alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Bangkitkan Kesenian di Masa Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember memiliki budaya yang unik terkait dengan keseniannya. Sebut saja musik patrol, misalnya. Musik yang digaungkan dengan beranggotakan banyak orang itu menjadi musik khas Jember. Karena itu, harus dipertahankan dan disosialisasikan agar dikenal daerah lain. Bahkan, supaya tidak diklaim pihak lain.

Kemarin (18/6) siang, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Jember Dhebora Kresnowati menggelar webinar Musik Patrol Jember Wis Wayahe Bangkit di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember.

Menurut dia, ini merupakan langkah awal supaya musik patrol ini bisa dicatatkan di cagar budaya. “Kenapa perlu kita angkat? Soalnya, ini budayanya wong Jember,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Karena itu, dia berharap supaya kesenian itu tidak hilang, apalagi diakui oleh kabupaten bahkan negara lain. Menurut dia, hal tersebut merupakan salah satu cara pemerintah, Disparbud, dan masyarakat Jember dalam merawat salah satu kesenian Jember.

Meski begitu, bayang-bayang pandemi Covid-19 masih menghantui para seniman di Kabupaten Jember. Mengingat, peran kesenian Jember sempat tenggelam tak berkutik diterpa pandemi. Namun, berbeda dengan saat ini. Dhebora menuturkan bahwa pihaknya sudah mulai berupaya kembali mengangkat citra para seniman di tengah pandemi.

Tak hanya musik patrol, sebagian kesenian lain seperti tari, musik, dan seni bela diri pun menjadi salah satu bagian dari setiap kegiatan pemerintahan. “Salah satunya, menggelar kesenian sebelum dimulainya audiensi atau webinar di lingkungan pemerintah Kabupaten Jember,” ulasnya. Dengan begitu, para pekerja seni di Jember bisa kembali bangkit.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember memiliki budaya yang unik terkait dengan keseniannya. Sebut saja musik patrol, misalnya. Musik yang digaungkan dengan beranggotakan banyak orang itu menjadi musik khas Jember. Karena itu, harus dipertahankan dan disosialisasikan agar dikenal daerah lain. Bahkan, supaya tidak diklaim pihak lain.

Kemarin (18/6) siang, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Jember Dhebora Kresnowati menggelar webinar Musik Patrol Jember Wis Wayahe Bangkit di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember.

Menurut dia, ini merupakan langkah awal supaya musik patrol ini bisa dicatatkan di cagar budaya. “Kenapa perlu kita angkat? Soalnya, ini budayanya wong Jember,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Karena itu, dia berharap supaya kesenian itu tidak hilang, apalagi diakui oleh kabupaten bahkan negara lain. Menurut dia, hal tersebut merupakan salah satu cara pemerintah, Disparbud, dan masyarakat Jember dalam merawat salah satu kesenian Jember.

Meski begitu, bayang-bayang pandemi Covid-19 masih menghantui para seniman di Kabupaten Jember. Mengingat, peran kesenian Jember sempat tenggelam tak berkutik diterpa pandemi. Namun, berbeda dengan saat ini. Dhebora menuturkan bahwa pihaknya sudah mulai berupaya kembali mengangkat citra para seniman di tengah pandemi.

Tak hanya musik patrol, sebagian kesenian lain seperti tari, musik, dan seni bela diri pun menjadi salah satu bagian dari setiap kegiatan pemerintahan. “Salah satunya, menggelar kesenian sebelum dimulainya audiensi atau webinar di lingkungan pemerintah Kabupaten Jember,” ulasnya. Dengan begitu, para pekerja seni di Jember bisa kembali bangkit.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember memiliki budaya yang unik terkait dengan keseniannya. Sebut saja musik patrol, misalnya. Musik yang digaungkan dengan beranggotakan banyak orang itu menjadi musik khas Jember. Karena itu, harus dipertahankan dan disosialisasikan agar dikenal daerah lain. Bahkan, supaya tidak diklaim pihak lain.

Kemarin (18/6) siang, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Jember Dhebora Kresnowati menggelar webinar Musik Patrol Jember Wis Wayahe Bangkit di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember.

Menurut dia, ini merupakan langkah awal supaya musik patrol ini bisa dicatatkan di cagar budaya. “Kenapa perlu kita angkat? Soalnya, ini budayanya wong Jember,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Karena itu, dia berharap supaya kesenian itu tidak hilang, apalagi diakui oleh kabupaten bahkan negara lain. Menurut dia, hal tersebut merupakan salah satu cara pemerintah, Disparbud, dan masyarakat Jember dalam merawat salah satu kesenian Jember.

Meski begitu, bayang-bayang pandemi Covid-19 masih menghantui para seniman di Kabupaten Jember. Mengingat, peran kesenian Jember sempat tenggelam tak berkutik diterpa pandemi. Namun, berbeda dengan saat ini. Dhebora menuturkan bahwa pihaknya sudah mulai berupaya kembali mengangkat citra para seniman di tengah pandemi.

Tak hanya musik patrol, sebagian kesenian lain seperti tari, musik, dan seni bela diri pun menjadi salah satu bagian dari setiap kegiatan pemerintahan. “Salah satunya, menggelar kesenian sebelum dimulainya audiensi atau webinar di lingkungan pemerintah Kabupaten Jember,” ulasnya. Dengan begitu, para pekerja seni di Jember bisa kembali bangkit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/