alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Santunan Kematian Korona, Hoax atau Bukan?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga yang meninggal dunia akibat wabah korona cukup banyak. Di Kabupaten Jember saja, sejak adanya pandemi hingga kemarin, telah tercatat sebanyak 486 jiwa. Di balik kasus Covid-19, ada wacana santunan bagi keluarga korban yang meninggal. Bagaimana faktanya?

Menanggapi adanya program itu, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember Widi Prasetyo menjelaskan, santunan kematian terhadap keluarga korban yang meninggal dunia akibat korona bukanlah hoax. Hal itu benar adanya dan langsung dari pemerintah pusat. “Santunan kematian itu program pemerintah pusat. Tetapi, pada tahun 2020 anggarannya tidak ada. Jadi, itu bukan hoax, tetapi program dari pusat,” kata Widy dalam rapat dengar pendapat bersama Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Jember, beberapa waktu lalu.

Program santunan kematian dari pemerintah pusat itu, kata dia, tahun ini tidak dianggarkan. Akibatnya, program itu tidak terealisasi karena ketiadaan anggaran dari pemerintah pusat. Kendati demikian, santunan kematian bagi keluarga korban yang meninggal akibat wabah korona dijalankan oleh pemerintah provinsi. “Santunan kematian dari pemerintah provinsi ada, nilainya Rp 5 juta,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berkaitan dengan pencairan dana itu, Widi menegaskan, hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Menurutnya, Pemkab Jember melalui Dinas Sosial hanya mengajukan usulan. “Semua korban yang meninggal sudah kami usulkan. Tetapi, baru 23 yang sudah diberikan,” ungkapnya.

Widi mengaku, Dinas Sosial Jember terus menanyakan perihal santunan kematian itu. Namun, hingga RDP di dewan, baru 23 keluarga yang mendapatkan. “Keputusan ada di provinsi, kami hanya mengusulkan,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga yang meninggal dunia akibat wabah korona cukup banyak. Di Kabupaten Jember saja, sejak adanya pandemi hingga kemarin, telah tercatat sebanyak 486 jiwa. Di balik kasus Covid-19, ada wacana santunan bagi keluarga korban yang meninggal. Bagaimana faktanya?

Menanggapi adanya program itu, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember Widi Prasetyo menjelaskan, santunan kematian terhadap keluarga korban yang meninggal dunia akibat korona bukanlah hoax. Hal itu benar adanya dan langsung dari pemerintah pusat. “Santunan kematian itu program pemerintah pusat. Tetapi, pada tahun 2020 anggarannya tidak ada. Jadi, itu bukan hoax, tetapi program dari pusat,” kata Widy dalam rapat dengar pendapat bersama Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Jember, beberapa waktu lalu.

Program santunan kematian dari pemerintah pusat itu, kata dia, tahun ini tidak dianggarkan. Akibatnya, program itu tidak terealisasi karena ketiadaan anggaran dari pemerintah pusat. Kendati demikian, santunan kematian bagi keluarga korban yang meninggal akibat wabah korona dijalankan oleh pemerintah provinsi. “Santunan kematian dari pemerintah provinsi ada, nilainya Rp 5 juta,” imbuhnya.

Berkaitan dengan pencairan dana itu, Widi menegaskan, hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Menurutnya, Pemkab Jember melalui Dinas Sosial hanya mengajukan usulan. “Semua korban yang meninggal sudah kami usulkan. Tetapi, baru 23 yang sudah diberikan,” ungkapnya.

Widi mengaku, Dinas Sosial Jember terus menanyakan perihal santunan kematian itu. Namun, hingga RDP di dewan, baru 23 keluarga yang mendapatkan. “Keputusan ada di provinsi, kami hanya mengusulkan,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga yang meninggal dunia akibat wabah korona cukup banyak. Di Kabupaten Jember saja, sejak adanya pandemi hingga kemarin, telah tercatat sebanyak 486 jiwa. Di balik kasus Covid-19, ada wacana santunan bagi keluarga korban yang meninggal. Bagaimana faktanya?

Menanggapi adanya program itu, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember Widi Prasetyo menjelaskan, santunan kematian terhadap keluarga korban yang meninggal dunia akibat korona bukanlah hoax. Hal itu benar adanya dan langsung dari pemerintah pusat. “Santunan kematian itu program pemerintah pusat. Tetapi, pada tahun 2020 anggarannya tidak ada. Jadi, itu bukan hoax, tetapi program dari pusat,” kata Widy dalam rapat dengar pendapat bersama Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Jember, beberapa waktu lalu.

Program santunan kematian dari pemerintah pusat itu, kata dia, tahun ini tidak dianggarkan. Akibatnya, program itu tidak terealisasi karena ketiadaan anggaran dari pemerintah pusat. Kendati demikian, santunan kematian bagi keluarga korban yang meninggal akibat wabah korona dijalankan oleh pemerintah provinsi. “Santunan kematian dari pemerintah provinsi ada, nilainya Rp 5 juta,” imbuhnya.

Berkaitan dengan pencairan dana itu, Widi menegaskan, hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Menurutnya, Pemkab Jember melalui Dinas Sosial hanya mengajukan usulan. “Semua korban yang meninggal sudah kami usulkan. Tetapi, baru 23 yang sudah diberikan,” ungkapnya.

Widi mengaku, Dinas Sosial Jember terus menanyakan perihal santunan kematian itu. Namun, hingga RDP di dewan, baru 23 keluarga yang mendapatkan. “Keputusan ada di provinsi, kami hanya mengusulkan,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/