tetangga. Dengan demikian, paket wisatawan lokal maupun asing akan tercipta. “Misalnya one way ticket (tiket sekali jalan, Red). Bisa keliling di Tapal Kuda, Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Lumajang. Akan ada daya tarik, termasuk kulinernya,” papar Hendy.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/