alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Selisih 180 Miliar Itu yang Mana?

Semua SPJ Disebut Sudah Diserahkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyimpangan dana penanganan wabah korona sempat menjadi sorotan banyak pihak. Apalagi, anggaran senilai Rp 180 miliar dari total Rp 479 miliar disebut-sebut belum jelas alur penggunaannya. Bagaimana tanggapan satgas yang dulu sempat fokus pada penanganan korona tahun 2020?

Kepada Jawa Pos Radar Jember, mantan sekretaris Satgas Penanganan Covid-19, M Satuki, mengaku bingung dengan adanya dugaan-dugaan yang berseliweran. Terkait dana Rp 180 miliar, dia pun bingung di mana letak selisihnya. “Selisih (Rp 180 miliar, Red) itu menghitungnya dari mana. Saya bingung, karena semua laporan sudah kami serahkan,” kata Satuki.

Satuki pun belum paham, apakah selisih dana yang dimaksud merupakan sisa anggaran dari Rp 479 miliar atau dana dari Rp 220 miliar yang sudah digunakan. “Apakah Rp 180 miliar itu sisa dana atau seperti apa,” imbuhnya. Sebab, jika selisih disebut dari dana yang telah digunakan, lanjut dia, itu sudah dilaporkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Satuki melanjutkan, surat pertanggungjawaban (SPJ) Satgas Covid-19 pada saat itu telah diselesaikan sebesar Rp 72 miliar. “Sampai 31 Desember, hanya itu yang dapat diklik. Sementara, sisanya dilakukan setelah tanggal 31 Desember 2020,” ulasnya.

Ditanya mengenai SPJ yang belum selesai, Satuki menyebut, SPJ realisasi dana korona dilakukan beberapa hari di bulan Januari. Sebab, SPJ tidak bisa dilakukan karena telah memasuki pergantian tahun. “Jadi, beberapa hari setelah libur awal tahun, semua SPJ sudah diselesaikan. Semuanya sudah dilaporkan,” papar Satuki, yang menyebut dana itu juga diaudit BPK.

Mengenai SPJ yang diselesaikan hingga pergantian tahun, menurut Satuki, tidak menjadi persoalan dalam urusan kebencanaan. “Dalam aturan SOP-nya itu tidak apa-apa. SPJ tetap bisa setelah tanggal 31 Januari,” bebernya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyimpangan dana penanganan wabah korona sempat menjadi sorotan banyak pihak. Apalagi, anggaran senilai Rp 180 miliar dari total Rp 479 miliar disebut-sebut belum jelas alur penggunaannya. Bagaimana tanggapan satgas yang dulu sempat fokus pada penanganan korona tahun 2020?

Kepada Jawa Pos Radar Jember, mantan sekretaris Satgas Penanganan Covid-19, M Satuki, mengaku bingung dengan adanya dugaan-dugaan yang berseliweran. Terkait dana Rp 180 miliar, dia pun bingung di mana letak selisihnya. “Selisih (Rp 180 miliar, Red) itu menghitungnya dari mana. Saya bingung, karena semua laporan sudah kami serahkan,” kata Satuki.

Satuki pun belum paham, apakah selisih dana yang dimaksud merupakan sisa anggaran dari Rp 479 miliar atau dana dari Rp 220 miliar yang sudah digunakan. “Apakah Rp 180 miliar itu sisa dana atau seperti apa,” imbuhnya. Sebab, jika selisih disebut dari dana yang telah digunakan, lanjut dia, itu sudah dilaporkan.

Satuki melanjutkan, surat pertanggungjawaban (SPJ) Satgas Covid-19 pada saat itu telah diselesaikan sebesar Rp 72 miliar. “Sampai 31 Desember, hanya itu yang dapat diklik. Sementara, sisanya dilakukan setelah tanggal 31 Desember 2020,” ulasnya.

Ditanya mengenai SPJ yang belum selesai, Satuki menyebut, SPJ realisasi dana korona dilakukan beberapa hari di bulan Januari. Sebab, SPJ tidak bisa dilakukan karena telah memasuki pergantian tahun. “Jadi, beberapa hari setelah libur awal tahun, semua SPJ sudah diselesaikan. Semuanya sudah dilaporkan,” papar Satuki, yang menyebut dana itu juga diaudit BPK.

Mengenai SPJ yang diselesaikan hingga pergantian tahun, menurut Satuki, tidak menjadi persoalan dalam urusan kebencanaan. “Dalam aturan SOP-nya itu tidak apa-apa. SPJ tetap bisa setelah tanggal 31 Januari,” bebernya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyimpangan dana penanganan wabah korona sempat menjadi sorotan banyak pihak. Apalagi, anggaran senilai Rp 180 miliar dari total Rp 479 miliar disebut-sebut belum jelas alur penggunaannya. Bagaimana tanggapan satgas yang dulu sempat fokus pada penanganan korona tahun 2020?

Kepada Jawa Pos Radar Jember, mantan sekretaris Satgas Penanganan Covid-19, M Satuki, mengaku bingung dengan adanya dugaan-dugaan yang berseliweran. Terkait dana Rp 180 miliar, dia pun bingung di mana letak selisihnya. “Selisih (Rp 180 miliar, Red) itu menghitungnya dari mana. Saya bingung, karena semua laporan sudah kami serahkan,” kata Satuki.

Satuki pun belum paham, apakah selisih dana yang dimaksud merupakan sisa anggaran dari Rp 479 miliar atau dana dari Rp 220 miliar yang sudah digunakan. “Apakah Rp 180 miliar itu sisa dana atau seperti apa,” imbuhnya. Sebab, jika selisih disebut dari dana yang telah digunakan, lanjut dia, itu sudah dilaporkan.

Satuki melanjutkan, surat pertanggungjawaban (SPJ) Satgas Covid-19 pada saat itu telah diselesaikan sebesar Rp 72 miliar. “Sampai 31 Desember, hanya itu yang dapat diklik. Sementara, sisanya dilakukan setelah tanggal 31 Desember 2020,” ulasnya.

Ditanya mengenai SPJ yang belum selesai, Satuki menyebut, SPJ realisasi dana korona dilakukan beberapa hari di bulan Januari. Sebab, SPJ tidak bisa dilakukan karena telah memasuki pergantian tahun. “Jadi, beberapa hari setelah libur awal tahun, semua SPJ sudah diselesaikan. Semuanya sudah dilaporkan,” papar Satuki, yang menyebut dana itu juga diaudit BPK.

Mengenai SPJ yang diselesaikan hingga pergantian tahun, menurut Satuki, tidak menjadi persoalan dalam urusan kebencanaan. “Dalam aturan SOP-nya itu tidak apa-apa. SPJ tetap bisa setelah tanggal 31 Januari,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/