alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Gaji Ribuan GTT/PTT Molor

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabar tak mengenakkan kembali terdengar dari dunia pendidikan. Kali ini, gaji bulan Mei untuk 4.238 guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) di Jember molor lagi. Seharusnya, para tenaga honorer itu menerima gaji awal bulan, sekitar 3 atau 5 Juni. Namun, hingga kemarin honor tersebut tak kunjung cair.

Informasinya, keterlambatan gaji GTT/PTT ini karena Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember meminta nomor pokok wajib pajak (NPWP) kepada seluruh GTT/PTT di Jember. NPWP itu sebagai kelengkapan syarat administrasi untuk pencairan honor. Namun dalam perjalanannya, tidak semua GTT/PTT menyerahkan segera. Sehingga, proses pecairannya menjadi terlambat.

Ketua Forum Honorer Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur Ilham Wahyudi menilai, lambatnya honor saat ini juga disebabkan kurangnya koordinasi dari Dispendik Jember. Pada saat pengumpulan NPWP GTT/PTT, Dispendik tidak secara resmi menginstruksikan dan memberi tenggat waktu pengumpulan yang jelas. Dampaknya, informasi tentang kewajiban memenuhi pendataan itu tidak diterima merata oleh tenaga sukwan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Ilham, jika Dispendik hanya menginstruksikan kepada kepala sekolah, hal ini tidak menjamin bahwa kepala sekolah akan meneruskan dan menginformasikan kepada guru honorer. Sebab, tidak ada bentuk penugasan atau instruksi secara resmi dan formal. Misalnya, ada surat yang ditandatangani oleh Kepala Dispendik. “Sebenarnya, dengan turun surat resmi langsung dari dinas itu selesai. Tapi, ini tidak. Juga tidak ada waktu yang jelas. Kalau sudah mendekati deadline, kepala sekolah baru menginfokan. Harusnya semua instruksi itu ada transparansinya,” ungkap Ilham.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dispendik Jember Ismail mengakui, keterlambatan honor disebabkan lambatnya para guru mengumpulkan NPWP. Padahal, Dispendik telah mengimbau agar segera mengumpulkan NPWP. Sebenarnya, pihaknya juga telah memberi tenggat 10 hari agar persyaratan tersebut segera terkumpul. Namun, hingga kini, masih ada yang belum menyetorkan. “Sebenarnya deadline-nya hari Senin pekan lalu. Tapi, ada separuh (dari jumlah GTT/PTT, Red) yang belum mengumpulkan NPWP,” kata Ismail, kemarin (16/6).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabar tak mengenakkan kembali terdengar dari dunia pendidikan. Kali ini, gaji bulan Mei untuk 4.238 guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) di Jember molor lagi. Seharusnya, para tenaga honorer itu menerima gaji awal bulan, sekitar 3 atau 5 Juni. Namun, hingga kemarin honor tersebut tak kunjung cair.

Informasinya, keterlambatan gaji GTT/PTT ini karena Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember meminta nomor pokok wajib pajak (NPWP) kepada seluruh GTT/PTT di Jember. NPWP itu sebagai kelengkapan syarat administrasi untuk pencairan honor. Namun dalam perjalanannya, tidak semua GTT/PTT menyerahkan segera. Sehingga, proses pecairannya menjadi terlambat.

Ketua Forum Honorer Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur Ilham Wahyudi menilai, lambatnya honor saat ini juga disebabkan kurangnya koordinasi dari Dispendik Jember. Pada saat pengumpulan NPWP GTT/PTT, Dispendik tidak secara resmi menginstruksikan dan memberi tenggat waktu pengumpulan yang jelas. Dampaknya, informasi tentang kewajiban memenuhi pendataan itu tidak diterima merata oleh tenaga sukwan tersebut.

Menurut Ilham, jika Dispendik hanya menginstruksikan kepada kepala sekolah, hal ini tidak menjamin bahwa kepala sekolah akan meneruskan dan menginformasikan kepada guru honorer. Sebab, tidak ada bentuk penugasan atau instruksi secara resmi dan formal. Misalnya, ada surat yang ditandatangani oleh Kepala Dispendik. “Sebenarnya, dengan turun surat resmi langsung dari dinas itu selesai. Tapi, ini tidak. Juga tidak ada waktu yang jelas. Kalau sudah mendekati deadline, kepala sekolah baru menginfokan. Harusnya semua instruksi itu ada transparansinya,” ungkap Ilham.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dispendik Jember Ismail mengakui, keterlambatan honor disebabkan lambatnya para guru mengumpulkan NPWP. Padahal, Dispendik telah mengimbau agar segera mengumpulkan NPWP. Sebenarnya, pihaknya juga telah memberi tenggat 10 hari agar persyaratan tersebut segera terkumpul. Namun, hingga kini, masih ada yang belum menyetorkan. “Sebenarnya deadline-nya hari Senin pekan lalu. Tapi, ada separuh (dari jumlah GTT/PTT, Red) yang belum mengumpulkan NPWP,” kata Ismail, kemarin (16/6).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabar tak mengenakkan kembali terdengar dari dunia pendidikan. Kali ini, gaji bulan Mei untuk 4.238 guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) di Jember molor lagi. Seharusnya, para tenaga honorer itu menerima gaji awal bulan, sekitar 3 atau 5 Juni. Namun, hingga kemarin honor tersebut tak kunjung cair.

Informasinya, keterlambatan gaji GTT/PTT ini karena Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember meminta nomor pokok wajib pajak (NPWP) kepada seluruh GTT/PTT di Jember. NPWP itu sebagai kelengkapan syarat administrasi untuk pencairan honor. Namun dalam perjalanannya, tidak semua GTT/PTT menyerahkan segera. Sehingga, proses pecairannya menjadi terlambat.

Ketua Forum Honorer Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur Ilham Wahyudi menilai, lambatnya honor saat ini juga disebabkan kurangnya koordinasi dari Dispendik Jember. Pada saat pengumpulan NPWP GTT/PTT, Dispendik tidak secara resmi menginstruksikan dan memberi tenggat waktu pengumpulan yang jelas. Dampaknya, informasi tentang kewajiban memenuhi pendataan itu tidak diterima merata oleh tenaga sukwan tersebut.

Menurut Ilham, jika Dispendik hanya menginstruksikan kepada kepala sekolah, hal ini tidak menjamin bahwa kepala sekolah akan meneruskan dan menginformasikan kepada guru honorer. Sebab, tidak ada bentuk penugasan atau instruksi secara resmi dan formal. Misalnya, ada surat yang ditandatangani oleh Kepala Dispendik. “Sebenarnya, dengan turun surat resmi langsung dari dinas itu selesai. Tapi, ini tidak. Juga tidak ada waktu yang jelas. Kalau sudah mendekati deadline, kepala sekolah baru menginfokan. Harusnya semua instruksi itu ada transparansinya,” ungkap Ilham.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dispendik Jember Ismail mengakui, keterlambatan honor disebabkan lambatnya para guru mengumpulkan NPWP. Padahal, Dispendik telah mengimbau agar segera mengumpulkan NPWP. Sebenarnya, pihaknya juga telah memberi tenggat 10 hari agar persyaratan tersebut segera terkumpul. Namun, hingga kini, masih ada yang belum menyetorkan. “Sebenarnya deadline-nya hari Senin pekan lalu. Tapi, ada separuh (dari jumlah GTT/PTT, Red) yang belum mengumpulkan NPWP,” kata Ismail, kemarin (16/6).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/