alexametrics
22.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Tingkatkan Imun Ternak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, Radar Jember – Persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sangat cepat di Jember. Berbagai cara pencegahan hingga pengobatan dilakukan. Menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh ternak sebisa mungkin dilakukan sendiri oleh peternak.

BACA JUGA : As Patah, Truk Pengangkut Tebu “Tidur” di Jalan Raya Rambipuji Jember

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, peningkatan angka kasus PMK bisa 100 kasus dalam setiap harinya. Penyemprotan disinfektan telah gencar dilakukan oleh petugas pusat kesehatan hewan (puskeswan) pada hampir seluruh kandang ternak di Jember. Ini sebagai upaya pencegahan. Selain itu, pengobatan bagi hewan-hewan, khususnya sapi yang terkena PMK, juga dilakukan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Obat-obat telah disalurkan melalui pihak terkait dalam mengatasi PMK di Jember. Vaksinasi pun dilakukan. Dia menambahkan, upaya dilakukan semaksimal mungkin untuk menekan angka kasus. “Tingkat kesembuhan sapi yang kena PMK sekitar dua sampai tiga minggu, itu masa inkubasi virusnya,” ucap Bupati Hendy.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember Elok Kristanti melaporkan jumlah kasus PMK per tanggal 13 Juli kemarin lebih dari 11 ribu ternak terinfeksi PMK di 31 kecamatan. Angka itu hanyalah yang tercatat berdasarkan laporan yang masuk. Pendataan terus dilakukan sebagai dasar untuk vaksinasi dan pengobatan.

- Advertisement -

JEMBER LOR, Radar Jember – Persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sangat cepat di Jember. Berbagai cara pencegahan hingga pengobatan dilakukan. Menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh ternak sebisa mungkin dilakukan sendiri oleh peternak.

BACA JUGA : As Patah, Truk Pengangkut Tebu “Tidur” di Jalan Raya Rambipuji Jember

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, peningkatan angka kasus PMK bisa 100 kasus dalam setiap harinya. Penyemprotan disinfektan telah gencar dilakukan oleh petugas pusat kesehatan hewan (puskeswan) pada hampir seluruh kandang ternak di Jember. Ini sebagai upaya pencegahan. Selain itu, pengobatan bagi hewan-hewan, khususnya sapi yang terkena PMK, juga dilakukan.

Obat-obat telah disalurkan melalui pihak terkait dalam mengatasi PMK di Jember. Vaksinasi pun dilakukan. Dia menambahkan, upaya dilakukan semaksimal mungkin untuk menekan angka kasus. “Tingkat kesembuhan sapi yang kena PMK sekitar dua sampai tiga minggu, itu masa inkubasi virusnya,” ucap Bupati Hendy.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember Elok Kristanti melaporkan jumlah kasus PMK per tanggal 13 Juli kemarin lebih dari 11 ribu ternak terinfeksi PMK di 31 kecamatan. Angka itu hanyalah yang tercatat berdasarkan laporan yang masuk. Pendataan terus dilakukan sebagai dasar untuk vaksinasi dan pengobatan.

JEMBER LOR, Radar Jember – Persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sangat cepat di Jember. Berbagai cara pencegahan hingga pengobatan dilakukan. Menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh ternak sebisa mungkin dilakukan sendiri oleh peternak.

BACA JUGA : As Patah, Truk Pengangkut Tebu “Tidur” di Jalan Raya Rambipuji Jember

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, peningkatan angka kasus PMK bisa 100 kasus dalam setiap harinya. Penyemprotan disinfektan telah gencar dilakukan oleh petugas pusat kesehatan hewan (puskeswan) pada hampir seluruh kandang ternak di Jember. Ini sebagai upaya pencegahan. Selain itu, pengobatan bagi hewan-hewan, khususnya sapi yang terkena PMK, juga dilakukan.

Obat-obat telah disalurkan melalui pihak terkait dalam mengatasi PMK di Jember. Vaksinasi pun dilakukan. Dia menambahkan, upaya dilakukan semaksimal mungkin untuk menekan angka kasus. “Tingkat kesembuhan sapi yang kena PMK sekitar dua sampai tiga minggu, itu masa inkubasi virusnya,” ucap Bupati Hendy.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember Elok Kristanti melaporkan jumlah kasus PMK per tanggal 13 Juli kemarin lebih dari 11 ribu ternak terinfeksi PMK di 31 kecamatan. Angka itu hanyalah yang tercatat berdasarkan laporan yang masuk. Pendataan terus dilakukan sebagai dasar untuk vaksinasi dan pengobatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/