alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Perlu Perbanyak Pemancar Sinyal

Agar Blank Spot Internet Segera Teratasi

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Jaringan internet sekarang sangat dibutuhkan oleh banyak kalangan dan berbagai pihak. Mulai dari anak hingga lansia, termasuk pelaku usaha sampai aparatur sipil negara (ASN). Sayangnya, jaringan internet itu tidak selalu ada di seluruh pelosok Jember.

Salah satunya di Kecamatan Bangsalsari, tepatnya di Desa Badean. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember Bobby Arie Sandy mengatakan, tidak semua desa di Jember terkoneksi jaringan internet. Artinya, masih ada daerah blank spot internet. Boby juga membenarkan, Desa Badean termasuk di antara desa yang blank spot. “Iya benar, Badean memang masuk blank spot yang menjadi target kami dan provider untuk mencarikan solusi,” katanya.

Bobby menjelaskan, salah satu langkah konkret yang menjadi solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah, masyarakat secara kolektif dikoordinasi dan diukur oleh pihak desa. Selanjutnya, provider akan menentukan dan memancangkan satu titik sinyal yang bisa diakses untuk radius sekitar 3 kilometer di setiap desa. “Itu salah satu solusi yang ditawarkan. Jadi dikoordinasi oleh desa. Berapa orang yang akan memakai internet, nanti baru provider menentukan titik untuk memasang pemancar,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, terdapat 19 dari 31 kecamatan di Jember masuk daftar blank spot. Dari 19 kecamatan itu, tiga kecamatan telah terkaver jaringan internet. Karena itu, sekarang menyisakan 16 kecamatan.

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Jaringan internet sekarang sangat dibutuhkan oleh banyak kalangan dan berbagai pihak. Mulai dari anak hingga lansia, termasuk pelaku usaha sampai aparatur sipil negara (ASN). Sayangnya, jaringan internet itu tidak selalu ada di seluruh pelosok Jember.

Salah satunya di Kecamatan Bangsalsari, tepatnya di Desa Badean. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember Bobby Arie Sandy mengatakan, tidak semua desa di Jember terkoneksi jaringan internet. Artinya, masih ada daerah blank spot internet. Boby juga membenarkan, Desa Badean termasuk di antara desa yang blank spot. “Iya benar, Badean memang masuk blank spot yang menjadi target kami dan provider untuk mencarikan solusi,” katanya.

Bobby menjelaskan, salah satu langkah konkret yang menjadi solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah, masyarakat secara kolektif dikoordinasi dan diukur oleh pihak desa. Selanjutnya, provider akan menentukan dan memancangkan satu titik sinyal yang bisa diakses untuk radius sekitar 3 kilometer di setiap desa. “Itu salah satu solusi yang ditawarkan. Jadi dikoordinasi oleh desa. Berapa orang yang akan memakai internet, nanti baru provider menentukan titik untuk memasang pemancar,” lanjutnya.

Sebelumnya, terdapat 19 dari 31 kecamatan di Jember masuk daftar blank spot. Dari 19 kecamatan itu, tiga kecamatan telah terkaver jaringan internet. Karena itu, sekarang menyisakan 16 kecamatan.

KEPATIHAN, Radar Jember – Jaringan internet sekarang sangat dibutuhkan oleh banyak kalangan dan berbagai pihak. Mulai dari anak hingga lansia, termasuk pelaku usaha sampai aparatur sipil negara (ASN). Sayangnya, jaringan internet itu tidak selalu ada di seluruh pelosok Jember.

Salah satunya di Kecamatan Bangsalsari, tepatnya di Desa Badean. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember Bobby Arie Sandy mengatakan, tidak semua desa di Jember terkoneksi jaringan internet. Artinya, masih ada daerah blank spot internet. Boby juga membenarkan, Desa Badean termasuk di antara desa yang blank spot. “Iya benar, Badean memang masuk blank spot yang menjadi target kami dan provider untuk mencarikan solusi,” katanya.

Bobby menjelaskan, salah satu langkah konkret yang menjadi solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah, masyarakat secara kolektif dikoordinasi dan diukur oleh pihak desa. Selanjutnya, provider akan menentukan dan memancangkan satu titik sinyal yang bisa diakses untuk radius sekitar 3 kilometer di setiap desa. “Itu salah satu solusi yang ditawarkan. Jadi dikoordinasi oleh desa. Berapa orang yang akan memakai internet, nanti baru provider menentukan titik untuk memasang pemancar,” lanjutnya.

Sebelumnya, terdapat 19 dari 31 kecamatan di Jember masuk daftar blank spot. Dari 19 kecamatan itu, tiga kecamatan telah terkaver jaringan internet. Karena itu, sekarang menyisakan 16 kecamatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/