alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Hari Pertama, Belasan ASN Bolos Kerja

Alasan Tak Logis, Sanksi Menunggu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari pertama masuk kerja, diketahui sedikitnya 13 aparatur sipil negara (ASN) tidak mengisi daftar hadir, kemarin (17/5). Jika di antara mereka ada yang membolos, tidak izin, bukan sakit, atau bukan karena alasan yang masuk akal, siap-siap saja mereka mendapat sanksinya. Apalagi, dua hari sebelum libur Idul Fitri, Bupati Jember Hendy Siswanto sudah menegaskan bahwa tidak akan menoleransi ASN yang membolos.

Sebanyak 13 ASN yang tidak masuk kerja itu terungkap setelah Bupati Jember, Inspektorat, beserta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor. “Ada 13 orang yang tidak menandatangani daftar hadir,” kata Sukowinarno, Plt Kepala BKPSDM Jember.

Menurutnya, belasan ASN yang tidak tanda tangan itu akan dipastikan apakah mereka membolos, izin, sakit, atau ada alasan lain. “Sedang kami konfirmasi kepada OPD masing-masing,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Disinggung terkait kemungkinan adanya ASN yang sengaja membolos, tanpa izin, tidak sakit, atau tanpa alasan yang masuk akal, menurut Sukowinarno, pastinya akan ada sanksi. “Apabila terbukti, disesuaikan dengan regulasi yang berlaku, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan regulasi lain yang terkait,” bebernya.

Sukowinarno menyayangkan jika ada ASN yang benar-benar membolos. Apalagi, Bupati Jember jauh hari sebelumnya telah menginstruksikan agar semua ASN disiplin masuk kerja. Oleh karena itu, 13 ASN yang tidak mengisi daftar hadir itu akan diminta keterangannya. Jika memang membolos, maka PP 53 akan siap menanti.

Terpisah, Plt Kepala Inspektorat Pemkab Jember Suprapto mengatakan, belasan ASN yang tidak menandatangani daftar hadir akan diserahkan ke masing-masing OPD-nya. “Kalau diserahkan ke inspektorat, maka kami akan mengikuti aturan,” ucapnya kepada wartawan. Sanksi mengenai pelanggaran indisipliner, menurutnya juga telah diatur dengan jelas.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan agar ASN tidak mudik dan masuk kerja pada hari pertama, kemarin. Bagi ASN yang nakal, maka sanksi akan berbicara sesuai aturan yang ada. “Tentunya akan ada sanksi. Tidak bisa ditoleransi siapa pun ASN-nya,” kata Hendy.

Seperti diketahui, yang disebut ASN adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Hal-hal mengenai pelanggaran diatur dalam PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen P3K. Bagi ASN ada sanksi ringan, sedang, dan berat. Bagi P3K, sanksinya juga merujuk pada ketentuan yang mengatur disiplin PNS tersebut.

 

Semangat Baru Layani Masyarakat

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari pertama masuk kerja, diketahui sedikitnya 13 aparatur sipil negara (ASN) tidak mengisi daftar hadir, kemarin (17/5). Jika di antara mereka ada yang membolos, tidak izin, bukan sakit, atau bukan karena alasan yang masuk akal, siap-siap saja mereka mendapat sanksinya. Apalagi, dua hari sebelum libur Idul Fitri, Bupati Jember Hendy Siswanto sudah menegaskan bahwa tidak akan menoleransi ASN yang membolos.

Sebanyak 13 ASN yang tidak masuk kerja itu terungkap setelah Bupati Jember, Inspektorat, beserta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor. “Ada 13 orang yang tidak menandatangani daftar hadir,” kata Sukowinarno, Plt Kepala BKPSDM Jember.

Menurutnya, belasan ASN yang tidak tanda tangan itu akan dipastikan apakah mereka membolos, izin, sakit, atau ada alasan lain. “Sedang kami konfirmasi kepada OPD masing-masing,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Disinggung terkait kemungkinan adanya ASN yang sengaja membolos, tanpa izin, tidak sakit, atau tanpa alasan yang masuk akal, menurut Sukowinarno, pastinya akan ada sanksi. “Apabila terbukti, disesuaikan dengan regulasi yang berlaku, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan regulasi lain yang terkait,” bebernya.

Sukowinarno menyayangkan jika ada ASN yang benar-benar membolos. Apalagi, Bupati Jember jauh hari sebelumnya telah menginstruksikan agar semua ASN disiplin masuk kerja. Oleh karena itu, 13 ASN yang tidak mengisi daftar hadir itu akan diminta keterangannya. Jika memang membolos, maka PP 53 akan siap menanti.

Terpisah, Plt Kepala Inspektorat Pemkab Jember Suprapto mengatakan, belasan ASN yang tidak menandatangani daftar hadir akan diserahkan ke masing-masing OPD-nya. “Kalau diserahkan ke inspektorat, maka kami akan mengikuti aturan,” ucapnya kepada wartawan. Sanksi mengenai pelanggaran indisipliner, menurutnya juga telah diatur dengan jelas.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan agar ASN tidak mudik dan masuk kerja pada hari pertama, kemarin. Bagi ASN yang nakal, maka sanksi akan berbicara sesuai aturan yang ada. “Tentunya akan ada sanksi. Tidak bisa ditoleransi siapa pun ASN-nya,” kata Hendy.

Seperti diketahui, yang disebut ASN adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Hal-hal mengenai pelanggaran diatur dalam PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen P3K. Bagi ASN ada sanksi ringan, sedang, dan berat. Bagi P3K, sanksinya juga merujuk pada ketentuan yang mengatur disiplin PNS tersebut.

 

Semangat Baru Layani Masyarakat

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari pertama masuk kerja, diketahui sedikitnya 13 aparatur sipil negara (ASN) tidak mengisi daftar hadir, kemarin (17/5). Jika di antara mereka ada yang membolos, tidak izin, bukan sakit, atau bukan karena alasan yang masuk akal, siap-siap saja mereka mendapat sanksinya. Apalagi, dua hari sebelum libur Idul Fitri, Bupati Jember Hendy Siswanto sudah menegaskan bahwa tidak akan menoleransi ASN yang membolos.

Sebanyak 13 ASN yang tidak masuk kerja itu terungkap setelah Bupati Jember, Inspektorat, beserta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor. “Ada 13 orang yang tidak menandatangani daftar hadir,” kata Sukowinarno, Plt Kepala BKPSDM Jember.

Menurutnya, belasan ASN yang tidak tanda tangan itu akan dipastikan apakah mereka membolos, izin, sakit, atau ada alasan lain. “Sedang kami konfirmasi kepada OPD masing-masing,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Disinggung terkait kemungkinan adanya ASN yang sengaja membolos, tanpa izin, tidak sakit, atau tanpa alasan yang masuk akal, menurut Sukowinarno, pastinya akan ada sanksi. “Apabila terbukti, disesuaikan dengan regulasi yang berlaku, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan regulasi lain yang terkait,” bebernya.

Sukowinarno menyayangkan jika ada ASN yang benar-benar membolos. Apalagi, Bupati Jember jauh hari sebelumnya telah menginstruksikan agar semua ASN disiplin masuk kerja. Oleh karena itu, 13 ASN yang tidak mengisi daftar hadir itu akan diminta keterangannya. Jika memang membolos, maka PP 53 akan siap menanti.

Terpisah, Plt Kepala Inspektorat Pemkab Jember Suprapto mengatakan, belasan ASN yang tidak menandatangani daftar hadir akan diserahkan ke masing-masing OPD-nya. “Kalau diserahkan ke inspektorat, maka kami akan mengikuti aturan,” ucapnya kepada wartawan. Sanksi mengenai pelanggaran indisipliner, menurutnya juga telah diatur dengan jelas.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan agar ASN tidak mudik dan masuk kerja pada hari pertama, kemarin. Bagi ASN yang nakal, maka sanksi akan berbicara sesuai aturan yang ada. “Tentunya akan ada sanksi. Tidak bisa ditoleransi siapa pun ASN-nya,” kata Hendy.

Seperti diketahui, yang disebut ASN adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Hal-hal mengenai pelanggaran diatur dalam PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen P3K. Bagi ASN ada sanksi ringan, sedang, dan berat. Bagi P3K, sanksinya juga merujuk pada ketentuan yang mengatur disiplin PNS tersebut.

 

Semangat Baru Layani Masyarakat

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/