alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Program PPKM Belum Maksimal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sehari setelah menjabat Pelaksana Harian (Plh) Bupati Jember, Hadi Sulistyo mulai beradaptasi dengan penanganan Covid-19. Lalu, apa yang akan dia lakukan untuk menekan persebaran korona di Kota Suwar-Suwir ini? Mengingat, kasus penularannya masih tergolong tinggi.

Dia tak membeberkan secara mendetail langkah apa yang akan diambil. Termasuk saat ditanya, apakah akan meneruskan program yang sudah ada atau membuat inovasi baru? Hadi menjawab, pihaknya bakal mengikuti peraturan yang ada. “Nantinya, tinggal dimaksimalkan bersama dandim dan kapolres,” katanya.

Salah satu program penanggulangan Covid-19 yang baru-baru ini digencarkan adalah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Program itu sejatinya mirip dengan kampung tangguh yang telah digulirkan sebelumnya. Hanya cakupannya diperkecil untuk tingkat RT dan dengan mendirikan posko.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sejauh ini, program yang berasal dari pemerintah pusat tersebut juga belum sepenuhnya terealisasi. Masih fokus di tiga kecamatan kawasan perkotaan, Kaliwates, Sumbersari, serta Patrang. Padahal, wilayah Jember cukup luas. Mencapai 226 desa dan 22 kelurahan yang tersebar di 31 kecamatan.

Namun, rencananya program itu akan diperluas hingga ke desa-desa. Nantinya, pembiayaannya bakal di-back up dengan dana desa (DD). Sebagian kecil DD bakal didistribusikan ke masing-masing posko PPKM mikro. “Dari jumlah yang ada, kami cairkan sebesar delapan persen,” terang Hadi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Jember Edy Budi Susilo menambahkan, DD untuk 226 desa di Kabupaten Jember pada 2021 ini sekitar Rp 312 miliar. Jika dihitung nilainya, maka delapan persen itu sekitar Rp 24 miliar. Namun, hingga kini dana tersebut belum dicairkan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sehari setelah menjabat Pelaksana Harian (Plh) Bupati Jember, Hadi Sulistyo mulai beradaptasi dengan penanganan Covid-19. Lalu, apa yang akan dia lakukan untuk menekan persebaran korona di Kota Suwar-Suwir ini? Mengingat, kasus penularannya masih tergolong tinggi.

Dia tak membeberkan secara mendetail langkah apa yang akan diambil. Termasuk saat ditanya, apakah akan meneruskan program yang sudah ada atau membuat inovasi baru? Hadi menjawab, pihaknya bakal mengikuti peraturan yang ada. “Nantinya, tinggal dimaksimalkan bersama dandim dan kapolres,” katanya.

Salah satu program penanggulangan Covid-19 yang baru-baru ini digencarkan adalah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Program itu sejatinya mirip dengan kampung tangguh yang telah digulirkan sebelumnya. Hanya cakupannya diperkecil untuk tingkat RT dan dengan mendirikan posko.

Sejauh ini, program yang berasal dari pemerintah pusat tersebut juga belum sepenuhnya terealisasi. Masih fokus di tiga kecamatan kawasan perkotaan, Kaliwates, Sumbersari, serta Patrang. Padahal, wilayah Jember cukup luas. Mencapai 226 desa dan 22 kelurahan yang tersebar di 31 kecamatan.

Namun, rencananya program itu akan diperluas hingga ke desa-desa. Nantinya, pembiayaannya bakal di-back up dengan dana desa (DD). Sebagian kecil DD bakal didistribusikan ke masing-masing posko PPKM mikro. “Dari jumlah yang ada, kami cairkan sebesar delapan persen,” terang Hadi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Jember Edy Budi Susilo menambahkan, DD untuk 226 desa di Kabupaten Jember pada 2021 ini sekitar Rp 312 miliar. Jika dihitung nilainya, maka delapan persen itu sekitar Rp 24 miliar. Namun, hingga kini dana tersebut belum dicairkan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sehari setelah menjabat Pelaksana Harian (Plh) Bupati Jember, Hadi Sulistyo mulai beradaptasi dengan penanganan Covid-19. Lalu, apa yang akan dia lakukan untuk menekan persebaran korona di Kota Suwar-Suwir ini? Mengingat, kasus penularannya masih tergolong tinggi.

Dia tak membeberkan secara mendetail langkah apa yang akan diambil. Termasuk saat ditanya, apakah akan meneruskan program yang sudah ada atau membuat inovasi baru? Hadi menjawab, pihaknya bakal mengikuti peraturan yang ada. “Nantinya, tinggal dimaksimalkan bersama dandim dan kapolres,” katanya.

Salah satu program penanggulangan Covid-19 yang baru-baru ini digencarkan adalah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Program itu sejatinya mirip dengan kampung tangguh yang telah digulirkan sebelumnya. Hanya cakupannya diperkecil untuk tingkat RT dan dengan mendirikan posko.

Sejauh ini, program yang berasal dari pemerintah pusat tersebut juga belum sepenuhnya terealisasi. Masih fokus di tiga kecamatan kawasan perkotaan, Kaliwates, Sumbersari, serta Patrang. Padahal, wilayah Jember cukup luas. Mencapai 226 desa dan 22 kelurahan yang tersebar di 31 kecamatan.

Namun, rencananya program itu akan diperluas hingga ke desa-desa. Nantinya, pembiayaannya bakal di-back up dengan dana desa (DD). Sebagian kecil DD bakal didistribusikan ke masing-masing posko PPKM mikro. “Dari jumlah yang ada, kami cairkan sebesar delapan persen,” terang Hadi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Jember Edy Budi Susilo menambahkan, DD untuk 226 desa di Kabupaten Jember pada 2021 ini sekitar Rp 312 miliar. Jika dihitung nilainya, maka delapan persen itu sekitar Rp 24 miliar. Namun, hingga kini dana tersebut belum dicairkan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/