alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

BUMDes Masih Lemah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap desa di Kabupaten Jember bisa jadi sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, banyak catatan miring yang disampaikan DPRD Jember dalam hal pemberdayaan ekonomi di tingkat desa melalui BUMDes itu. Sebab, beberapa tahun terakhir, belum seluruh BUMDes mampu dikelola dengan tepat, serta tidak banyak memberi kesejahteraan bagi anggota maupun masyarakat.

Juru bicara DPRD Jember dari PDIP Agus Sufyan menyampaikan, Pemkab Jember sejatinya telah memberikan berbagai pembinaan kepada pemerintah desa. Namun demikian, pembinaan yang disampaikan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemasdes) serta pendamping desa, belum sepenuhnya berjalan dengan baik.

Hal itu, kata dia, karena sejumlah faktor yang akar masalahnya adalah manajemen yang tidak tepat. “Pengelolaannya belum didukung dengan manajemen yang baik,” beber Agus, yang selanjutnya menyebut, tanpa manajemen yang tepat, maka BUMDes tidak akan bisa tumbuh dan maju.

Mobile_AP_Rectangle 2

Akibat BUMDes tidak dapat dikelola dengan baik, maka keberadaannya seperti antara ada dan tiada. Artinya, secara kelembagaan desa memiliki BUMDes, tetapi dalam perjalanannya tidak banyak memberi manfaat. Termasuk tidak mampu memberi sumbangsih bagi pendapatan asli desa (PADes).

Untuk itulah, dewan meminta agar Pemkab Jember serius dalam menangani BUMDes. Memberi rangsangan dengan melahirkan desa-desa sebagai percontohan. Apabila ada BUMDes yang bisa memberi sumbangsih terhadap PAD, maka bisa dicontoh oleh BUMDes yang lain. Apabila ke depan hal itu bisa terwujud, maka akan lahir desa-desa mandiri.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap desa di Kabupaten Jember bisa jadi sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, banyak catatan miring yang disampaikan DPRD Jember dalam hal pemberdayaan ekonomi di tingkat desa melalui BUMDes itu. Sebab, beberapa tahun terakhir, belum seluruh BUMDes mampu dikelola dengan tepat, serta tidak banyak memberi kesejahteraan bagi anggota maupun masyarakat.

Juru bicara DPRD Jember dari PDIP Agus Sufyan menyampaikan, Pemkab Jember sejatinya telah memberikan berbagai pembinaan kepada pemerintah desa. Namun demikian, pembinaan yang disampaikan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemasdes) serta pendamping desa, belum sepenuhnya berjalan dengan baik.

Hal itu, kata dia, karena sejumlah faktor yang akar masalahnya adalah manajemen yang tidak tepat. “Pengelolaannya belum didukung dengan manajemen yang baik,” beber Agus, yang selanjutnya menyebut, tanpa manajemen yang tepat, maka BUMDes tidak akan bisa tumbuh dan maju.

Akibat BUMDes tidak dapat dikelola dengan baik, maka keberadaannya seperti antara ada dan tiada. Artinya, secara kelembagaan desa memiliki BUMDes, tetapi dalam perjalanannya tidak banyak memberi manfaat. Termasuk tidak mampu memberi sumbangsih bagi pendapatan asli desa (PADes).

Untuk itulah, dewan meminta agar Pemkab Jember serius dalam menangani BUMDes. Memberi rangsangan dengan melahirkan desa-desa sebagai percontohan. Apabila ada BUMDes yang bisa memberi sumbangsih terhadap PAD, maka bisa dicontoh oleh BUMDes yang lain. Apabila ke depan hal itu bisa terwujud, maka akan lahir desa-desa mandiri.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap desa di Kabupaten Jember bisa jadi sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, banyak catatan miring yang disampaikan DPRD Jember dalam hal pemberdayaan ekonomi di tingkat desa melalui BUMDes itu. Sebab, beberapa tahun terakhir, belum seluruh BUMDes mampu dikelola dengan tepat, serta tidak banyak memberi kesejahteraan bagi anggota maupun masyarakat.

Juru bicara DPRD Jember dari PDIP Agus Sufyan menyampaikan, Pemkab Jember sejatinya telah memberikan berbagai pembinaan kepada pemerintah desa. Namun demikian, pembinaan yang disampaikan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemasdes) serta pendamping desa, belum sepenuhnya berjalan dengan baik.

Hal itu, kata dia, karena sejumlah faktor yang akar masalahnya adalah manajemen yang tidak tepat. “Pengelolaannya belum didukung dengan manajemen yang baik,” beber Agus, yang selanjutnya menyebut, tanpa manajemen yang tepat, maka BUMDes tidak akan bisa tumbuh dan maju.

Akibat BUMDes tidak dapat dikelola dengan baik, maka keberadaannya seperti antara ada dan tiada. Artinya, secara kelembagaan desa memiliki BUMDes, tetapi dalam perjalanannya tidak banyak memberi manfaat. Termasuk tidak mampu memberi sumbangsih bagi pendapatan asli desa (PADes).

Untuk itulah, dewan meminta agar Pemkab Jember serius dalam menangani BUMDes. Memberi rangsangan dengan melahirkan desa-desa sebagai percontohan. Apabila ada BUMDes yang bisa memberi sumbangsih terhadap PAD, maka bisa dicontoh oleh BUMDes yang lain. Apabila ke depan hal itu bisa terwujud, maka akan lahir desa-desa mandiri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/